Our Path

Our Path
The Last


__ADS_3

"*Artist of the year tahun ini, jatuh kepada,,,,


Jeon jeongguk."


"Selamat kepada saudara, Jeon jeongguk."


"Tempat dan waktu dipersilahkan." tepuk tangan terdengar meriah diiringi teriakan para penggemarnya*.


"Lihatlah eomma, si magnae bangtan sekarang memenangkan daesangnya sendiri." jio berucap sambil memperlihatkan sang ibu ke arah televisi yang menyiarkan berita semalam.


Scane berganti,


"*Bagaimana perasaanmu? Setelah mendapat daesang?" seorang pria bertanya, jungkook duduk di sebelahnya.


Jungkook terlihat lebih dewasa di umurnya yang ke 27 tahun. Dengan balutan jas hitamnya pesonanya semakin bertambah.


Jungkook tersenyum menghadap kamera. Senyum menawan yang mempesona.


"Ahh,, aku sangat berterimakasih untuk semua cinta kalian. Juga untuk staff dan agensi yang turut membantu. Dan juga untuk hyungdeul yang selalu memberiku semangat."


"Aku tidak pernah menyangka akan mendapat daesangku sendiri sebagai solo idol." ungkap jungkook.


"Waktu terasa begitu cepat. Seingatku dulu, aku sangat bergantung pada para member. Perasaan baru kemarin kami bertujuh mendapat daesang. Dan sekarang,,, aku mendapatkannya sendiri. Dengan bantuan para penggemar tentunya. Terimakasih banyak. Tanpa kalian aku bukanlah siapa siapa." jungkook membungkuk kan badannya di depan kamera dan menghapus setitik kristal bening di sudut matanya.


"Ngomong ngomong tentang bangtan. Bagaimana hubunganmu dengan mantan member bangtan?" tampaknya sang reporter penasaran dengan kehidupan Pria busan kelahiran 97 tersebut. Apalagi setelah semua badai yang menerjang.


"Baik, kami selalu menyempatkan untuk bertemu jika ada waktu luang. Kami rutin bertemu paling tidak sebulan sekali."


"Tapi terkadang jimin hyung akan mentraktir kami minum di kafenya. Kami sekarang merasa lebih mensyukuri hidup." jungkook kembali tersenyum.


"Apakah kalian sudah terbiasa dengan kehidupan kalian yang sekarang? Kudengar seokjin-ssi sekarang adalah aktor yang sama suksesnya dengan senior lee min ho."


Jungkook terkekeh mendengar ucapan sang reporter.


"Kami sudah terbiasa dengan hidup kami yang sekarang, meskipun awalnya kami sangat kesulitan beradaptasi."


"Selama kami masih tetap berkomunikasi, kami yakin kami akan baik baik saja."


"Kehidupan terus berjalan. Kini kami berjalan di jalan kami masing masing. Kami saling mendukung satu sama lain. Kami juga selalu berusaha memperbaiki semua keadaan yang dulu sempat berubah."


"Kami pernah terpuruk, hingga rasanya tak bisa lagi untuk bangkit. Tapi ternyata kami kuat. Dan tuhan menunjukan kuasanya atas dirinya."


"Maknae bangtan sekarang sudah menjadi pria dewasa, yeorobunn!" jungkook kembali terkekeh menanggapi pujian sang reporter yang terdengar menggodanya.


"Apa perbedaan terbesarmu sebagai solo idol dan maknae bangtan?"


"Kalau boleh jujur, aku lebih suka menjadi maknae bangtan."


"Bukan maksudku karna artian harfiahnya. Tapi aku selalu merindukan kebersamaan kami dulu."


"Dulu rasanya kami seperti perekat. Tak bisa jauh jauh. Karna jatuh nya kami akan selalu bertujuh."


"Apa yang ingin kau capai setelah ini, sebagai seorang solo idol?"


"Aku tak pernah mengharap apapun, selama kalian menikmati semua musikku, selama kalian bisa mengambil hal positif yang aku lakukan. Aku akan terus berusaha sebaik mungkin agar tidak mengecewakan kalian."


"Aku akan selalu berusaha untuk tidak mengecewakan para penggemar, jika aku melakukan kesalahan. Kumohon maafkan aku!" jungkook membungkuk kehadapan kamera.


"Kenapa seperti itu?" sang reporter bertanya heran.


"Tidak apa, kemarin aku melihat sebuah postingan yang berisikan kekecewaan penggemar terhadapku. Jadi aku meminta maaf. Aku akan berusaha lebih baik lagi untuk kedepannya." sang reporter tersenyum menanggapi ungkapan jungkook.


"Wahh,, Tak terasa kita ada di penghujung acara, ada yang ingin kau sampaikan, jungkook-ssi?"


"Aku ingin mengumumkan sesuatu. Apakah boleh?" jungkook bertanya sopan.


"Tentu saja, silahkan." reporter memberi tempat untuk jungkook agar lebih leluasa.


"Kami akan menggelar konser 3 bulan kedepan."


"Kami?" sang reporter bertanya memastikan.


"Ya. Setelah konser terakhir kami 3 tahun yang lalu sebagai Bangtan Sonyeondan. Kami akan kembali menggelar konser reuni bertajuk. The Seven Of Us."


"Army, yeorobunn! Kami menunggu kedatangan kalian!" jungkook tersenyum lebar.


"Wahh,, Kejutan yang tak di sangka. Tapi bukankah, aktor seokjin kim sedang menjalani proses syuting di luar*-"


Click.


"Semua akan baik baik saja kan, eomma?" jio bertanya pada ibunya yang duduk di sebelahnya.


sang ibu mengecup kening jio sayang.


"Tentu saja. Mereka telah melewati semuanya."


.


.


.


BTS...


BTS...


BTS...


Musik menggema. Introdution yang tak pernah di sangka oleh para army. Keenamnya muncul bergantian ketika namjoon menyebut namanya.


Hm hm.. yeah, eoh


(Everything) youth


-anak muda-


(E-everything) has no age


-tidak memiliki usia-


(Hirahira mau hanabira no shawā)


It just stays there


-Itu hanya tinggal di sana-


(Fire~) beautifully


-dengan indah-


(Kimi shika aise nai dōse)


And it's everyone who's chasing their dreams.


-Dan semua orang yang mengejar impian mereka-


Like Rap Mon, Jin, Suga, J-Hope, Jimin, V and Jung Kook.


-Seperti Rap Mon, Jin, Suga, J-Hope, Jimin, V dan Jung Kook-


We're one of them who is chasing our stars.


-Kami salah satu dari mereka yang mengejar bintang kami-


So you can call us young, and we'll never get old.


-Jadi Anda bisa memanggil kami muda, dan kami tidak akan pernah menjadi tua-


Fall (everything)


Fall (everything)


Fall (everything)


Run run run tomare wa shi nai n da (Nai n da nai n da)


Fall (everything)


Fall (everything)


Fall (everything)


Run run run tomare wa shi nai n da (Nai n da nai n da)


Oh girl ( buri to buri to shira nai shi wa nani mo)


Oh girl ( buri to buri to kuzuredasu konnanimo)(Oh girl)


(Run~) don't tell me bye bye


(Run~) you make me cry cry (oh girl)(Run~) don't tell me bye bye


(Run~) you make me cry cry


I need you girl, I need you girl


Zenbu hai ni shi na bow wow wow


Arinomama (bow wow wow)


Hashiridasu no sa (I need you girl)


I need you girl, I need you girl


Zenbu hai ni shi na bow wow wow


La la la la la (aye aye) la la la la laĪ


wake wa ira nai mō


Everything, e-everything


Hirahira mau Hanabira no shawā


(Fire~) kimi shika aise nai dōse


Everything, e-everything

__ADS_1


Hirahira mau Hanabira no shawā


(Fire~)mune ni kiraware te mo


Youth


.


.


"Anyeong haseyo, armydeul!!" Jungkook menyapa semangat. Mau usia dia 27thn dia tetaplah bayinya bangtan.


"Bagaimana kabar kalian, yeorobun?" kini namjoon yang bertanya. Yang di tanggapi army dengan sangat antusias.


"Apa kalian merindukan kami?"


"Neeee...." sorakan menggema begitu semangat dan antusias.


"Kami juga merindukan kalian."


"Akhirnya kami bisa kembali bersama dan melihat kalian."


"Ayo kita buat kenangan indah bersama untuk malam ini."


"Malam ini khusus untuk BTS and ARMY!"


"Neeee....."


Lampu panggung kembali padam. Di gantikan vidio vidio kenangan.


Musik kembali terdengar, riuhan penonton kembali menggema.


**Magi naerigo naneun sumi cha


Bokjaphaejin mam sumeul naeswinda


Oneul mot swilsuneun eopseosseo na


Gwangaekdeurui pyojeongeun eottaessdeonga


Geuraedo haengbokhae ireon naegadoeseo


Nugunga sori jireuge mandeul suga isseoseo


Chae gasiji anheun yeoundeureul pumeango


Ajik deoun teong bin mudaee seosseulttae


Teongteong bin mudae-e seosseulttae


Geunyang gongheohame nan geobeul nae


Bokjaphan gamjeongsogeseo salme saseon wieseo


Gwaensiri nan deo mudincheogeul hae


Cheoeumdo aninde iksukhaejil beop hande


Sumgiryeo haedo geuge andwae


Teong bin mudaega sigeogalttae


Gwangaekseogeul dwirohane


Jigeum na wirohane


Wanbyeokhan sesangeun eopsdago jasinege malhaena


Jeomjeom nal biwogane


Eonjekkaji naekkeoil sun eopseo keun baksugalchaega


Ireon naege mareulhae ppeonppeonhi


Ni moksoril nopyeo deo meolli


Yeongwonhan gwangaegeun eopdaedo nan noraehalgeoya


Oneurui naro yeongwonhagopa


Yeongwonhi sonyeonigo sipeo na a!


Narineun kkoccipbi sairo


Hemae-eo dalline i miro


Neomeojyeo dachigo apado


Kkeut eopsi dalline kkumeul hyanghae


Forever ever ever ever (kkum, huimang, jeonjin, jeonjin)


Forever ever ever ever


We are young


Forever ever ever ever (kkum, huimang, jeonjin, jeonjin)


Forever ever ever ever


We are young


Narineun kkoccipbi sairo


Hemae-eo dalline i miro


Neomeojyeo dachigo apado


Kkeut eopsi dalline kkumeul hyanghae


Narineun kkoccipbi sairo


Hemae-eo dalline i miro


Neomeojyeo dachigo apado


Kkeut eopsi dalline kkumeul hyanghae**


.


.


"Apa kalian lelah?" hoseok bertanya sambil mengarahkan micnya kearah ribuan penonton.


"Aniiii....."


"Masih semangat rupanya." kekeh yoongi.


"Kim Namjoon! Kim Seokjin! Min Yoongi! Jung Hoseok! Park Jimin! Kim Taehyung! Jeon Jungkook! BTS!"


Slogan yang berulang ulang itu menggema dalam stadion. Membawa euphoria tersendiri bagi ke enamnya.


"Lagu terakhir ini, akan menjadi sangat spesial! Terutama untuk kalian semua."


.


.


.


Tujuh sorot lampu itu menyorot keenam orang yang duduk berjejer menyisakan ruang kosong di antara jimin dan jungkook.


bogo sipda


oooh, oooh


**bogo sipda ireohge


malhanikka deo bogo sipda


neohui sajineul


bogo isseodo bogo sipda


neomu yasokhan sigan


naneun uriga mipda


ijen eolgul han beon boneun geosdo


himdeureojin uriga


yeogin ontong gyeoul ppuniya


palworedo gyeouri wa


maeumeun siganeul dallyeogane


hollo nameun seolgugyeolcha


ni son j-pgo jigu


bandaepyeonkkaji ga


gyeoureul kkeutnaegopa


geuriumdeuri


eolmana nuncheoreom naeryeoya


geu bomnari olkka


friend


heogongeul tteodoneun


jageun meonjicheoreom

__ADS_1


jageun meonjicheoreom


nallineun nuni naramyeon


jogeum deo ppalli nege


daheul su isseul tende


nunkkocci tteoreojyeoyo


tto jogeumssik meoreojyeoyo


bogo sipda (bogo sipda)


bogo sipda (bogo sipda)


eolmana gidaryeoya


tto myeot bameul deo saewoya


neol boge doelkka (neol boge doelkka)


mannage doelkka (mannage doelkka)


chuun gyeoul kkeuteul jina


dasi bomnari ol ttaekkaji


kkot piul ttaekkaji


geugose jom deo meomulleojwo


meomulleojwo


niga byeonhan geonji


(niga byeonhan geonji)


animyeon naega byeonhan geonji


(animyeon naega byeonhan geonji)


i sungan heureuneun siganjocha miwo


uriga byeonhan geoji mwo


moduga geureon geoji mwo


geurae mipda niga


neon tteon-ssjiman


dan harudo neoreul


ijeun jeogi eopseossji nan


soljikhi bogo sipeunde


iman neoreul jiulge


geuge neol wonmanghagibodan


deol apeunikka


sirin neol bureonae bonda


yeongicheoreom hayan yeongicheoreom


malloneun jiunda haedo


sasil nan ajik neol bonaeji moshaneunde


nunkkocci tteoreojyeoyo


tto jogeumssik meoreojyeoyo


bogo sipda (bogo sipda)


bogo sipda (bogo sipda)


eolmana gidaryeoya


tto myeot bameul deo saewoya


neol boge doelkka (neol boge doelkka)


mannage doelkka (mannage doelkkall**)


Jungkook menangis di tengah lagu mereka,, bukan menangis karna sedih atau apapun. Dia bahagia. Dia menangis karna bahagia. Musik berhenti ketika jungkook berhenti bernyanyi.


"Mari kita buat army menangis bahagia karna melihat kesamaan kalian."


you know it all


you're my best friend


achimeun dasi ol geoya


eotteon eodumdo eotteon gyejeoldo


yeongwonhal sun eopseunikka


Lautan ungu itu berhenti, para penonton menjadi hening. Seorang pemuda yang sama sama duduk itu naik ke atas panggung. Menyanyikan part lama yang telah kosong.


**beojkkocci pinabwayo


i gyeouldo kkeuti nayo


bogo sipda(bogo sipda)


bogo sipda(bogo sipda)


jogeumman gidarimyeon


myeochil bamman deo saeumyeon


mannareo galge (mannareo galge)


derireo galge (derireo galge)


chuun gyeoul kkeuteul jina


dasi bomnari ol ttaekkaji


kkot piul ttaekkaji


geugose jom deo


meomulleojwo


meomulleojwo**


Bahkan setelah lagu selesai di nyanyikan. Stadion masih hening.


"Annyeong haseyo, Kim Hansung imnida. Aku adik kembar taehyungie hyung." suara husky itu menggema, menyadarkan para army.


Isakan army terdengar memenuhi stadion ini.


"Uljimma..." lirihan hansung terdengar begitu menyayat.


Jimin yang memang berada di sebelah hansung menepuk pundak sahabatnya tersebut. Hansung menahan tangisnya, dia tidak boleh menangis.


Hansung masih menggunakan blindfold pemberian taehyung di natal terakhir mereka. Mengusap nya perlahan di bagian mata kanan nya.


"Aku menggunakan blindfold bukan tanpa alasan."


Hansung menunjuk kedua matanya yang tertutup blindfold warna merah yang entah kenapa tampak cocok dengan kulit tan hansung. "Disini. Disini ada kedua mata taehyung hyung."


"Tapi aku ingin melihat kalian untuk yang pertama kalinya setelah sekian lama aku dalam kegelapan. Aku ingin melihat para kekasih hyungku terlebih dahulu. taetae hyungku pasti sangat senang."


Jin berjalan ke arah hansung. Membuka perlahan blindfold merah tersebut. Lalu melepas perban yang menempel. Hingga kini menyisakan kedua perban persegi yang menempel di masing masing mata hansung.


Mereka sangat tegang. Dengan tangan bergetar jin membuka kedua perban tersebut. Hingga terlihatlah mata terpejam milik hansung.


Wajah kim hansung terlihat sangat mirip taehyung hanya saja agak sedikit berbeda dan lebih dewasa. Hidung bangirnya, pipinya agak menirus, menajamkan dagunya. Rahang tegasnya. Semua terlihat sangat berbeda. Apa karna lima tahun tak bertemu dengan kim taehyung? lagi pula mereka berbeda bukan.


"Buka matamu, sungie. Dengan perlahan saja." perintah yoongi.


Hansung membuka perlahan kedua matanya.


Sementara yang lain menatap was was sosok tersebut. Meskipun para army melihat dari layar kaca besar yang tersedia. Mereka begitu was was.


Hansung menangkap objek disekitarnya meskipun masih buram, namun beberapa menit setelahnya pandangannya mulai fokus. Hansung melihat lautan ungu yang dulu slalu taehyung bicarakan hingga ia impikan untuk melihatnya saat mendapatkan pendonor. Hansung juga dapat melihat wajah khawatir orang orang di sekitarnya. Hansung menutup kembali kedua matanya. Sesulit inikah melihat dari kedua mata orang yang begitu di sayangi oleh beribu-ribu orang diluar sana?


"Hansung-ah, gwenchana?" dengan spontan hansung membuka matanya.


"Namjoon hyung,," air matanya meluruh begitu saja. Namjoon mendekap hansung.


"Kau melihat, hyung, sungie? taehyung pasti senang melihatmu seperti ini." ini suara jimin yang bergetar, lalu memeluk hansung begitu pula member lain.


"Kim Namjoon! Kim Seokjin! Min Yoongi! Jung Hoseok! Park Jimin! Kim Taehyung! Jeon Jungkook! BTS! Saranghae!"


Army menyaksikannya dengan menangis bahagia. Meriaki nama mereka. Mereka menangis bersama sama, mereka bahagia juga bersama sama. Meskipun sosok Kim Taehyung tidak ada disana, namun ada sosok kim hansung, yang menjadi alasan ke enamnya untuk bahagia juga mereka.


Meskipun banyak pertanyaan yang muncul dikepala mereka.


"Aku tau, klian pasti bertanya tanya siapa aku, yang bahkan sebelumnya tidak pernah disinggung oleh taetae hyung maupun keluargaku. Apa aku benar?"


"Neee...."


"Karna kami terpisah sejak lahir. Aku adik kembar taehyungie hyung yang terlahir cacat. Kami kembar seiras, kami benar benar sangat mirip bahkan suara kami,, ahh,, kecuali aku tidak memiliki gajah di lenganku, seperti taehyungie hyung." pernyataan hansung memecah tawa bercampur sedikit sesegukan dari penonton begitu pula para member.


"Sebelumnya aku ingin berterimakasih pada kalian, yang telah mendukung taetae hyung. Hyungku sangat mencintai kalian, dulu sekali, dia selalu bercerita padaku tentang kalian, para kekasih nya. Lihatlah ke atas, dan tolong doakan dia."


Para army mematikan army bomb mereka, memejamkan mata dan menautkan kedua tangannya. Memanjatkan doa atas nama sang idola. Para member juga melakukan hal yang sama.


.

__ADS_1


.


"Taehyung-aa. Terimakasih. Terimakasih untuk semuanya."


__ADS_2