
"Hyung! Aku akan pulang ke Daegu."
"Kenapa tiba-tiba ?" Tanya jin.
Hari ini, para member memutuskan untuk menonton film bersama setelah menyelesaikan jadwal super padatnya.
"Tidak apa, hanya rindu eomma. Beberapa hari kedepan kita libur bukan?"
"Ahh,, kau benar, aku sampai lupa bahwa besok kita mendapat jatah libur." Ucap sang leader.
"Bagus, aku bisa tidur seharian."
"Yahh,, Hyung mah gk asik. Tidur terus."
"Hmm,,"
Mereka asik bercanda satu sama lain, namun ada yang berbeda dengan second maknae mereka. Dan mereka sangat menyadarinya.
"Hyung,,"
"Iya Tae?"
"Kalau seandainya salah satu dari kita berhenti apa yang akan hyungie lakukan?"
Deg.
Pertanyaan yang terlontar dari taehyung membuat kegiatan kegiatan mereka terhenti dengan jantung yang berdetak lebih cepat.
Plettak..
"Apa yang kau katakan, eoh? Siapa yang mau berhenti." Yoongi mengintimidasi setelah menyentil kening taehyung, mencoba mengusir perasaan janggalnya.
"Aku kan hanya bertanya, Hyung?!" Taehyung mencebik kesal sambil mengusap bekas sentilan yoongi.
"Emangnya, Hyung mau keluar meninggalkan kami?" Tanya Jungkook serius, para member pun menatap taehyung.
__ADS_1
"Apa maksudmu itu, Taehyung hanya bercanda kook!" Hoseok tertawa, sambil menepuk nepuk pundak Jungkook.
"Ehh? A-apa aku salah?" Hoseok yang tertawa sendiri pun tersadar. Taehyung hanya tersenyum canggung. Para member kini menatap taehyung dengan padangan menuntut.
"Ayo, Tae! Katakan pada kami, kalau kau memang bercanda!" Pinta Jimin pada taehyung, suaranya sedikit bergetar.
"Hehehe,, memang siapa yang ingin pergi, Hyung?"
"Dasar! Makanya ngomong tuh Jan ngelantur dong, Tae!" Jimin terlihat yang paling lega.
"Mukamu pucat, Hyung. Kau sakit?"
"Gwenchana, seperti nya aku kelelahan, Hyung. Aku akan istirahat, selamat malam." Taehyung tersenyum lebar sebelum melangkah meninggalkan para member.
"Aneh,," gumam yoongi yang masih dapat di dengar yang lain.
"Dia kan memang aneh, Hyung!" Jawab Jungkook yang membuat member tertawa.
"Lagi pula, jadwal kita sebelumnya sangatlah padat. Mungkin dia benar benar butuh istirahat." Ungkap sang leader mencoba memaklumi keadaan.
"Kalau begitu, hari ini kita istirahat saja, kita menonton bersama lain kali." Ucap jin sambil mematikan televisinya.
Jimin dan yang lainnya mengangguk lalu berjalan menuju kamar masing masing. Menyisakan jin dan yoongi.
"Aku merasa ada yang aneh dengan Tae, hyung. Aku merasakan kejanggalan darinya." Ungkapan yoongi tersebut membuat jin yang sedang membereskan sisa makanan ringan para member pun terhenti.
"Kau terlalu memikirkannya, Yoon. Sebaiknya kau tidur, atau kau akan melantur juga seperti Tae."
"Hmm,, baiklah. Perlu bantuan?"
"Tidak, tidurlah Yoon, sebentar lagi sudah selesai."
Yoongi pun beranjak menuju kamarnya, menyisakan jin yang merenungi setiap ucapan taehyung tadi. Jadi,, tidak hanya dia yang berpikiran seperti itu?
Setelah menyelesaikan acara bersih bersihnya. Ia melangkah kakinya ke kamar taehyung. Ntah kenapa dia jadi ingin mengecek keadaan dongsaeng alien nya tersebut.
__ADS_1
"Eoh? Kau belum tidur Tae?" Jin melihat taehyung yang berada di balkon pun menghampirinya.
"Kenapa tidak tidur? Apa ya- Yakk! Kau mau sakit, Tae! Musim dingin hampir tiba, dan apa apaan kau memakai pakaian tipis begini?"
Jin yang hendak mengambil selimut, berhenti ketika tangan dingin itu menahan nya. Berarti taehyung sudah berdiri cukup lama disini.
"Aku ingin berhenti Hyung."
"Hah?"
"Aku sudah meminta persetujuan pd-nim. Aku keluar."
"Tidurlah, Tae! Dari tadi kau ngelantur." Gugup jin.
"Kau paham kan, Hyung. Aku bukan V Bangtan Sonyeondan lagi. Hanya aku, Kim Taehyung." Ucapnya terlihat tanpa beban. Jin mencari kebohongan Dimata taehyung, namun itulah yang membuat jin takut. Tak ada kebohongan di mata pemuda kelahiran Daegu tersebut.
"K-kau mabuk, eoh? Dimana alkohol mu? Hyung tau kau tidak bisa minum terlalu banyak." Jin mengalihkan tatapannya, mencari kesekeliling kamar, berharap ia menemukan sebotol alkohol di sini.
"Aku tidak mabuk, Hyung. Ahh,, udara semakin dingin. Ayo masuk, Hyung! Aku mengantuk." Taehyung langsung masuk dan bergelung dalam selimutnya.
Jin menutup pintunya pelan, juga menutup jendela dan membenarkan tirainya. Menyalakan penghangat ruangan agar taehyung tidak kedinginan.
"Tae?"
Karna tak mendapat jawaban ia melangkah mendekat ke arah taehyung. Dengkur halus terdengar dari arah gumpalan selimut tersebut.
"Ku harap tadi kau mabuk, Tae. Hyung tak bisa membayangkan nya. Selamat malam, saeng." Jin membetulkan tata letak selimut taehyung, mengelus puncak kepalanya pelan dan keluar kamar, menutup kembali pintunya dengan pelan agar tidak membangunkan pemuda tersebut.
.
.
.
"Andai aku bisa, Hyung! Aku juga tidak ingin pergi."
__ADS_1