
"Annyeong haseyo, Armyy!"
"Saya, kim namjoon, saya kim seokjin, min yoongi, i'm your hope, jhope. park jimin dan saya jeon jeongguk."
"sudah lama kami tak melakukan siaran langsung seperti ini, apalagi bersama. yahh,, meskipun sekarang tidak lengkap."
"kami baik2 saja, jadi kalian tidak perlu khawatir. Agensi juga merawat kami dengan baik. Untuk sementara kami hiatus dulu dari kegiatan bangtan, mohon dimaklumi nee?"
Apa kalian baik baik saja?
"Yahh,, seperti yang kalian lihat, kami baik2 saja."
Kalian kurusan, oppa.
"Benarkah? perasaan kami belakangan ini makan banyak, benarkan jin hyung?"
"Yups, setidaknya lebih banyak dari minggu kemarin yang cuma makan sekali sehari."
"sebenarnya kami makan diluar loh, hyung! karna masakan hyung sedang dalam masa pengembangan.."
"bener tuh, kalian tahu, jin hyung memasukan garam ke kopiku." ungkap namjoon.
"Hyung juga memasukan wasabi ke kue, bagaimana mungkin kami memakan makanan seperti itu." Semua tertawa mendengar sang maknae, kecuali seokjin tentunya.
"Hyung kan tidak fokus, kook, Joon." Belanya.
Kami senang melihat oppa tertawa seperti itu.
__ADS_1
"Tentu saja, kami akan terus tertawa seperti ini."
-Apa yang berbeda setelah kepergian taetae oppa?
-Yakk! Jangan menyinggung taetae oppa dulu, Ami.
-Jangan membebankan mereka.
-Kan kami hanya bertanya.
"Ya! Ya! Jangan berdebat di komentar Ami. Kami akan menjawabnya. Kalian tau kan, kalian itu kekasihnya Tae."
"Tentu saja, semuanya berbeda. Kami masih merasakan kehadiran nya. Terkadang kami melihat sekelebat bayangannya, saat berlari, atau makan, bahkan aku merasa dia membuka kamar mandi dan mandi bersamaku. Ketika aku tau bahwa itu adalah halusinasi, maka aku menangis. Aku hanya merasa bahwa dia masih disini,, tapi yahh,, dia akan selalu bersamaku,, disini." Ucap Jimin sambil menyentuh dadanya, matanya berkaca. Namjoon di sebelahnya menepuk pundaknya, berusaha menguatkan.
"Aku tidak apa, ini sudah di gariskan, kami tidak bisa apa apa." Ucapnya sambil menyingkirkan tangan namjoon.
"Tidak, aku tidak menangis kok."
-Jungkook aa, tak biasanya dia diam?
-bagaimanapun dia dekat dengan taetae oppa bukan?
-uljimma, Jungkook aa
Jin menepuk pundak sang maknae. Maknae mereka memang banyak berubah.
"Aku tidak apa, Ami. Yahh, banyak yang berubah dalam dorm, rasanya menjadi sepi. Tak ada tingkah aneh, taehyung Hyung. Hyungdeul, juga menyibukkan diri, aku pun begitu sih, tapi selebihnya kami baik2 saja."
__ADS_1
"Kalian tau, namjoon Hyung menulis surat untuk second maknae kita, rencananya dia akan memberikannya setelah Tae liburan dari Daegu."
Liburan?
"Ya, taehyung hanya pamit untuk liburan pada kami, dia bilang rindu pada eomma nya. Kami benar2 tidak tau perihal keluarnya."
"Karna kata taehyung, kalian adalah kekasihnya, bolehkah aku membacakan suratnya untuk kalian?"
Ya, tentu saja oppa.
"Taehyung-ah, surat pertamaku tertuju padamu, perasaanku bercampuran, seperti batu krikil yg sering kita lihat dipantai Hawaii, sulit untuk memilih apa yg harus aku katakan padamu. Seperti lautan yg kita lihat ini, mungki itu karena kita menyimpan banyak masa lalu dan kenangan kita. Aku ingat saat pertama kali bertemu denganmu. Kau dituntun oleh ayahmu dengan mata yg besar kaki yg sibuk, berkeliling di dorm dan bibirmu yg cerewet. Dengan melihat itu pertama kalinya, aku berpikir "Ah, anak ini pasti bandel". Aku juga ingat kau merasa gelisah sebelum kita debut, karena keunikan dan keanehan mu itu membuatku bingung. Jadi aku penasaran apa yg membuatmu bisa tetap seperti itu sampai sekarang. Tapi dengan berjalannya waktu dan saat rambutku mulai tumbuh. Siapa aku bisa berpikir bahwa aku itu orang yg normal dan aku menyadari bahwa aku juga orang yg aneh dan unik seperti alien, dan perlahan aku tertarik dengan keanehanmu itu. Dan terkadang aku iri padamu, karena kau mudah berteman dengan orang lain dan mereka menyukaimu. Pada akhirnya kau menunjukkan keanehanmu itu yg sebenarnya itulah karakter spesialmu. Kau mungkin merinding, tapi sebagai teman yg selalu bersama dari saat kau menjadi trainee sampai sekarang, sebagai hyung aku ingin berterimakasih padamu, karena tidak menjadi petani atau pemain saxophone, terimakasih karna sudah datang ke Bighit. Kedepannya, ayo terus bersemangat, Fighting!"
"Sayang sekali, aku belum sempat memberikan surat ini untuknya." Namjoon berucap sembari mengusap sedikit air mata yang mengalir.
"Jimin, bukan kah, kau mendapat kan surat dari taehyung beberapa hari sebelum kejadian itu."
"Surat ini ya?" Jimin menunjukan kalung yang di pakainya, lalu membuka penutupnya, mengambil gulungan kertas tersebut.
"Kau selalu membawanya Jim?"
"Jimat keberuntunganku, Hyung."
"Tolong bacakan Jim, biar kami tau."
Jimin menghela nafas panjang.
"Untuk Jimin. Hai Jimin, ini Taehyung. Menulis surat yg tulus membuat ku geli tapi aku sudah mencobanya, jadi tolong mengertilah. Kau tau saat kita masih trainee kita pergi ke Seoul dengan tidak tau apa-apa. Kita terbangun dan memakai seragam dan pergi ke sekolah yg sama, makan bersama, kita pergi latihan bersama, kita pergi ke dorm bersama, dan saat malam kita chattingan. Setelah 6 tahun itu, sekarang kau adalah teman yg paling berharga bagiku. Sebelum kita debut, ada moment dimana kau gelisah karna debut itu, saat kau gelisah aku sedang rapat dengan perusahaan. Mereka bertanya padaku "Bagaimana menurutmu jika Jimin masuk ke tim?". Aku berpikir dan bilang "Kapanpun aku berjuang dan bahagia hanya Jimin yg selalu disisiku dan tertawa dan menangis bersamaku", aku bilang "Aku harap teman seperti dia akan selalu bersamaku selamanya dan aku ingin debut bersamanya". Aku benar-benar merasa senang mengatakan itu. Dan aku senang karena aku bisa debut bersamamu dan aku sangat senang bisa membuat kenangan yg indah bersamamu sampai sekarang. Dan..maaf... aku yg selalu mendapatkan apapun darimu. Saat aku menangis dikamar mandi, kau selalu datang dan menangis bersamaku, saat tengah malam kau keluar bersamaku dan tertawa bersama, kau peduli pada ku dan selalu memikirkanku, kau bekerja keras untukku dan bisa mengertikanku dan mendengarkan masalahku. Kau menyukai ku walaupun aku mempunyai kekurangan. Kedepannya, ayo kita terus berjalan dan berbahagia bersama. Aku mencintaimu, temanku." Jimin menangis setelah membacakan suratnya, member juga menangis, mereka saling menguatkan, dan army melihat, betapa rapuhnya Bangtan tanpa Kim Taehyung.
__ADS_1
"Sekian dulu, Ami. Terimakasih. Kedepannya kami akan berusaha lebih baik lagi."