Pacar Pungutku Rupanya Bos Global

Pacar Pungutku Rupanya Bos Global
Bab 1 Siapa Kamu?


__ADS_3

Di Jakarta.


Mark Gunawan berdiri di koridor kamar presiden mewah di lantai paling atas, dia menyipitkan matanya sambil melihat ke salah satu kamar.


"Tuan Muda Kedua, Nona Victoria sudah ada di dalam kamar itu. Apa kami perlu melemparkan gelandangan yang dicari dari pinggir jalan ke dalam sesuai dengan instruksi Nona Brigitta?"


Mark menyipitkan mata tanpa mengatakan sepatah kata pun, tapi dia tersenyum sangat senang.


"Aku ada pilihan yang lebih baik."


Pada saat ini, salah satu bawahannya berjalan kemari sambil berkata dengan suara rendah, "Tuan Muda Kedua, aku sudah membawa orangnya kemari."


Mark tertawa keras sambil melihat orang yang berdiri tidak jauh darinya.


Tuan Muda Pertama Keluarga Gunawan, Erick Gunawan.


Dia berdiri tenang di sana dengan tampang yang sangat ganteng, bahkan kalau dilihat dari sisi samping juga sangat ganteng seperti ukiran yang diukir dengan sempurna.


Ketika melihat adiknya, dia tersenyum dengan bodoh.


Mark melihat kakaknya dengan tatapan kecemburuan serta kebencian yang mendalam.


Kakaknya sangat ganteng sampai tak tertandingi orang, setiap bagian wajahnya seperti sebuah karya yang diukir dengan hati-hati oleh Tuhan. Tampangnya membuat orang tak akan mudah melupakannya.

__ADS_1


Sayangnya, dia itu idiot.


IQ-nya di bawah usia anak tiga tahun.


Mark berjalan ke depan sambil menyeringai, lalu dia menepuk pundak kakaknya, "Kak, malam ini aku menemukan tempat yang bagus, bagaimana kalau aku membiarkanmu masuk dan bermain di dalam?"


Erick mengedipkan matanya dengan bingung, kemudian tersenyum bodoh.


Mark melihat ke arah bawahannya, lalu tatapannya berubah menjadi kejam sambil memerintah, "Lemparkan dia ke dalam!"


"Baik."


...


Dia mengenakan gaun putih, tubuhnya sangat ramping, anggun dan cantik. Ukuran panjang gaunnya sangat cocok, kulit putihnya yang seperti porselen serta wajahnya yang cantik membuat gaun yang dipakainya terlihat sempurna.


"Untuk apa sih Mark mencariku? Bukankah acara tunangan sudah mau dimulai?"


Victoria bergumam sambil menjulurkan lidahnya karena bosan, lalu melihat sekeliling dengan santai.


Dia jarang bertemu dengan Mark, jadi kesannya terhadapnya hanya biasa saja, tidak termasuk baik sekali. Akan tetapi, ayahnya bersikeras memilih pernikahan ini demi bisnis keluarga, lalu ayahnya juga memohon padanya sambil menangis. Sedangkan Victoria yang berbakti tidak bisa melihat ayahnya menangis, jadi dia setuju untuk bertunangan, kemudian mencoba untuk berhubungan dengan Mark.


Yang terpenting adalah pertunangan ini bisa menyelamatkan krisis perusahaan keluarganya saat ini.

__ADS_1


Kalau tidak cocok, dia akan mengakhiri hubungan ini dengan diam-diam tanpa memengaruhi bisnis keluarga.


Begitu memikirkan hal ini, tiba-tiba terdengar suara dari pintu.


Victoria buru-buru berdiri sambil merapikan gaunnya, bagaimanapun juga, Mark masih asing baginya.


"Ah, kamu sudah datang, ya. Bagaimana dengan acara tunangan ..."


Tiba-tiba Victoria berhenti bicara.


Dia melihat satu orang dilempar ke dalam, mungkin karena terlalu kuat, jadi orang itu langsung berguling di tanah.


Victoria tercengang.


Dia melihat orang itu pelan-pelan berdiri, lalu berdiri di sana dengan bodoh tanpa mengetahui rasa sakit. Hanya mengucek mata yang tertabrak dengan canggung, pakaian di tubuhnya juga sangat berantakan.


Tingginya sekitar 1,88 meter, dia memiliki proporsi yang sempurna. Dia mengenakan baju putih yang lembut, wajahnya sangat ganteng, tetapi rambut pendeknya tidak rapi karena lemparan tadi. Di tambah ekspresinya saat ini, jadi dia terlihat sangat kasihan.


Victoria masih sedikit bingung, "Si ... siapa kamu?"


Erick menghentikan gerakan mengucek mata, lalu melihat Victoria sambil mengedipkan mata.


"Kamu ..." Victoria tidak tahu harus mengatakan apa, dia berencana melewatinya dan pergi melihat apa yang dilakukan Mark.

__ADS_1


Tepat ketika dia baru saja bergerak, tiba-tiba Victoria merasa ada yang aneh di tubuhnya.


__ADS_2