
Beberapa orang itu pun terkejut dan jatuh ke atas lantai dengan keras akibat semprotan yang kuat itu.
Brigitta dan Tiana juga tidak sempat menghindar dan berteriak karena disemprot, "Ah!! Bajuku yang mahal! Riasanku! Victoria, berhenti! Dasar wanita jalang!"
Orang yang mengelilingi mereka menjadi tambah ramai. Mereka semua menyaksikan Victoria yang dapat mempermalukan Brigitta dan lainnya seorang diri.
Tidak lama kemudian, seseorang yang sepertinya adalah manajer mall datang membawa sekelompok sekuriti.
"Cepat berhenti!" teriak manajer mall dengan marah.
Victoria mengira bahwa pihak mall telah mengutus orang untuk menangani situasinya, jadi dia pun berhenti. Lagi pula, isi pemadam api itu juga sudah habis.
Akan tetapi, Tiana yang terlihat mengenaskan itu malah berteriak dengan suara yang nyaring dan menendang manajer mall itu dengan hak tingginya, "Aku sudah menelepon begitu lama, tapi kenapa baru datang sekarang! Dasar nggak berguna!"
Manajer mall itu hampir jatuh berlutut karena ditendang, tetapi dia menggertakkan gigi dan menahannya.
Nyonya Brigitta adalah salah satu investor mall ini! Kalau dia menyinggung Tiana, dia akan ikut sial.
Dia memaksakan sebuah ekspresi menyanjung, "Maaf, Nyonya Brigitta. Kami sudah berusaha datang secepatnya. Mari kita selesaikan masalah ini sekarang. Bagaimana Anda ingin menyelesaikannya?"
"Bisa bagaimana lagi!" Brigitta berteriak lantang, "Cepat tangkap Victoria!"
Bagaimanapun juga, mereka adalah investor. Jadi, manajer mall itu tidak berani membantah dan melambaikan tangannya.
Beberapa sekuriti segera maju. Victoria sudah tidak mempunyai senjata dan hanya bisa melindungi diri dengan sembarangan mengayunkan pemadam api itu. Namun, dia tetap kalah jumlah. Jadi, akhirnya dia ditangkap oleh beberapa sekuriti itu juga. Mereka menahan bahunya sehingga dia tidak bisa bergerak.
"Lepaskan aku!" Victoria menatap manajer mall itu dengan tatapan yang dingin, "Atas dasar apa kalian menangkapku!"
Pada saat itu, Tiana dan Brigitta berjalan maju. Penampilan mereka sekarang sangat mirip dengan orang gila. Tawa mereka bertambah histeris, "Atas dasar apa? Atas dasar kami mempunyai banyak uang dan juga adalah investor mall ini! Aku bahkan bisa memukulmu sampai babak belur di sini!"
Brigitta dilanda rasa benci karena sudah dipermalukan tadi. Selesai berbicara, dia mengangkat tangannya. Namun, manajer itu buru-buru menahannya karena melihat ada semakin banyak orang yang mengerumuni mereka. Dia berkata dengan suara pelan, "Kalian gak boleh memicu keributan lagi. Akan repot jika hal ini masuk berita, jadi aku mohon kalian bermurah hati. Bagaimana kalau begini saja, aku akan memberi kalian kesempatan untuk melampiaskannya nanti."
Brigitta dan Tiana saling memandang. Kata-kata manajer itu benar, jadi mereka hanya mendengus, "Baiklah. Kurung dia di gudang kalian. Aku ingin lihat bagaimana dia bisa membuat onar lagi saat sendirian!"
Manajer itu menganggukkan kepala dan mengiyakannya, lalu melambaikan tangannya. Meskipun Victoria sudah berontak dengan sekuat tenaga, dia tetap dibawa pergi dengan paksa.
Mata Brigitta dipenuhi dengan kekejaman.
Dia pasti akan memukul wanita jalang ini sampai mati, lalu membuangnya tanpa diketahui oleh orang lain!
Dia ingin tahu siapa yang berani menyelidikinya!
Brigitta tersenyum sinis, lalu berjalan mengikuti Victoria dengan Tiana.
__ADS_1
Para penonton terus membuat keributan, jadi manajer mall pura-pura menenangkan mereka.
Tidak lama kemudian, kerumunan itu pun bubar. Saat ini, manajer mall itu baru bisa menarik napas lega.
Saat dia membalikkan badan dan hendak berjalan ke arah Brigitta dan lainnya, dia mendengar ada suara sepatu kulit pria diikuti dengan sebuah suara yang rendah dan hangat.
"Tunggu."
…
Di gudang mall.
Brigitta dan Tiana duduk di depan kantor, lalu berkata pada staf di sana dengan arogan, "Bukankah kalian sudah mengurung Victoria? Di mana kalian mengurungnya? Kenapa kalian masih belum membawa kami pergi ke sana?"
Staf itu hanya berkata dengan tunduk, "Mungkin kalian harus menunggu sebentar .... Nanti manajer akan mengaturnya …. Seharusnya dia akan datang sebentar lagi."
"Dasar nggak berguna!" Tiana langsung memaki.
Tepat di saat dia selesai memaki, manajer mall pun berjalan masuk.
Raut wajah manajer itu masih sama seperti tadi, tetapi juga terlihat sedikit berbeda.
Brigitta tidak menyadarinya dan langsung berteriak setelah melihat manajer itu, "Di mana wanita jalang itu!"
Kata-kata terakhir manajer itu seperti mempunyai maksud lain.
Brigitta tidak mencurigainya. Dia dan Tiana bangkit dari tempat duduk dan mengikuti manajer itu.
Manajer itu tertawa diam-diam dan membawa kedua orang itu berjalan ke ... ruang bawah tanah mall.
Melihat sekeliling mereka yang bertambah gelap, Brigitta malah menganggukkan kepalanya dengan puas, "Lumayan. Wanita jalang itu memang pantas dikurung di tempat yang sama dengan tikus dan serangga busuk seperti ini."
"Benar sekali." Manajer itu tersenyum dan menolehkan kepalanya sambil membuka pintu besi, "Silakan."
Brigitta dan Tiana tidak sabar untuk memberi pelajaran pada Victoria, jadi mereka pun segera masuk.
Begitu mereka melangkah masuk, tiba-tiba terdengar suara nyaring pintu dikunci!
Brigitta dan Tiana langsung membeku di tempat.
Pada saat bersamaan, sebuah lampu di ruang bawah tanah itu dinyalakan.
Kedua wanita itu melihat dengan jelas situasi di hadapan mereka pada saat bersamaan dan membelalakkan mata mereka dengan horor!
__ADS_1
Saat ini, mereka dikurung di dalam sebuah sangkar besi. Ada sebuah sangkar besi lainnya di samping mereka yang berisi belasan pria yang bertubuh besar dan berotot. Tubuh bagian atas mereka telanjang dan dipenuhi oleh tato dan bekas luka.
Sangat jelas bahwa orang-orang ini adalah preman.
Mereka semua tampak sangat garang dan kejam. Saat ini, mereka menatap Briggita dan Tiana dengan senyum bengis.
Brigitta dan Tiana sangat ketakutan sehingga wajah mereka menjadi pucat pasi. Mereka langsung berlari ke samping pintu, "Ka ... ka ... kamu! Apa yang kamu lakukan! Apa maksudmu ini?"
Tiana bahkan berteriak dengan marah, "Kamu berani mengurung kami di sini? Apakah kamu lupa kalau aku adalah investor kalian?"
Saat ini, manajer mall itu tersenyum sinis, "Kamu memang investor kami, tapi maaf. Sepuluh menit yang lalu, seluruh mall ini sudah dibeli oleh orang lain!"
"Apa??" Brigitta membelalakkan matanya dengan tidak percaya.
Manajer mall menatap sekelompok pria itu dan 'berbaik hati' memperkenalkan mereka, "Mereka adalah perampok yang ditangkap di mall dalam dua hari ini. Ada juga beberapa orang yang merupakan gangster lokal di pasar gelap Kota Jakarta. Mereka semua disiapkan secara khusus untuk kalian berdua."
Brigitta dan Tiana ketakutan hingga lupa bernapas.
Manajer itu menjentikkan jarinya dan pintu diantara kedua sangkar itu pun terbuka!
Wajah kedua wanita itu menjadi pucat pasi saat melihat sekelompok orang yang tersenyum bengis itu berjalan ke arah mereka melewati pintu yang baru terbuka itu.
Manajer itu melangkah mundur, "Silahkan menikmatinya! Siapa suruh ... kalian menyinggung orang yang nggak seharusnya kalian singgung."
Brigitta sangat ketakutan sehingga sekujur tubuhnya gemetaran dengan tidak terkendali. Dia mengambil ponselnya dan menekan nomor secara acak, "Ka ... kakak Mark, tolong aku ... to .... Ah!!"
Salah seorang pria bertato itu langsung menghempaskan ponselnya keluar.
"Ah!"
Kemudian, terdengar teriakan wanita yang membuat orang merinding!
…
Ruang pemantauan di mall.
Manajer bos berdiri di depan pintu dengan patuh dan hati-hati agar bisa menerima perintah setiap saat. Bagaimanapun juga, bos baru mereka sedang berada di dalam ruang pemantauan.
Di dalam ruangan itu, Ivan berdiri di depan komputer.
Dia berkata dengan suara yang rendah dan hormat, "Tuan Denny, CCTV sudah tersambung."
Seorang pria yang mengenakan topeng emas sedang duduk di atas sofa kulit di depan komputer. Ekspresi wajahnya terlihat sangat dingin.
__ADS_1
Dia mengenakan mantel hitam dan memancarkan aura dominasi yang sangat kuat. Aura di sekelilingnya sangat dingin sehingga membuat orang yang melihatnya akan merasa takut dan tunduk padanya.