
Seorang pria berusia empat puluh tahun terlihat tengah membersihkan debu di sebuah dinding. Pria itu bernama Lewis Austin seorang yang memiliki profesi sebagai Arkeolog.
Lewis kini tengah tengah menyelidiki sebuah makam Raja kuno di Mesir dengan dibantu oleh rekan sesama Arkeolog.
"Hei Lewis, jangan masuk terlalu dalam. Struktur bangunan ini sudah sangat tua, hati-hati!" Ucap seorang pria bernama Jack yang memberi peringatan kepada Lewis.
Tetapi suara Jack tampaknya tidak terdengar oleh Lewis yang tengah bekerja sambil mendengarkan musik menggunakan earphones ditelinga nya.
Hingga peringatan Jack terbukti benar saat tiba-tiba gempa berkekuatan delapan skala richter menghantam daerah tempat para arkeolog yang sedang melakukan penelitian.
Jack berulang kali memberi peringatan kepada Lewis, tapi tampaknya pria tersebut masih saja tidak mendengar hingga kejadian yang buruk menimpanya.
Tempat dimana Lewis tengah melakukan penelitian akhirnya runtuh dan menimpa tubuh pria tersebut yang membuatnya tewas tertimpa bangunan.
Akhirnya baru malam hari tubuh Lewis baru bisa diangkat setelah mengerahkan alat berat. Kondisi tubuh pria berusia empat puluh tahun terlihat sangat menyedihkan dan berlumuran darah yang membuat beberapa orang tak sanggup melihatnya lama-lama.
*******
Disisi lain kini Lewis terbangun dan menemukan dirinya berada di sebuah tempat yang semuanya terlihat putih, seolah ia berada di kehampaan tak berujung.
"Dimana ini? Kenapa semuanya terlihat putih?" Gumam Lewis sambil memperhatikan kearah sekitar nya yang hanya dipenuhi warna putih.
Lewis kemudian melihat tempat nya berpijak yang tampak seperti gumpalan awan dan ia mencoba mengetuk-ngetuk nya, namun rasanya ia seperti tidak merasakan atau menyentuh apapun.
"Apa aku benar-benar sudah mati? Kehidupan singkat yang sangat menyedihkan untuk pria bujang sepertiku..." Gumam Lewis yang tidak tau harus menangis atau tertawa saat ini.
Kini Lewis benar-benar sudah putus asa dan menunggu apa yang akan terjadi kepada dirinya sekarang. Menoleh kesana-kemari ia sama sekali tidak menemukan seseorang selain dirinya.
Hingga saat Lewis tengah melamun seseorang tiba-tiba menyentuh pundaknya dari belakang yang membuat pria tersebut langsung menjadi kaget.
"Hantu!!! Menjauh lah dari ku!!!" Teriak Lewis saat melihat penampakan seorang pria tua dengan rambut putih panjang yang digerai begitu saja lengkap menggunakan setelah putih.
__ADS_1
Tidak terima diteriaki hantu oleh roh seorang pria yang baru saja mati, pria tua yang bertugas di persimpangan antara kehidupan dan kematian itu lalu memunculkan batang kayu untuk memukul kepala Lewis hingga benjol.
"Siapa yang kamu panggil hantu hah?!" Tanya pria tua dengan nada kesal kepada Lewis yang tidak tau apa-apa sekarang.
Lewis mengelus kepalanya yang benjol dan menatap pria tua tersebut sambil menahan rasa sakit. "Tentu saja kamu! Cobalah untuk melihat penampilan mu sekarang. Apa kamu sedang cosplay untuk malam Halloween?"
Takkkk!!!
Pukulan kayu seketika melayang di kepala Lewis dan membuat pria tersebut mendapat benjolan tambahan, dimana hal itu membuatnya seperti seekor sapi dengan dua tanduk di kepala.
"Jaga omongan mu manusia! Aku adalah Hades Dewa yang menjaga tempat ini!!!" Ucap Hades dengan kesal sambil menunjuk Lewis menggunakan batang kayu ditangannya.
Mendengar perkataan dari pria tua di hadapannya seketika membuat Lewis tertawa terbahak-bahak dan menganggap pria tua itu sudah tidak waras.
"Hades? Hahaha! Jangan mengatakan omong kosong seperti itu kakek! Meskipun aku seorang arkeolog, tapi aku tidak percaya tentang hal semacam itu!" Ejek Lewis sambil tertawa terbahak-bahak sampai terpingkal di lantai.
Urat di dahi sang Dewa Kematian tersebut kemudian keluar dan ini baru pertama kalinya ada seseorang yang berani mengejeknya, bahkan Dewa lain tidak berani untuk melakukannya.
Dewa Hades kemudian memberi pukulan berulangkali kepada Lewis, tapi pria itu bukannya merasa ketakutan dan justru masih bisa tertawa terbahak-bahak.
Merasa telah dipermalukan oleh seorang manusia, Dewa Hades kemudian mengeluarkan petir hitamnya yang membuat tempat tersebut berguncang hebat dan bergemuruh.
Blaarrrrr!!!
Petir hitam seketika menyambar roh milik Lewis dan membuatnya menjadi gosong hingga tercium aroma daging bakar yang menggugah selera makan orang ketika menciumnya.
Setelah disambar petir oleh Dewa Hades, mendadak Lewis menjadi diam dan duduk seperti bocah yang penurut dihadapan orang tuanya.
Lewis kini akhirnya benar-benar sadar jika pria tua dihadapan benar-benar seorang Dewa setelah melihat fenomena yang baru saja terjadi tepat didepan matanya sendiri.
Tetapi anehnya Lewis tidak merasakan rasa sakit dari petir yang baru saja menyambar nya dan hanya terasa seperti ia habis mandi di dalam kolam berisi daun mint.
__ADS_1
"Apakah kamu sekarang percaya kalau aku adalah seorang Dewa?" Tanya Dewa Hades sambil memegang batang kayu ditangannya.
Dengan gaya seorang Guru yang galak, Dewa Hades menatap Lewis dengan rendah dan bersiap memberinya hukuman lain jika pria itu tidak memberikan jawaban yang sesuai.
"Y-Ya aku minta maaf. Aku tau kalau aku telah salah. Mohon ampuni aku!" Balas Lewis sambil bersujud di hadapan sang Dewa Kematian Hades.
Mendengar jawaban dari Lewis seketika membuat Dewa Hades menjadi percaya diri kembali dan merasa puas melihat manusia tersebut sujud kepadanya.
Namun kepuasan Dewa Hades seketika hilang saat Lewis mengatakan hal yang tidak pantas kepadanya dan mengejeknya berulang kali.
"Hahaha! Apa menurut mu aku percaya kalau kau adalah seorang Dewa pak tua? Jangan bercanda denganku!" Ucap Lewis sambil mengacungkan jari tengah nya kepada sang Dewa Hades.
Dewa Hades seketika menjadi murka dan mengejar Lewis yang berlari, untuk memberi pelajaran kepada roh manusia yang telah menghina martabatnya.
Seorang Dewa dan sosok roh manusia seketika melakukan kejar-kejaran seperti seekor singa yang ingin memangsa seekor Kijang gesit.
Entah sudah berapa lama mereka melakukan kejar-kejaran, tapi yang pasti keduanya tidak merasakan lelah atau lapar sedikit pun.
Hingga pada akhirnya Lewis yang sudah merasa bosan berhenti berlari dan membuat sang Dewa kematian Hades menjadi bingung kepadanya.
"Kita hentikan saja, aku sudah benar-benar merasa bosan..." Ucap Lewis sambil duduk termenung dan menggambar lingkaran.
"Huh? Baiklah... Tapi apa kamu sudah tau konsekuensi karena telah menghina seorang Dewa seperti ku?" Tanya Dewa Hades.
Lewis mengangguk pelan. "Ya aku siap menghadapi konsekuensi nya. Maaf karena sudah mengatakan hal yang tak pantas kepadamu, masukan saja sekarang aku ke dalam neraka. Semua ini sudah tidak ada artinya lagi bagiku..."
Mendengar apa yang dikatakan oleh roh manusia di hadapan nya, Dewa Hades awalnya tidak percaya dan mengira kalau Lewis akan berbohong lagi. Namun setelah menggunakan kemampuan untuk membaca pikiran, Dewa Hades akhirnya percaya.
Dewa Hades yang terkenal kejam dan tak sungkan menghabisi musuhnya, kini terlihat tidak memiliki gairah untuk sekedar memberi pelajaran kepada roh manusia yang telah menghina nya selama hampir 4000 tahun.
Tanpa disadari mereka sudah melakukan kejar-kejaran selama 4000 tahun dan seolah baru saja terjadi beberapa menit lalu.
__ADS_1