Pandora System

Pandora System
Keangkuhan Manusia


__ADS_3

Mengetahui bahwa Alvin memiliki element yang terbilang langka di dunia Eternal membuat Lewis merasa cukup bingung, pasalnya bagaimana seorang anak yang memiliki element langka justru kehidupannya terbilang cukup memprihatinkan.


Lewis merasa penasaran bagaimana orang-orang di kota Barren Desert tidak menyadari potensi yang dimiliki oleh Alvin bahkan pihak Kerajaan sekalipun.


Seharusnya anak seperti Alvin mendapat perhatian khusus dan dibimbing agar potensi yang dimilikinya bisa maksimal, bukannya disia-siakan seperti ini.


Melihat kondisi yang dihadapi oleh Alvin membuat Lewis seolah melihat cerminan dirinya dimasa kecil. Pada akhirnya Lewis memutuskan untuk membantu Alvin agar bibit unggul sepertinya tidak hilang begitu saja.


"Sebelumnya apa kamu pernah menunjukkan hal ini kepada orang lain, Alvin?" Tanya Lewis memastikan bahwa tidak ada orang lain selain dirinya yang Alvin tunjukkan kemampuannya.


Alvin dengan polos menggelengkan kepala. "Belum ada, hanya kakak saja. Aku juga baru tahu kalau aku bisa menggunakan sihir beberapa bulan lalu saat ulang tahun ku yang ke sepuluh..."


Mendengar jawaban yang diberikan oleh Alvin seketika Lewis dapat menyimpulkan, bahwa semua orang di dunia Eternal akan membangkitkan sihir mereka saat menginjak usia sepuluh tahun.


Pantas saja tidak ada yang menyadari bahwa Alvin membangkitkan element sihir Thunder, kemungkinan saat proses kebangkitan Alvin tidak ada orang yang melihatnya.


Lewis mengangguk paham dan segera memberi peringatan kepada Alvin. "Dengar Alvin, aku akan membantumu nanti di atas arena. Tapi jangan tunjukkan kemampuanmu saat berada disana nanti. Mengerti?"


"Baik aku mengerti, terimakasih kak..." Balas Alvin dengan senang karena tidak menyangka kalau akan ada orang yang mau membantu dirinya.


Perbincangan diantara Lewis dan Alvin terpaksa dihentikan saat ada pengumuman yang memberitahu kepada seluruh peserta untuk segera naik ke atas arena.


Sebanyak seratus orang yang mengikuti pertandingan ini mulai menaiki arena pertarungan dan disaksikan oleh ribuan penonton dari atas tribun.


Begitu semua peserta naik keatas arena pertarungan, pintu masuk yang digunakan oleh para peserta sebelumnya seketika ditutup dan duri besi runcing langsung mengelilingi arena pertarungan.


Hal ini sengaja dilakukan oleh panitia untuk mencegah para peserta kabur dari pertarungan dan secara langsung menyuruh mereka untuk saling membunuh satu sama lain.

__ADS_1


Tentu semua peserta tau akan peraturan ini, tetapi tidak dengan Lewis dan Alvin yang baru pertamakali nya mengikuti pertandingan ini.


Seorang pria tambun dari atas tribun VIP menampakkan dirinya. Dia adalah seorang Baron bernama Caesar yang merupakan walikota Barren Desert.


"Selamat datang di acara gladiator yang ke dua puluh!" Ucap Caesar dengan suara lantang yang langsung disambut teriakan dan tepuk tangan para penonton.


Caesar tersenyum dan melambaikan tangannya sebelum lanjut berbicara. "Dalam pertarungan tahunan ini seluruh peserta harus bertarung satu sama lain dan hanya satu orang yang tersisa akan menjadi pemenangnya!"


"Namun dalam pertarungan tahun ini akan ada sebuah kejutan untuk kita semua!" Ucap Caesar yang membuat semua penonton serta peserta menjadi penasaran.


Suasana yang awalnya rami tiba-tiba menjadi hening dan membuat semua orang dapat mendengar suara langkah besar.


Sebuah pintu khusus yang memiliki tinggi sepuluh meter lalu terbuka dan memperlihatkan seekor monster berkepala banteng. Monster tersebut memiliki tinggi sekitar enam meter.


Monster tersebut tidak lain adalah Minotaur. Sosok monster yang memiliki kemampuan fisik tinggi dan berada dalam peringkat monster level S.


Tatapan mata berwarna merah seketika membuat semua orang merasa terintimidasi dan ketakutan pada diri mereka mulai muncul saat melihatnya.


Beberapa orang juga membawakan sebuah senjata untuk monster tersebut yang berupa kapak besar untuk menyerang para peserta.


Minotaur tiba-tiba mengamuk saat melihat banyak manusia dan melakukan pemberontakan, hingga membuat rantai yang mengekang dirinya terlepas.


Para penjaga yang memegang rantai seketika tewas terkena amukan dari Minotaur. Dengan cepat pintu masuk sebelumnya langsung ditutup agar monster berkepala banteng tersebut tidak keluar dari arena.


Minotaur mengambil kapak besar miliknya dan melihat kearah para peserta. Asap putih keluar dari hidungnya dan dia meraung keras hingga suaranya terdengar sampai keluar Koloseum.


Raungan dari Minotaur seketika membuat para peserta langsung mengangkat senjata mereka. Meski tidak yakin bisa menang melawan monster itu, tetapi mereka sama sekali tidak punya pilihan lain.

__ADS_1


Seorang pria dengan zirah besi lengkap keluar dari kerumunan peserta dan maju. Pria tersebut tampaknya sangat percaya diri dapat mengalahkan monster sekelas Minotaur.


Beberapa orang yang mengenali pria tersebut langsung bersorak dan menyemangatinya seolah dia adalah pahlawan di kota Barren Desert.


Lewis tampak heran dengan sambutan semua orang kepada pria yang menurutnya asing tersebut. "Siapa pria disana itu, Alvin?" Tanya Lewis sambil menunjuk kearah pria yang dia maksud.


"Pria itu namanya Kayle Banerjee, petualangan tingkat S yang terkenal di kota. Kabarnya dialah orang yang telah membunuh dua monster yang menjadi momok di padang pasir beberapa waktu lalu..." Balas Alvin sambil bersembunyi dibelakang Lewis karena takut dengan sosok Minotaur.


Perkataan dari Alvin seketika membuat sudut bibir Lewis berkedut. Bagaimana tidak, dialah orang yang telah membunuh dua monster yang menjadi momok di padang pasir, bukan sosok Kayle yang hanya mengaku-ngkau agar bisa mendapat promosi untuk menjadi petualang tingkat S.


Dengan angkuh Kayle mengacungkan pedang nya ke arah Minotaur. "Wahai monster biadab, bersiaplah untuk menghadapi kematian mu hari ini!"


Minotaur yang ditantang oleh Kayle lalu mengendus dan mengeluarkan asap dari hidungnya. Raut wajah monster tersebut seketika menjadi kesal saat melihat seorang manusia lemah yang mau menantang dirinya.


Groaaarrrr!!!


Dengan cepat Minotaur berlari seperti seekor banteng sambil membawa kapak ditangan nya menuju arah Kayle yang masih bersikap angkuh dan santai.


Kayle tersenyum sinis saat Minotaur berlari menerjang kearahnya. Dengan menggunakan sebuah trik kecil Kayle dapat menghindari serangan dari Minotaur.


Aksinya yang dianggap epic langsung membuat semua penonton bertepuk tangan, bahkan para peserta juga ikut menyoraki nya.


Kayle dengan senang menerima sanjungan dari semua orang dan menganggap dirinya sangat pantas mendapatkan hal ini, seakan menganggap dirinyalah sang penyelamat.


Tak terima serangan pertamanya dapat dihindari dengan mudah, Minotaur segera melakukan ancang-ancang dan kembali melesat kearah Kayle.


Lagi-lagi Kayle dapat dengan mudahnya menghindari serangan dari monster sekelas Minotaur. Saking percaya dirinya, Kayle lalu mengeluarkan kain berwarna merah terang untuk memancing amarah Minotaur.

__ADS_1


Kayle sekarang bertingkah seolah dirinya adalah seorang Torero dalam olahraga adu banteng matador, dengan menggunakan kain merah sebagai muleta didepan banteng.


Amarah Minotaur seketika memuncak saat melihat kain merah yang ada ditangan Kayle. Minotaur langsung meraung keras dan menggunakan skill untuk memperkuat ketahanan fisiknya.


__ADS_2