
Setelah membunuh Kayle, Lewis menatap mayat pria tersebut dan menyaksikan darah yang mengucur dari leher mulai menggenang.
Entah mengapa Lewis merasa tidak mual saat menyaksikan kejadian ini, bahkan tidak ada rasa penyesalan yang dia rasakan setelah melakukan pembunuhan pertamanya kepada seorang manusia.
Disaat Lewis sedang lengah seorang wanita menarik tali busurnya dan melepaskan tembakan kearah pria tersebut.
Jlleeebbbb!!!
Suara desiran angin samar-samar terdengar dari anak panah yang meluncur membelah angin. Hingga pada akhirnya ujung anak panah menancap tepat di dada kanan Lewis.
Tubuh sedikit terdorong kebelakang setelah menerima tembakan kencang anak panah dari seorang petualang wanita.
Lewis segera mencabut anak panah dari dadanya dan menemukan kalau ujung anak panah tersebut dilumuri oleh cairan hitam yang merupakan racun mematikan.
Pandangan Lewis kemudian tertuju kearah petualang wanita yang telah melakukan tindakan untuk menghilangkan nyawanya disaat ia sedang lengah.
Mendapat tatapan dari Lewis, sang petualang wanita menjadi cukup panik dan takut karena telah memancing perhatian pria yang telah membunuh monster Minotaur serta petualang tingkat atas.
Wanita itu kemudian melepaskan tembakan lagi kearah kepala Lewis, tetapi sayangnya Lewis dengan mudah dapat menghindari serangannya.
Lewis mulai berlari kearah wanita itu sambil memegang anak panah ditangan nya. Alhasil tindakannya membuat petualang wanita menjadi takut dan dengan panik mulai melepaskan tembakan, namun kali ini ia melapisi anak panahnya menggunakan elemen angin agar membuat laju panah menjadi lebih cepat.
Tetapi usaha yang telah dilakukan oleh petualang wanita tampaknya sia-sia saja dan tidak ada satupun anak panahnya mengenai Lewis.
Hingga saat Lewis berada tepat dihadapannya, raut wajah petualang wanita berubah menjadi ketakutan dan ingin melarikan diri.
Jlleeebbbb!!!
Sayangnya petualang wanita harus meregang nyawa dengan anak panahnya sendiri, setelah Lewis menusuk menggunakan anak panah tersebut ke lehernya.
Brukkk!!!
Tubuh petualang wanita lalu terjatuh dan ia masih belum percaya akan tewas ditangan seorang pria asing yang tidak pernah dia lihat di kota ini.
__ADS_1
Pandangan mata mayat petualang wanita tampak terbuka dan dari luka di bagian leher mulai mengeluarkan darah yang perlahan menjadi genangan.
Beberapa peserta yang tersisa seketika menjadi waspada. Mereka saling menatap satu sama lain dan sepakat untuk membunuh Lewis terlebih dahulu.
Seorang wanita yang memiliki job sebagai Support lalu menggunakan skillnya untuk memberi peningkatan kepada pria dengan job Swordsman.
Begitu mendapat peningkatan, Swordsman langsung melesat dengan cepat dan hanya dalam waktu tiga detik seketika telah berada di hadapan Lewis.
Sebuah serangan yang mengarah ke leher Lewis dilepaskan oleh petualang dengan job Swordsman. Pria itu jelas ingin segera menyingkirkan Lewis yang dia anggap lebih berbahaya dari peserta lain.
Lewis yang telah memprediksi serangan pria itu lalu tersenyum tipis dan merunduk hingga membuat serangan kearah kepalanya meleset.
Dengan cepat Lewis meraih sebilah pisau dari mayat petualang wanita yang telah ia bunuh sebelumnya dan segera menghunus kearah jantung pria di hadapannya.
Jleebbb!!!
Mata pisau dengan mudahnya menusuk dada petualang pria tersebut hingga mengenai jantung. Alhasil dia tewas seketika dan tubuhnya ambruk di samping mayat petualang wanita.
Bahkan walikota Caesar juga mulai tertarik kepada Lewis dan memiliki rencana untuk merekrut pria itu kedalam pasukannya nanti jika masih dapat bertahan sampai akhir.
Dari bangku penonton terlihat dua orang misterius menggunakan jubah hitam tengah mengawasi Caesar dari kejauhan seolah mereka memiliki sebuah rencana terselubung.
Namun dua orang misterius itu tampaknya mulai mewaspadai Lewis karena takut rencana tersembunyi mereka digagalkan olehnya.
"Apa yang akan kita lakukan jika pria di sana mengacaukan rencana kita, Tuan?" Tanya salah satu orang misterius kepada rekan yang duduk di sebelahnya.
"Kita lihat saja nanti apakah dia akan membuat rencana kita menjadi berantakan atau tidak. Kalau iya, maka terpaksa kita menggunakan senjata itu..." Balas orang misterius lain kepada rekannya dan terdengar kalau mereka adalah seorang pria.
Sementara itu di atas arena Lewis kini sedang berhadapan dengan sisa peserta yang tampak bekerjasama ingin mengalahkan dirinya yang hanya seorang diri.
Menghadapi mereka tentu bukanlah hal yang berat untuk Lewis karena dia memiliki pedang untuk menangkis serangan sihir. Tetapi masalahnya Lewis sekarang merasa kalau tubuhnya mulai lemas dan pengelihatan nya menjadi kabur akibat racun dari anak panah yang sebelumnya menancap di dadanya.
Bahkan untuk berdiri tegak saja Lewis menggunakan pedangnya sebagai tumpuan agar tubuhnya tidak ambruk. Melakukan serangan atau bahkan hanya untuk sekedar bertahan rasanya sekarang Lewis tidak akan mampu lagi.
__ADS_1
Keringat dingin mulai bercucuran dari tubuh Lewis. Beberapa kali ia mengalami batuk darah akibat racun di tubuhnya menjalar dengan sangat cepat.
Melihat keadaan Lewis yang mulai memburuk, tentu saja membuat para peserta lain menjadi sangat senang karena dapat dengan mudah untuk mengalahkannya.
Seorang petualang dengan job Magician lalu menahan pergerakan Lewis menggunakan skill tipe Ice untuk membuat beku kedua kaki pria tersebut.
Tidak cukup dengan membekukan area disekitar kaki Lewis, beberapa orang dari mereka kemudian menggunakan skill untuk mengikat kedua tangan Lewis menggunakan akar pohon.
Pergerakan Lewis kini benar-benar telah terkunci. Lewis tidak mampu untuk menggerakkan tangannya saat ingin menghancurkan dua jenis skill yang menahan tangan dan kakinya.
Begitu memastikan Lewis tidak mampu bergerak lagi, para peserta yang tersisa kemudian berjalan menghampiri Lewis dan tampaknya ingin menyiksa pria itu dulu sebelum membunuhnya.
Alvin yang melihat para peserta lain ingin melukai Lewis tampak tidak bisa tinggal diam begitu saja. Anak yang masih berusia sepuluh tahun tersebut kemudian menghela nafas panjang dan menatap fokus kearah orang-orang tersebut.
Dalam gerakan cepat dan singkat, Alvin menggunakan skill yang dapat membuat pergerakannya menjadi begitu sangat cepat seperti flash dan menyayat leher para peserta lain.
Seketika tubuh para peserta langsung ambruk ke tanah dan mereka tidak tau apa yang barusan saja terjadi hingga membuat mereka tewas dalam waktu singkat.
Kejadian ini tentu mengejutkan semua orang yang melihatnya. Mereka dibuat seolah tidak percaya dengan serangan yang dilakukan oleh Alvin sebelumnya.
Tentu beberapa dari mereka mengenali Alvin sebagai anak pembuat masalah apalagi bagi kalangan para pedagang yang biasa dagangan mereka dicuri oleh anak kecil tersebut.
Sementara itu es dan akar pohon yang menahan pergerakan Lewis seketika menghilang setelah pemilik skill tersebut tewas akibat dibunuh oleh Alvin.
Lewis kemudian menatap Alvin dan jujur saja ia merasa senang karena anak tersebut mulai terbiasa dengan pembunuhan semacam ini.
Tampaknya Alvin meniru cara membunuh Lewis yang menyayat leher korbannya atau menusuk jantung mereka agar mendapat kematian instant.
"Tidak buruk... Kelihatannya kamu sudah mulai terbiasa dengan hal ini Alvin?" Puji Lewis sambil menyeka darah yang ada di bibirnya.
Mendapat pujian dari Lewis tentu membuat Alvin merasa senang. Setelah melihat aksi Lewis sebelumnya dalam membunuh monster sekelas Minotaur dengan mudah, Alvin sudah mulai mengidolakan pria tersebut.
"Sekarang kemari dan bunuhlah aku!" Ucap Lewis dengan tenang seolah tidak memiliki beban, sambil tersenyum tipis kearah Alvin.
__ADS_1