Pandora System

Pandora System
Dunia Eternal


__ADS_3

Ingin rasanya Dewa Hades memberi hukuman kepada Lewis sekarang, tetapi melihat waktu yang sudah sangat terbatas membuatnya tidak bisa menghukum roh yang sudah dia anggap sebagai temannya sendiri.


"Baik aku akan memberimu satu permintaan apapun itu. Bagaimana?" Tanya Dewa Hades memberi penawaran kepada Lewis.


Mendapat tawaran bagus dari Dewa Hades seketika membuat Lewis tersenyum licik dan aneh. "Kalau begitu berikan aku kuasa untuk membuat semua Dewa tunduk dibawah kekuasaan ku!"


Takkkkk!!!


Perkataan Lewis seketika membuat Dewa Hades ingin naik pitam. Dengan keras ia memberi pukulan kearah kepala Lewis hingga membuatnya mendapat benjolan baru.


"Dasar makhluk tidak tau diri. Mana ada hal yang semacam itu!!! Meskipun aku bisa, tetap saja aku tidak mau keseimbangan Dunia hancur karena ulah mu!!!" Ucap Dewa Hades dengan kesal.


Lewis menggosok benjolan di kepalanya dan bersedih kesal. "Kalau begitu berikan sebuah penawaran yang jelas dan pasti, bukannya penawaran ambigu seperti itu!!!"


"Cih! Baiklah... Begini saja, Aku akan memberimu tiga permintaan, tapi dengan batas sewajarnya seperti misalnya kekayaan, wanita, dan fisik yang sempurna mungkin? Atau kamu mau satu kotak ini saja?" Ucap Dewa Hades sambil menunjukkan kepada Lewis sebuah kotak kecil berwarna hitam legam yang melayang ditangannya.


Awalnya Lewis ingin memilih tawaran tiga permintaan yang diberikan oleh Dewa Hades, namun setelah melihat kotak hitam tersebut membuatnya merasa tertarik.


"Aku mau kotak hitam ini saja!" Ucap Lewis dengan semangat sambil menunjuk ke arah kotak hitam yang melayang ditangan Dewa Hades.


Sebelah alis Dewa Hades terangkat dan ia merasa heran kenapa Lewis mau memilih kotak hitam yang melayang ditangannya. Padahal Lewis bisa membuat tiga permintaan tetapi malah memilih kotak yang belum jelas isinya apa.


"Apa kamu yakin memilih kotak ini? Bagaimana jika nantinya nyawamu melayang hanya karena kotak ini, Lewis?" Tanya Dewa Hades.


Dengan cepat Lewis meraih kotak hitam ditangan Dewa Hades dan mengelus nya seperti sebuah benda yang sangat berharga. "Tenang saja, kalau aku mati aku akan kembali kesini dan bertemu denganmu seperti sebelumnya..."


Dewa Hades menghela nafas panjang. "Terserah kamu saja, apa kamu mau aku jelaskan terlebih dahulu tentang Dunia barumu sebelum bereinkarnasi?"


"Singkat saja..." Balas Lewis tanpa memperhatikan Dewa Hades dan memilih fokus dengan kotak hitam misterius baru miliknya.

__ADS_1


"Baiklah... Singkatnya Dunia yang kamu tempati nanti bernama Eternal. Di sana ada banyak kehidupan dari mulai manusia sampai iblis-" Belum sempat Dewa Hades selesai menjelaskan, tiba-tiba Lewis langsung memotong penjelasan nya.


"Tunggu sebentar. Iblis? Apa di sana juga ada Raja Iblis? Bagaimana dengan pahlawan? Apa di sana juga sudah ada seorang pahlawan?" Tanya Lewis.


"Tentu saja di sana ada Raja Iblis, memangnya siapa yang akan memimpin bangsa Iblis jika tidak ada rajanya? Untuk pahlawan kamu tenang saja, di sana sudah ada sosok yang diberi tugas menjadi seorang pahlawan..." Balas Dewa Hades.


"Baguslah, kalau begitu aku tidak perlu repot-repot mengurusi Dunia itu nantinya..." Ucap Lewis.


"Memangnya kamu mau menjadi pahlawan itu?" Tanya Dewa Hades.


"Tentu saja tidak, untuk apa aku repot-repot mengurusi orang lain yang belum aku kenal apalagi sebuah kerajaan. Aku ingin hidup bebas dan tidak diberi perintah oleh siapapun lagi..." Balas Lewis sambil tertawa.


Dewa Hades menghela nafas dan mengangguk sambil mengeluarkan sebuah portal menuju Dunia Eternal.


"Kalau begitu bersenang-senang lah di Dunia barumu, Lewis..." Ucap Dewa Hades.


"Tentu saja, tapi bagaimana denganmu? Apa kamu baik-baik saja tinggal disini sendirian?" Tanya Lewis yang sedikit kasihan dengan Dewa Hades.


"Baguslah, kalau begitu sampai jumpa lagi..." Ucap Lewis sebelum hilang memasuki portal menuju Dunia Eternal.


Begitu Lewis masuk, portal tersebut langsung menghilang dan mendadak suasana di tempat Dewa Hades sekarang menjadi sunyi kembali.


"Ya, sampai jumpa lagi Lewis..." Gumam Dewa Hades sambil mengangkat tangan nya melepas kepergian sosok yang pertama kali bisa ia sebut teman.


"Lewis... Sebenarnya siapa pria itu, kenapa petir ku tidak berefek apapun kepadanya. Bahkan ia bisa bertahan selama itu di tempat ini..." Gumam Dewa Hades.


Merasa tempat tersebut sangat berbahaya dan tidak memiliki manfaat apapun, Dewa Hades memutuskan untuk menghancurkan nya agar tidak ada lagi roh yang terjebak lagi.


Setelah menghancurkan persimpangan antara kehidupan dan kematian, Dewa Hades segera menghilang dan pergi menuju tempat di mana para Dewa berada.

__ADS_1


*******


Sementara itu Lewis yang baru saja masuk kedalam portal tiba-tiba terkejut saat ia langsung jatuh dari ketinggian sepuluh meter dan menghantam gunungan pasir.


"Uhuk-uhuk! Sial..." Lewis terbatuk dan mengeluarkan pasir yang tak sengaja masuk ke dalam mulutnya. Ia kini merasa sedikit sesak di dada setelah menghantam gunung pasir dari ketinggian sepuluh meter.


Perlahan Lewis membuka matanya dan menghalau sinar matahari yang sangat terik agar bisa melihat tempat dimana ia mendarat saat ini.


Mata Lewis seketika membelalak lebar saat menemukan bahwa dirinya terdampar di sebuah gurun pasir yang sangat luas, dengan terik sinar matahari yang terasa sangat panas.


Lewis hampir pingsan saat ia melihat tulang yang tampaknya berasal dari seekor Monster berada tak jauh dari lokasinya saat ini berada.


"Apa pria tua itu bercanda denganku?" Gumam Lewis sambil tertawa karena merasa hampir gila setelah mendarat di tengah-tengah sebuah gurun pasir.


Pandangan Lewis kini menjadi berkaca-kaca, ia tidak tau lagi sekarang harus berbuat apa saat terjebak di tengah padang gurun dengan di temani tengkorak Monster berukuran raksasa.


Sampai ia akhirnya tak sengaja menyentuh kotak hitam pemberian Dewa Hades yang tergeletak di samping nya dan segera Lewis buka.


Namun bukannya sebuah cahaya ilahi atau benda berharga yang biasa muncul di cerita-cerita dongeng, di dalam kotak hitam tersebut hanya menyimpan sebutir bola kecil sukuran kelereng yang terlihat biasa-biasa saja.


"Sepertinya aku sudah ditipu..." Lewis menghela nafas dan benar-benar menyesal telah memilih kotak hitam yang isinya hanya sebuah kelereng berwarna hitam legam.


Growwllll!!!


Suara gemuruh tiba-tiba terdengar dari perut Lewis yang merasa sangat kelaparan. Akhirnya karena terpaksa, Lewis memakan kelereng hitam ditangan nya tanpa pikir panjang berharap bisa mengganjal rasa laparnya.


"Rasanya seperti permen jahe..." Gumam Lewis saat mengunyah kelereng hitam di mulut nya.


Namun secara mengejutkan begitu Lewis menelan kelereng atau permen hitam tersebut, ia merasakan tenggorokan nya seperti terbakar api yang menyala dan rasa sakit itu langsung menjalar ke seluruh tubuh nya.

__ADS_1


"Argggghhhh!!!" Lewis berteriak kesakitan sambil memegangi lehernya yang terasa terbakar dan menggeliat akibat rasa sakit yang luar biasa.


__ADS_2