
Dewa Hades yang melihat roh milik Lewis tampak menjadi murung dengan ragu-ragu duduk di sebelahnya dan entah mengapa baru pertama kali ia merasa iba kepada seseorang.
Semua ini tidak terlepas dari Lewis yang telah membuat seorang Dewa Kematian tersebut untuk pertama kalinya merasa senang meski harus mendapat ejekan dari roh seorang manusia.
Sepanjang hidupnya Dewa Hades tidak pernah sekalipun merasakan senang dan di dalam dirinya hanya terasa hampa, meski melihat bagaimana manusia disiksa di neraka sekali pun.
"Ada apa denganmu, tidak biasanya kamu menjadi murung seperti ini?" Tanya Dewa Hades sambil melirik kearah Lewis.
Lewis menggelengkan kepala dan menyembunyikan wajahnya di antara kedua lutut kakinya. "Tidak ada, aku hanya merasa kehidupan ku tidak adil. Kenapa aku mati dalam keadaan bujangan..."
Rasa iba Dewa Hades seketika itu juga hilang begitu mendengar keluhan dari Lewis. Ia tidak habis pikir roh manusia itu masih bisa sempat-sempatnya memikirkan kematian dalam keadaan perjaka.
"Kamu masih bisa-bisanya mengatakan hal semacam itu setelah mati manusia..." Ucap Dewa Hades sambil memukul kepala Lewis.
Lewis meringis kesakitan dan menatap Dewa Hades dengan kesal. "Memangnya ada hal yang lebih buruk dari mati dalam keadaan perjaka?!" Tanya Lewis dengan kesal.
"Ada... Bagaimana dengan kematian orang tuamu?" Ucap Dewa Hades yang seketika membuat Lewis berdecih kesal.
"Kelahiran ku saja tidak membuat orang tuaku bahagia dan mereka membuang ku saat baru lahir dipinggir jalan. Untung saja ada orang baik yang membawaku ke panti asuhan sebelum aku mati ke dingin saat hujan...." Balas Lewis yang seketika membuat Dewa Hades terdiam.
Dewa Hades kini benar-benar merasa bersalah karena sudah membuat Lewis mengingat kejadian di masa lalu nya, karena tidak merasa enak akhirnya Dewa Hades mencoba memberi Lewis sebuah penawaran.
"Manusia... Apa kamu ingin hidup kembali dan melanjutkan kehidupan mu sebelumnya?" Tanya Dewa Hades sambil tersenyum dan merasa kalau Lewis akan menerimanya.
Tetapi dugaan Dewa Hades ternyata salah, Lewis menggelengkan kepala dan berkata, "Tidak... Untuk apa aku kembali ke dunia itu lagi... Aku sudah merasa lelah... Lebih baik aku bersantai di tempat yang terasa hening ini..."
__ADS_1
Jawaban dari Lewis seketika membuat Dewa Hades sedikit merasa gelisah karena ia tahu kalau roh milik Lewis cepat atau lambat akan segera lenyap dan tidak bisa menuju alam selanjutnya, karena terlalu lama berada di persimpangan anatara kehidupan dan kematian.
Sudah beberapa kali Dewa Lewis mendapati banyak roh manusia yang tak sengaja terjebak di tempat tersebut dan hanya bertahan lima menit saja sebelum lenyap. Sedangkan Lewis cukup beruntung dari miliaran roh hanya dia yang dapat bertahan selama 4000 tahun lamanya.
Dewa Hades seketika berkeringat dingin dan bagaimana pun dia tidak ingin Lewis yang sudah ia anggap sebagai temannya sendiri lenyap begitu saja.
Sudah banyak hal positif yang diberikan oleh Lewis kepada Dewa Hades hingga membuat sang Dewa Kematian tersebut dapat kembali menikmati hidupnya.
Dengan keras Dewa Hades mencoba memikirkan cara supaya Lewis mau melakukan reinkarnasi, yang sebenarnya hal tersebut membuat dirinya sendiri mendapat hukuman dari Dewa lain karena melakukan tugas yang bukan merupakan bagiannya.
Sebagai seorang Dewa yang ditakuti oleh Dewa lain tentu saja tak membuat Dewa Hades merasa besar kepala dan ia justru sangat patuh kepada aturan yang telah diberikan oleh langit.
"Bukannya kamu ingin mengenal tentang wanita, kenapa kamu tidak mau melakukan reinkarnasi?" Tanya Dewa Hades mengeluarkan kartu As miliknya.
Lewis menghela nafas dan melirik kearah Dewa Hades. "Wanita itu seperti racun yang dapat membuat kita terlena pada hal duniawi. Aku sekarang merasa baik-baik saja meski tidak berhubungan dengan wanita sekalipun... Lagipula wanita di dunia ku tidak terlalu baik dan suka berbohong, meski tidak semua dan hanya beberapa..."
Rasanya percuma bagi Dewa Hades untuk memberi tahu kebenaran kepada Lewis yang tampaknya sudah tidak punya gairah hidup lagi.
"Aku bukannya akan mengembalikan mu ke Dunia lamamu itu, melainkan Dunia lain tempat dimana sihir benar-benar nyata. Apa kamu tau, di sana banyak wanita yang lebih cantik dari Dunia tempat asal mu..." Ucap Dewa Hades dengan pasrah.
Mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh sang Dewa Hades, seketika membuat gairah yang selama ini terkubur di dalam diri Lewis kembali muncul.
"Apa yang kamu ucapkan itu benar?" Tanya Lewis memastikan perkataan dari Dewa Hades yang terdengar hanya omong kosong belaka.
Ucapan Lewis seketika membuat Dewa Hades menyadari kalau roh manusia tersebut kini merasa tertarik dan merupakan kesempatan besar untuk dirinya agar bisa mengirim Lewis keluar dari sana.
__ADS_1
"Tentu saja benar, bahkan ada wanita dari ras elf di Dunia yang baru saja aku katakan..." Balas Dewa Hades sambil menggosok tangannya seperti seorang penjual yang mau menipu konsumennya.
Pandangan kosong di mata Lewis seketika menjadi hilang diganti dengan kilatan penuh gairah setelah mendengar wanita dari ras elf yang diucapkan oleh Dewa Hades.
"Kamu tidak bohong kan? Coba kasih aku bukti kalau perkataan mu itu memang lah benar!" Tantang Lewis yang tidak mau termakan janji manis dari Dewa Hades begitu saja.
Merasa kalau Lewis benar-benar sudah menunjukkan rasa ketertarikan untuk bereinkarnasi, Dewa Hades kemudian memunculkan sebuah cermin yang menampilkan sosok wanita elf cantik.
Tidak hanya satu wanita saja, tetapi beberapa wanita elf yang sedang berada di pemukiman khusus bangsa elf, Dewa Hades kasih tunjuk kepada Lewis.
Lewis dengan cepat mengambil cermin yang ada ditangan Dewa Hades dan tersenyum aneh. "Mereka pasti sangat wangi..."
Namun senyuman Lewis seketika menghilang saat cermin tersebut, berganti menampilkan sosok seekor monster cacing berukuran besar yang terlihat sangat mengerikan, tengah menghancurkan konvoi kereta kuda para pedagang yang melewati jalur padang pasir.
Satu persatu orang yang ada di dalam konvoi tersebut mulai tewas dimakan oleh monster cacing tersebut, bahkan ada yang tewas saat terkena cairan asam dari monster cacing.
Melihat kejadian mengerikan tersebut seketika membuat Lewis mengurungkan niatnya dan memberikan cermin itu kepada Dewa Hades.
"Kamu sepertinya sudah tidak waras mau mengirim manusia biasa sepertiku ketempat mengerikan tadi..." Ucap Lewis yang kembali ke posisi berbaring.
Dengan panik Dewa Hades memecahkan cermin ditangan nya dan merasa putus asa saat roh milik Lewis mulai perlahan pudar.
"Kamu tenang saja, aku akan memberimu kekuatan agar kamu dapat beradaptasi dengan kondisi di Dunia itu nantinya!" Ucap Dewa Hades.
Tanpa disangka Lewis langsung bangkit dan menjabat tangan Dewa Hades. "Sepakat, kalau begitu cepat berikan aku kekuatan yang kamu maksud!" Ucap Lewis tanpa malu.
__ADS_1
Kumis putih milik Dewa Hades seketika berkedut saat melihat tingkah Lewis yang ternyata telah menjebaknya agar ia memberikan kekuatan kepadanya.