
Barang-barang milik para korban keganasan dua monster yang menguasi gurun pasir, terlihat bertebaran di sekitar kerangka tulang milik kedua monster raksasa tersebut.
Lewis mengambil beberapa pakaian yang masih layak untuk ia kenakan, sebab pakaian miliknya kini sudah banyak sobekan akibat pertarungannya tadi dengan Ooroboss.
Meski terlihat lusuh dan sedikit kotor, Lewis mengenakan pakaian yang temukan disana dan menutupi kepalanya menggunakan tudung kain agar tidak kepanasan terkena terik matahari.
Untuk memfilter udara yang masuk kedalam hidungnya dari debu dan pasir, Lewis menutupi sebagian wajahnya menggunakan kain yang menyerupai masker.
Saat tengah mengorek barang-barang yang berserakan tersebut, Lewis menemukan sebuah plat besi yang tampaknya adalah surat ijin masuk kedalam suatu wilayah tertentu.
Merasa kalau plat besi itu nantinya akan berguna, Lewis memilih untuk menyimpan nya didalam saku dan lanjut mencari barang-barang berharga yang bisa ia gunakan untuk bertahan hidup nantinya.
Pantulan cahaya dari koin emas dan perak tak sengaja mengenai mata Lewis yang membuat pria tersebut langsung memungut koin-koin itu.
"Sistem, bisakah kau jelaskan tentang mata uang di dunia?" Tanya Lewis sambil memandangi pola ukiran pada koin emas dan perak ditangannya.
[ DING! Keuangan di dunia ini masih menggunakan emas, perak, dan tembaga yang dibuat oleh suatu lembaga keuangan. Jenis uang ini dapat digunakan di setiap wilayah yang ada di dunia ini. Untuk nilai uangnya sendiri satu koin perak sama dengan sepuluh koin tembaga, sedang satu koin emas sama dengan seratus koin perak! ]
Begitu mendapat penjelasan dari Sistem, Lewis langsung memungut koin-koin tersebut dan memasukan nya kedalam sebuah kantung kecil yang ia ikatkan pada ikat pinggangnya.
Merasa tidak ada barang berharga lainnya karena semuanya sudah rusak, Lewis mengambil tongkat kayu dan berjalan menyusuri padang pasir tandus lagi.
"Hei jangan diam saja, apa kamu tidak mempunyai fungsi selain menjadi pemandu saja?" Singgung Lewis yang tidak tau harus mengambil arah mana karena tidak memiliki sebuah kompas.
[ DING! Tentu saja Sistem memiliki bermacam fungsi, seperti toko, ruang penyimpanan, tampilan indikator untuk Host, dan Lotere! ]
Sebelah alis Lewis terangkat karena tidak menyangka Sistem yang ia kira tak berguna, ternyata memiliki berbagai fungsi yang sangat dibutuhkan.
"Menarik... Sistem tolong tampilkan indikator status milikku!" Pinta Lewis yang seketika membuat nya dapat melihat layar transparan penunjuk status miliknya.
[ DING! Menampilkan status Host ]
[ Name : Lewis Austin ]
[ Age : 19 (40) ]
[ Height : 193 Cm ]
[ Weight : 78 Kg ]
__ADS_1
[ Level : 1 ]
[ Mana : 100/100 ]
[ Title : Reincarnator, Someone Trusted By God Hades, System Holder, Traveller ]
[ Skill : ....... ]
[ Job : ....... ]
[ Family : ....... ]
[ Element : Darkness ]
[ Inventory: ...... ]
[ Poin : ...... ]
Melihat tabel status miliknya Lewis merasa kalau ia seperti main game dimana biasanya setiap player memiliki indikator semacam ini.
Hal ini tentu saja membuat Lewis mudah memahaminya dan ia kemudian menghilang tabel status miliknya dengan cara mengibaskan salah satu tangannya.
[ DING! Menampilkan menu Sistem! ]
[ Shop ]
[ Map ]
[ Mission ]
[ Lottery ]
Begitu tabel menu Sistem muncul, Lewis segera mengecek toko sistem dan menemukan berbagai barang seperti Potion, Magic Book, Magic Skill, Skill Book, Weapon Equipment, Food, dan masih banyak lagi lainnya.
Lewis tersenyum senang dan ia tidak menyangka kalau akan memiliki sebuah Sistem yang memiliki semua hal yang ia butuhkan nantinya dimasa depan.
Melihat ada menu makan Lewis yang merasa lapar kemudian mengklik ikon tersebut dan melihat ada berbagai macam makanan dari Bumi serta di dunia Eternal.
Tetapi senyuman Lewis memudar saat ia melihat kalau dirinya tidak memiliki poin satupun untuk membeli makanan yang ada didalam Sistem.
__ADS_1
"Sistem, bagaimana caranya mendapatkan poin tukar?" Tanya Lewis seraya memegangi perutnya yang sudah bergemuruh.
[ DING! Host dapat memperolehnya dari monster atau binatang hidup yang telah Anda bunuh. Host juga bisa mendapatkan nya dari misi acak yang diberikan oleh System! ]
"Tunggu dulu, bukannya aku sudah membunuh dua monster raksasa tadi. Seharusnya aku sudah bisa mendapatkan banyak poin bukan? Kenapa di status ku masih tertera angka nol?" Ucap Lewis.
[ DING! Perolehan poin Host sebelumnya tidak dihitung karena masih dianggap sebagai fase tutorial yang Sistem berikan! ]
Mendengar perkataan yang baru saja diucapkan oleh Sistem seketika membuat Lewis menghela nafas panjang dan terpaksa menahan rasa laparnya meski jelas itu tidak akan bertahan lama.
Tidak tega melihat Lewis yang tersenyum sambil menahan lapar, Sistem akhirnya berbaik hati memberi Lewis akses untuk mengambil makanan secara cuma-cuma.
[ DING! Misi tutorial telah berhasil diselesaikan! Satu Voucher gratis makan sebagai hadiah telah dimasukkan kedalam Inventory! ]
Notifikasi dari Sistem seketika membuat raut wajah Lewis menjadi sumringah, ia tidak menyangka akan mendapatkan hadiah Voucher makan gratis yang saat ini benar-benar dia perlukan.
Lewis dengan cepat melihat isi inventory miliknya yang kini berisi satu Voucher gratis makan, tanpa berlama-lama Lewis langsung membelikan satu paket ransum yang berisi beberapa makanan dan satu botol dua liter air.
Pria itu lalu mengeluarkan bungkus berisi roti protein dan mengambil satu keping untuk dimakan sebelum memasukkan sisanya kedalam inventory.
Sistem tampak kebingungan saat melihat Lewis hanya memakan satu keping roti kering, padahal jelas pria itu sedang merasa sangat kelaparan.
[ DING! Kenapa Anda tidak memakan semua makanan itu Host. Bukannya Anda sangat kelaparan? Bagaimana jika Anda tewas nantinya? ]
Lewis terkekeh saat tengah menggigit roti ditanganya ketika mendengar pertanyaan yang diberikan oleh Sistem kepadanya.
"Coba buka menu map dan tunjukkan seberapa jauh jarak yang harus aku tempuh untuk sampai ke kota terdekat..." Balas Lewis.
[ DING! Ada kota bernama Barren Desert yang berjarak lima ratus kilometer dari posisi Anda saat ini Host! ]
"Untuk sampai dikota terdekat dengan jarak segitu memerlukan waktu lima hari, itupun juga kalau jalan yang dilalui normal dan tidak ada hambatan. Akan memakan waktu lebih dari seminggu jika harus menyusuri gurun ini dan aku harus menghemat makanan..." Balas Lewis sebelum melanjutkan perjalanan dengan bantuan map dari Sistem.
Sistem hanya terdiam dan membiarkan Lewis melakukan apa yang dia inginkan dengan cara menghemat persediaan makanan selama seminggu lebih.
Dengan tongkat sebagai alat bantu jalan, Lewis mulai menyusuri padang gurun yang sangat ganas dimana tak jarang ia harus berhadapan dengan badai pasir.
Belum lagi hewan beracun seperti ular, tarantula, dan kalajengking yang bisa kapan saja membunuhnya jika ia tidak sengaja bertemu atau sampai menginjak mereka.
Burung pemakan bangkai terbang disekitar Lewis seolah menemani setiap perjalanannya, padahal sebenarnya para burung itu menunggunya tewas untuk dijadikan sebagai makanan mereka.
__ADS_1