
Dengan membawa tubuh Alvin yang sudah tidak berdaya, Lewis menuju tempat yang jauh dari keramaian dan berhenti di sebuah gang sepi.
Lewis meletakkan tubuh Alvin dan menyandarkannya ke tembok. Tangan Lewis lalu menyentuh dada Alvin dan dengan satu tekanan anak tersebut langsung terbangun dari mati surinya.
"Uhuk-uhuk!" Begitu sadar Alvin langsung terbatuk dan berusaha menghirup udara karena selama beberapa menit ia dibuat mati suri oleh Lewis tanpa diberi tahu terlebih dahulu.
"Cepat minumlah ini, Alvin!" Ucap Lewis sambil memberikan Alvin sebotol potion penyembuh yang satu botolnya saja memiliki harga 1000 keping emas.
Dengan raut wajah yang terlihat masih ketakutan karena telah dibuat mati untuk beberapa saat oleh Lewis, Alvin menerima potion tersebut dan meminumnya.
Sambil meminum potion ditangannya, Alvin memandang kearah Lewis dengan ragu-ragu karena jujur saja masih trauma dengan kejadian yang baru saja terjadi kepadanya.
Menyadari Alvin yang masih ketakutan terhadapnya, Lewis tertawa dan mengacak-acak rambut milik Alvin. "Jangan menatapku seperti itu, aku hanya bercanda saja tadi..."
"Bercandamu kelewatan kak, aku hampir benar-benar mati dan bahkan sempat melihat tubuhku sendiri tadi..." Balas Alvin dengan tangan gemetaran saat memegang botol potion.
Untuk menanggapi perkataan Alvin, Lewis hanya tertawa pelan dan memberikan kantung yang berisi semua hadiah utama kepada anak kecil tersebut.
Dengan bingung Alvin menerima kantung kain berwarna coklat dari Lewis dan terkejut saat melihat isi yang ada didalamnya. Sebelum sempat Alvin ingin mengembalikan nya, Lewis langsung menghentikannya.
"Jangan ditolak, sebelumnya aku sudah mengatakan akan membantumu untuk mendapatkan itu bukan?" Ucap Lewis.
"Ta-Tapi ini sangat banyak dan memangnya apa yang kakak dapatkan kalau tidak mengambil hadiah ini?" Kata Alvin yang tidak mau merepotkan Lewis.
Lewis menggelengkan kepala dan tetap meminta untuk Alvin menerima semua hadiah tersebut. Alhasil Alvin hanya bisa menurut dan mengulurkan tangannya kearah kantung hadiah.
Seketika kantung tersebut menghilang, yang membuat Lewis penasaran kemana perginya kantung tersebut. "Kemana kantung itu pergi, apa kamu menyimpan nya ke suatu tempat?"
Alvin mengangguk dan menunjukkan sebuah cincin yang terpasang di jarinya. "Aku menyimpan semua hadiahnya kedalam cincin spatial milikku. Aku mendapatkan cincin ini dari ibuku sebelum dia pergi bersama ayah waktu itu..."
Lewis mengangguk paham. 'Sistem, memangnya cincin spatial itu seperti apa? Maksudku bagaimana cara kerja cincin itu sampai bisa menyimpan banyak barang?'
[ DING! Cincin spatial merupakan sebuah alat penyimpanan yang memiliki sihir tipe ruang. Hanya sedikit orang saja yang memiliki cincin ini, karena selain mahal cincin ini juga cukup sulit didapat di pasaran! ]
Mendengar penjelasan dari sistem seketika membuat Lewis mengerti. Lewis menganggap cincin spatial itu memiliki mekanisme yang sama seperti penyimpanan milik sistem, meskipun jelas penyimpanan sistem jauh lebih unggul karena tetapi bisa menjaga suhu serta waktu benda yang disimpan.
Jadi jika ada makanan yang Lewis simpan didalam penyimpanan sistem, maka tidak akan menjadi dingin atau kadaluarsa saat dikeluarkan nantinya.
Tidak seperti cincin spatial yang hanya bisa menyimpan sedikit barang dan tidak memiliki mekanisme untuk menjaga umur barang yang tersimpan didalamnya.
"Baiklah, sekarang kamu sudah mendapatkan potion penyembuh. Jadi dimana temanmu yang kamu maksud itu?" Tanya Lewis yang merasa penasaran dengan teman Alvin.
__ADS_1
Alvin seketika baru menyadari kalau temannya yang sedang sakit kini sudah menunggunya ditempat tinggal mereka berdua. "Astaga aku lupa!" Ucap Alvin sebelum lari menuju tempat temannya saat ini berada dan meninggalkan Lewis.
"Hei jangan tinggalkan aku!" Ucap Lewis yang melihat Alvin buru-buru pergi dengan raht wajah panik seolah mengkhayal seseorang.
Dengan terpaksa Lewis kemudian mengejar Alvin yang larinya sangat cepat. Hingga akhirnya anak tersebut menghilang dari pandangan Lewis saat memasuki keramaian.
Lewis menoleh kesana-kemari untuk mencari keberadaan anak kecil tersebut tapi tidak kunjung menemukannya. Hingga ia ingat dengan fitur yang ada pada sistem.
Pria itu kemudian membuka map pencarian untuk melacak posisi Alvin. Cara kerja map tersebut sangat simpel, Lewis hanya perlu bersentuhan dengan target yang ingin dia lacak sebelumnya.
Begitu mendapatkan posisi Alvin berada, Lewis kembali berlari dan menembus keramaian orang yang sedang melakukan transaksi jual beli di pasar.
Lima menit kemudian Lewis akhirnya sampai didepan sebuah gubuk reot terbuat dari papan bekas dan kain yang dibentuk sedemikian rupa.
Lokasi tempat tersebut juga berada di sebuah gang kecil buntu yang terdapat pembuangan sampah orang-orang di dekatnya.
Dengan hati-hati Lewis masuk kedalam tempat tinggal Alvin agar tidak rubuh, karena memang tempat tersebut benar-benar sangatlah rapuh untuk bisa disebut tempat tinggal.
Tempat itu juga tidak terlalu luas atau tinggi yang membuat Lewis harus merunduk ketika memasukinya. Begitu masuk Lewis bisa melihat seorang gadis seusia Alvin tengah terbaring ditempat tidur yang terbuat dari tumpukan kain.
Gadis kecil itu tampak menggigil kedinginan dan badannya terlihat pucat padahal suhu di kota tersebut sendiri berada di atas 40° celcius, yang mustahil membuat orang menjadi kedinginan.
Alvin terlihat sedang meminumkan sebotol potion penyembuh kepada gadis kecil bernama Livia yang tampaknya menderita penyakit langka.
Melihat hal ini tentu saja membuat Alvin menjadi panik karena ia berpikir hanya dengan menggunakan potion penyembuh bisa menyembuhkan penyakit Livia.
"Menepi Alvin, biar coba aku periksa keadaan temanmu ini!" Ucap Lewis sebelum duduk di samping Livia dan mulai melakukan pengecekan terlebih dahulu.
"Tolong Livia Kak..." Pinta Alvin dengan tulus karena tidak ingin kehilangan sosok temannya tersebut yang sudah menemaninya selama setahun terakhir.
Pertama kalinya Alvin bertemu Livia adalah ketika Alvin kehilangan orang tuanya. Saat itu karena tidak memiliki uang Alvin diusir dari penginapan dan tanpa sengaja bertemu dengan Livia yang mengajaknya tinggal bersama.
"Berapa lama dia sudah menjadi seperti ini?" Tanya Lewis sambil memeriksa tubuh Livia namun tidak menemukan hal yang ganjal sama sekali.
"Aku tidak tau, tapi keadaan menjadi buruk dua bulan belakangan ini. Kak..." Balas Alvin yang sangat berharap Lewis dapat menyelamatkan Livia.
Tanpa sengaja saat Lewis memeriksa bagian dada Livia, ia merasakan ada benda yang berdenyut menyerupai jantung. Ketika dicek kembali lebih jelas, Lewis kaget menemukan kalau Livia memiliki kelainan yaitu letak jantung nya berada diluar tubuhnya.
Melihat segala kemungkinan yang ada, Lewis langsung dapat mengetahui apa yang telah terjadi kepada gadis kecil itu. Pertama yaitu Livia menderita gangguan Hipotalamus, sebuah penyakit dimana terdapat cidera dibagian otak penderitanya yang membuat produksi hormon terganggu.
Kedua Livia menderita kekurangan gizi atau malnutrisi, karena tampaknya selama tinggal di jalanan ia kekurangan asupan nutrisi.
__ADS_1
Dan yang ketiga adalah kelainan jantung, dimana Livia sudah menderitanya sejak lahir yang dimana keadaan ini cukup berbahaya.
Potion penyembuh tampaknya hanya bisa menyembuhkan gangguan Hipotalamus di otak Livia karena memang mengalami cidera, namun tidak dengan dua penyakit lainnya.
Lewis yang bukan merupakan seorang dokter dan hanya arkeolog saja tentu merasa bingung harus berbuat apa. Tidak mungkin ia melakukan operasi asal-asalan untuk membuat jantung Livia berada ditempat yang sebenarnya.
Tetapi ada yang membuat Lewis merasa penasaran dengan penampakan jantung Livia. Warnanya sangat berbeda dengan jantung pada umumnya yang terlihat berwarna merah, milik Livia justru berwarna biru keunguan dan ada jaringan nadi tersendiri yang ada dipermukaan kulit.
'Ini kelihatanya bukan jantung... Apa ini tumor?' Batin Lewis sambil menyentuh benda ungu berdetak yang menyerupai sebuah tumor.
[ DING! Apa yang Anda pikirkan memang benar. Benda berwarna ungu tersebut bukanlah jantung melainkan sebuah tumor, namun akan sangat berbahaya jika mencabutnya secara paksa karena terhubung langsung dengan nadi utama! ]
'Lalu apa yang harus aku lakukan. Tidak mungkin aku membiarkannya begini saja bukan?' Tanya Lewis yang merasa kasihan dengan gadis kecil tersebut.
[ DING! Host bisa membeli skill Crazy Doctor. Dengan menggunakan skill ini Host dapat memiliki ilmu kedokteran dari seluruh tempat yang ada di seluruh alam semesta! Hanya dengan 100.000 PS Host bisa mendapatkan skill kelas tinggi ini! ]
'Hanya dengan seratus ribu poin sistem katamu? Apa kamu tidak lihat sekarang aku benar-benar miskin? Mana mungkin aku bisa membeli skill semahal itu?!' Tanya Lewis yang merasa cukup kesal karena Sistem Pandora sangatlah perhitungan.
Dengan tatapan bersalah Lewis menatap Livia karena tidak mungkin untuk membantunya. Perlu waktu lama bagi Lewis untuk mendapatkan poin sebanyak itu jika ingin menolong Livia, dan jelas gadis kecil tersebut tidak mungkin dapat bertahan selama itu.
Saat Lewis tengah putus asa dan bingung harus membantu Alvin dengan cara apa, tiba-tiba notifikasi dari sistem berbunyi yang membuat ia memiliki sebuah harapan.
[ DING! Berhasil membunuh monster Minotaur kelas S tanpa menggunakan sihir sedikitpun!
Hadiah: 100.000 koin emas, 10.000 PS, 1 Voucher makanan!
Hadiah sudah dimasukkan kedalam Inventory Sistem! ]
[ DING! Berhasil membunuh petualangan kelas S hanya dengan sekali serang!
Hadiah: 20.000 koin emas, 5000 PS!
Hadiah tersebut sudah dimasukkan kedalam Inventory Sistem! ]
[ Ding! Berhasil menyelesaikan misi pertama dan menjadi pemenang pertandingan!
Hadiah: 1000 poin sistem, 10 botol potion penyembuhan, 100.000 koin emas, dan 1 kotak misterius acak!
Hadiah sudah dimasukkan kedalam Inventory Sistem, silahkan dicek! ]
Notifikasi hadiah yang muncul secara bertubi-tubi seketika membuat Lewis merasa senang, meski sebenarnya ia merasa bingung, karena poin sistem yang ia dapat dari membunuh Minotaur dan seorang petualang lebih banyak dari misi utamanya.
__ADS_1
Tetapi untuk saat ini Lewis tidak begitu memperdulikan hal itu, karena yang terpenting ia sekarang dapat membeli skill yang sedang ia butuhkan.