Pandora System

Pandora System
Bertemu dengan Jack


__ADS_3

Langkah kaki Lewis terhenti ketika ia melihat ada badai pasir yang akan segera datang. Berbeda dengan badai pasir yang ia hadapi sebelumnya, kali ini Lewis akan menghadapi badai pasir yang lebih besar.


Melihat ada bukit tak jauh dari tempatnya berada, Lewis segera berlari ke sana dan masuk ke dalam sebuah gua untuk menghindari badai pasar yang bisa membakar kulitnya.


Benar saja, tidak lama setelah lama berlindung di dalam gua bagai pasir langsung menerjang daerah tersebut dengan dahsyat bahkan sampai menimbulkan kilatan petir dilangit.


Sambil menunggu badai pasir reda Lewis memilih untuk tidur supaya bisa menghemat tenaga miliknya. Hingga ketika badai sudah reda Lewis langsung keluar dari gua untuk melanjutkan kembali perjalanannya.


Hari ini adalah hari ketujuh Lewis menginjakkan kakinya di dunia Eternal dan ia masih berada di padang gurun yang tandus seorang diri.


Teriknya matahari membuat Lewis berhenti untuk sekedar minum. Dengan bibir keringnya, perlahan Lewis meminum persediaan air yang tidak begitu banyak lagi.


Ketika sedang minum tak sengaja Lewis menemukan seekor burung elang yang terkapar lemas di tanah karena kekurangan air, bahkan terlihat beberapa ekor burung bangkai mulai mendekati nya.


Merasa tidak tega, Lewis kemudian menghampiri burung elang tersebut dan mengusir beberapa burung pemakan bangkai menggunakan tongkat kayu miliknya.


Lewis yang hendak memberi minum kepada burung elang tanpa diduga tangannya langsung dipatuk oleh burung tersebut hingga sobek dan mengeluarkan darah.


Akibat patukan burung elang botol air yang ada di tangan Lewis terjatuh, hingga membuat setengah lebih air didalamnya tumpah dengan percuma.


Dengan cepat Lewis berusaha menyelamatkan persediaan air miliknya yang kini benar-benar tersisa sangat sedikit untuk beberapa hari ke depan.


Lewis menatap tajam kearah burung elang yang tengah sekarat sambil berkata, "Kalau kamu ingin tetap hidup jagalah sikapmu itu!"


Burung elang yang mengerti ucapan dari Lewis akhirnya menurut saat pria itu memberikannya minum sampai persediaan air benar-benar habis.


Lewis lalu mengeluarkan tiga keping roti protein terakhir miliknya untuk diberikan kepada burung elang dan membiarkan burung itu menghabiskan nya.

__ADS_1


Satu bungkus ransum berisi nasi kari ayam Lewis keluarkan untuk dia makan. Tetapi saat hendak memakan ransum kari ayam tersebut, burung elang yang sudah sedikit memiliki tenaga lalu merebutnya dan memakannya.


Melihat burung elang yang ia tolong justru merebut makanan terakhir miliknya, sudut bibir Lewis berkedut dan tidak mengerti dengan jalan pikir makhluk tersebut.


"Apa begini cara kamu membalas kebaikan seseorang yang sudah menolongmu? Hah... Nikmati saja makanan itu, selamat tinggal..." Lewis menghela nafas panjang dan pergi meninggalkan burung elang yang tengah menikmati makan siangnya.


Burung elang yang melihat Lewis pergi meninggalkan nya, untuk sejenak memperhatikan pria itu sebelum menghabiskan makanan nya karena merasa sangat kelaparan.


Dengan langkah yang sudah tertatih-tatih Lewis meyakinkan dirinya sendiri untuk tetap berjalan karena melihat di peta kalau jaraknya kekota terdekat tinggal lima puluh kilometer lagi.


Saat tengah jalan, Lewis tiba-tiba didatangi oleh burung elang yang tadi sempat ia tolong. Dengan tatapan kesal Lewis melihat kearah burung elang tersebut.


"Mau apa lagi, aku sudah tidak punya makanan lagi untukmu?" Tanya Lewis sambil menatap burung yang memiliki bentang sayap 2,5 meter dihadapannya.


Burung elang yang mengerti dengan ucapan Lewis, lalu menggelengkan kepala dan meletakkan satu ekor kelinci hasil buruannya diatas tanah untuk diberikan kepada Lewis.


"Apa kelinci itu untukku?" Tanya Lewis kepada burung elang sambil menunjuk kearah dirinya sendiri untuk memastikan.


Dengan ragu Lewis mengambil kelinci yang sudah tewas dan memakannya tanpa dimasak terlebih dahulu, mengingat keterbatasan peralatan yang ia miliki.


Setelah menghabiskan kelinci yang diberikan oleh burung elang, Lewis perlahan mengulurkan tangannya dan mengusap kepala burung elang yang tampaknya sudah mulai jinak kepada nya.


Mendapat belaian dari seorang manusia dihadapannya membuat burung elang merasa nyaman, tetapi saat ia mulai terlena mendadak Lewis berhenti membelainya dan berjalan pergi.


Seolah tidak mau Lewis pergi meninggalkan nya, burung elang tersebut langsung mengigit dan menarik pakaian Lewis dari belakang.


Lewis yang pakaian ditarik oleh burung elang lalu berbalik. "Ada apa? Kamu ingin ikut denganku?" Tanya Lewis dengan heran saat melihat sikap burung elang tersebut.

__ADS_1


"Kiakk-kiakk!!!" Pekik burung elang sambil mengangguk sebelum terbang dan hinggap dipundak Lewis yang jelas terasa cukup berat.


"Hei-hei, kamu ini sudah dewasa dan bukan anak kecil lagi. Coba lihatlah ukuranmu..." Kata Lewis yang sedikit keberatan saat burung elang tersebut hinggap di pundaknya.


Sebenarnya burung elang paham dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Lewis, tetapi ia memilih untuk mengabaikan nya dan tetapi hinggap di pundak pria tersebut.


Merasa tidak punya pilihan lain, Lewis akhirnya membiarkan burung elang itu hinggap di pundaknya dan melanjutkan perjalanan, hingga bunyi notifikasi dari Sistem tiba-tiba muncul.


[ DING! Misi sampingan menyelamatkan dan menjinakkan burung elang yang kelaparan selesai. Hadiah berupa 10 poin Sistem telah ditambahkan! ]


Mendapat notifikasi dari Sistem seketika membuat Lewis merasa sangat senang. Ia segera membuka menu shop dan mencari potion untuk menyembuhkan luka ditangannya.


Namun ketika melihat harga potion penyembuh termurah memiliki harga 100 poin sistem, membuat Lewis akhirnya hanya bisa membeli perban dengan harga 10 poin sistem untuk membalut luka ditangannya.


"Menyedihkan sekali, aku benar-benar miskin sekarang..." Desah Lewis ketika tengah membalut luka ditangannya menggunakan perban.


Semua ini tidak seperti yang Lewis bayangkan. Lewis pikir untuk mendapatkan poin sistem akan sangat mudah, tetapi justru hal tersebut sangat susah dan memerlukan tenaga ekstra untuk mendapatkan nya.


Ini tidak seperti yang ada di dalam game, ketika karakter menolong makhluk lain maka akan mendapatkan poin tukar yang cukup banyak dengan mudah.


Lewis menghela nafas panjang dan merasa tidak dapat benar-benar menyamakan semua ini dengan game yang pernah dia mainkan saat masih berada di bumi.


Tidak mau diam dan menunggu ajalnya di padang gurun yang tandus, Lewis kembali meyakinkan dirinya dan segera melangkahkan kakinya lagi.


Perjalanan Lewis kali ini tampaknya jauh lebih mudah dari sebelumnya. Dengan burung elang yang dia namai Jack seperti nama rekannya dulu, perjalanan Lewis sangat terbantu oleh kehadirannya.


Jack dengan sukarela berburu untuk mencari makanan untuk dirinya dan juga Lewis yang meski tidak seberapa, tetapi cukup untuk mereka makan sehari sekali.

__ADS_1


Hubungan diantara keduanya semakin hari menjadi lebih erat dan membuat keduanya menjadi partner yang seolah terhubung satu sama lain.


Meski beberapa kali keduanya mengalami pertengkaran, tetapi dengan cepat Lewis dan Jack dapat akur kembali.


__ADS_2