
Tubuh Minotaur seketika diselimuti oleh cahaya merah yang sebenarnya merupakan perwujudan mana miliknya. Perlahan tubuh Minotaur mulai membesar dan masa otot-otot nya bertambah.
Begitu proses penguatan fisiknya telah selesai, Minotaur melakukan kuda-kuda dan melesat sangat cepat kearah Kayle hingga membuat pijakan kakinya hancur.
Kayle yang masih menerima sanjungan dari banyak tidak menyadari kalau Minatour kini sudah berada tepat dibelakang nya dan ingin menebas kepalanya.
Saat inilah Kayle baru sadar kalau Minatour sudah berada tepat dibelakangnya. Kayle mencoba untuk menahan serangan dari Minatour menggunakan pedangnya namun gagal.
Booommmm!!!
Kayle terpental sejauh dua puluh meter dan mencoba menghentikan akselerasi menggunakan pedang dengan menancapkan nya ketanah.
"Uhuk-uhuk!" Dari mulut Kayle keluar darah saat dia batuk. Kayle merasa organ dalamnya sekarang mengalami luka yang cukup parah setelah mencoba untuk menahan serangan dari Minatour.
Krakkk!!! Tranggg!!!
Pedang milik Kayle mulai retak sebelum akhirnya hancur berkeping-keping karena tidak kuat menahan serangan monster berkepala banteng tersebut.
Kayle mengeratkan giginya dan menatap kearah peserta yang lain dengan tatapan penuh kekesalan. "Jangan hanya diam dan menonton saja. Kalau kalian tidak mau mati cepat serang monster itu bersama-sama!"
Ucapan Kayle tampaknya membuat peserta lain merasa ragu untuk menyerang Minatour. Jika petualang sekelas Kayle tidak mampu menahan serangan Minatour apalagi mereka.
"Apa yang kalian tunggu. Cepat serang monster itu dasar tidak berguna!" Perintah Kayle dengan kesal karena tidak ada satupun orang yang mau mendengarkan ucapannya.
Para peserta akhirnya dengan terpaksa dan nekat menurut apa yang diperintahkan oleh Kayle. Meski hasilnya pasti tidak memuaskan tapi setidaknya mereka menang jumlah.
Serangan demi serangan mulai di lepaskan oleh semua peserta untung menumbangkan Minatour. Ledakan sihir dan hantaman senjata seketika membuat arena berguncang hingga menimbulkan kabut asap.
Tetapi serangan yang mereka lakukan tampaknya percuma saja. Minatour sama sekali terluka dan kondisi tubuhnya masih baik tanpa lecet sedikitpun.
Merasa kesal dengan para manusia lemah yang berani menyerang dirinya, Minotaur lalu mengumpulkan energinya sebelum dilepaskan hingga menimbulkan ledakan.
Lewis yang sejak awal hanya menonton langsung menancapkan pedangnya ke tanah, dan berusaha melindungi Alvin yang bersembunyi di belakang tubuhnya.
Seketika ledakan energi yang dilepaskan Minatour menyebar hingga membuat lebih dari separuh peserta terlempar keluar arena dan berakhir dengan tewas tertusuk batang besi tajam.
Kini hanya tersisa sepuluh peserta termasuk Lewis dan Alvin yang masih dapat bertahan dari serangan dari Minatour sebelumnya.
__ADS_1
Alvin yang bersembunyi dibelakang Lewis merasa mual saat melihat banyak orang tewas di samping arena. Tubuh mereka terbelah menjadi beberapa bagian dan ada yang tertusuk batang besi.
Tentu pemandangan seperti ini sangat tidak biasa untuk anak-anak seperti Alvin. Karena takut Alvin langsung membenamkan wajahnya dibelakang tubuh Lewis.
Namun saat Alvin mencoba untuk tidak melihat pemandangan mengerikan tersebut, Lewis justru menarik Alvin dan mencoba untuk membuatnya terbiasa dengan pemandangan seperti ini.
"Dengan Alvin... Jangan menutup matamu dan lihatlah pemandangan disekitar kita. Kamu harus bisa membiasakan dirimu, karena pasti kamu akan menghadapi situasi semacam ini!" Ucap Lewis.
Awalnya Alvin enggan menuruti perkataan yang diberikan oleh Lewis, namun karena terus dipaksa akhirnya terpaksa Alvin mulai memberanikan diri untuk melihat kondisi di arena saat ini.
Groaaarrrlllll!!!
Minatour kembali meraung keras dan membuat para penonton merasa takut, namun disisi lain juga mereka merasa cukup terhibur dengan pertandingan tahun ini yang sangat brutal.
Raungan dari Minatour seketika membuat Lewis memandang kearahnya. Lewis lalu mengambil senjata milik seorang peserta yang sudah tereliminasi tak jauh dari tempatnya sekarang berada.
Senjata yang Lewis berupa seutas rantai dengan mata pisau berbentuk arit dikedua ujungnya. Lewis mulai memutar-mutar senjata tersebut sambil berjalan santai kearah Minatour.
Melihat seorang manusia berjalan kearahnya dengan memegang senjata, Minatour lalu mendengus dan melakukan ancang-ancang sebelum berlari kearahnya.
Lewis tersenyum tipis saat Minatour berlari kearahnya dengan memegang kampak besar. Ia tidak mau ketinggalan dan berlari kearah Minatour.
Minatour melayangkan serangannya kearah Lewis dengan kekuatan penuh dan berniat untuk membelah tubuh pria itu menjadi dua bagian.
Dengan cepat Lewis berusaha menghindar dan meluncur dibawah tubuh Minatour sambil melakukan serangan kearah kaki monster itu.
Lewis menancapkan kedua mata senjata ditangan nya ke tanah untuk menghentikan akselerasi tubuhnya setelah meluncur.
Groaaarrrrr!!!
Kali ini Minatour benar-benar merasa kesal dan marah setelah kedua kakinya mendapat luka sayat cukup lebar hingga mengeluarkan darah segar.
Minatour kembali berlari kearah Lewis, tetapi Lewis langsung mengantisipasinya. Lewis memutar-mutar senjatanya dan melilit kedua kaki Minatour dengan rantai hingga membuatnya terjatuh.
Booommmm!!!!
Getaran hebat seketika terasa oleh semua peserta bahkan para penonton yang ada di atas tribun juga merasakan getaran akibat tubuh Minatour jatuh tersungkur.
__ADS_1
Dengan kesal Minatour mencoba untuk bangkit menggunakan kampak besar sebagai tumpuan. Tetapi Lewis dengan cepat berlari kearahnya dan melompat keatas tubuh Minatour yang sedang mencoba untuk berdiri lagi.
Menggunakan dua mata tajam senjata berbentuk arit, Lewis langsung mengait kepala Minatour dan membuat kepala banteng monster tersebut seketika terkoyak hingga terbelah.
Darah segar langsung menyembur seperti air mancur dari tubuh Minatour. Bahkan saking banyaknya darah yang keluar hingga membuat kabut dan menyebar ke sekitaran arena.
Boommmm!!!!
"Dasar gumpalan daging tidak berguna..." Ucap Lewis sambil menjatuhkan tubuh Minatour dengan menggunakan mata arit yang ada ditangan nya ke tanah.
Melihat aksi yang ditunjukkan Lewis dalam mengalahkan monster level S Minatour tanpa menggunaka energi sihir sedikitpun, membuat semua orang yang melihatnya tertegun.
Belum ada sejarah orang yang dapat mengalahkan monster hanya bermodalkan senjata biasa dan tanpa menggunakan sihir sebelumnya.
Monster dengan kemampuan fisik yang tinggi seperti Minatour, biasanya hanya bisa dikalahkan menggunakan skill dengan energi sihir atau mana agar bisa melukainya.
Lewis kemudian berjalan kearah Kayle yang masih terduduk di tanah dan berhenti dihadapannya. Dengan tatapan mata yang datar, Lewis memandang rendah kearah Kayle.
Mendapat tatapan dari orang yang baru saja membunuh seekor monster sekelas Minatour, jelas membuat Kayle menjadi gugup dan merasa waspada.
"A-Apa yang kamu inginkan dariku?" Tanya Kayle dengan nada gugup sambil merangkak mundur menjauh dari Lewis.
Slashhhh!!!
Tanpa peringatan terlebih dahulu, Lewis langsung memenggal kepala Kayle dan membunuh seorang petualang yang dianggap telah membunuh dua monster raksasa di padang gurun.
Semua orang yang melihat kejadian itu tentu saja merasa syok dan tidak percaya kalau Kayle akan mati di tangan seorang pria tak dikenal.
Beberapa orang menutup mulut mereka dan mengalihkan pandangan karena tidak kuat melihat pahlawan kota mereka terbunuh dengan cara yang tragis.
...*************...
Ilustrasi Lewis Austin normal:
__ADS_1
Dark Mode Lewis Austin :