Pandora System

Pandora System
Kebangkitan Sistem


__ADS_3

"Apa yang terjadi sebenarnya?" Gumam Lewis yang terheran-heran dengan kejadian barusan, dimana monster cacing raksasa berhenti mengejarnya dan pergi entah kemana.


Merasa kalau sudah tidak lagi dikejar bukannya membuat Lewis merasa lega, namun ia justru menjadi waspada kenapa monster tadi tidak berani mengejarnya ke sana.


Lewis berdiri dan memeriksa keadaan di daerah sekitarnya. Suasana yang sepi dan hanya diisi oleh suara angin membuat Lewis merasa tidak enak.


Hingga secara mengejutkan kaki Lewis mulai terhisap kedalam pasir yang membuat pria tersebut langsung berusaha menyelamatkan diri.


Namun kejadian itu berlalu sangat cepat dan tubuh Lewis seutuhnya terhisap kedalam pasir. Tubuh Lewis kemudian jatuh dari ketinggian sepuluh meter.


"Uhuk-uhuk!!!" Lewis terbatuk dan mengibaskan tangan untuk menghilangkan debu yang menutupi area disekitar wajahnya.


Begitu debu yang berada disekelilingnya telah hilang, Lewis mendapati kini ia berada di dalam sebuah tempat yang cukup gelap dan luas.


Lewis kemudian memeriksa area di sekitar nya dan mendongak keatas tempat dimana ia sebelumnya terjatuh. "Sepertinya akan sangat mustahil untuk naik keatas sana..."


Merasa tidak bisa naik keatas, Lewis memutuskan untuk menyusuri tempat yang menyerupai gua bawah tanah meski penerangan sangat minim.


Tanpa mengendurkan rasa kewaspadaan, Lewis mulai berjalan dengan hati-hati karena belum tau apa ada makhluk yang mendiami tempat tersebut atau tidak.


Akan sangat berbahaya bagi Lewis jika bertindak ceroboh sekali saja ditempat yang baru pertama kali ia kunjungi, apalagi tempat ia berada sekarang terkubur didalam tanah.


Waktu demi waktu berlalu, entah sudah berapa lama Lewis mengusuri tempat tersebut, ia sama sekali belum menemukan jalan keluar lain.


Lewis merasa lututnya sudah mati rasa bahkan kini langkah kakinya menjadi bergetar. Rasa lapar, haus, lelah, serta putus asa membuat Lewis berpikir kalau ia benar-benar sudah terjebak dan tak akan selamat lagi.


Hingga langkah kaki Lewis terhenti saat ia memasuki sebuah bagian gua yang sangat luas. Tetapi bukan perasaan takjub maupun senang, Lewis justru merasa ketakutan saat melihat makhluk yang mendiami tempat tersebut.


Sosok ular Viper bertanduk dengan ukuran raksasa terlihat sedang tertidur pulas dengan melingkarkan anggota tubuhnya.


Lewis sekarang paham kenapa cacing raksasa yang mengejarnya tadi berhenti dan pergi karena ia tidak berani memasuki teritori dari sang ular Viper bertanduk.


Tidak mau berurusan dengan ular Viper tersebut, Lewin melangkah mundur namun tampaknya hari itu benar-benar sangat sial baginya.

__ADS_1


Tranggg!!!!


Secara tidak sengaja kaki Lewis menggeser sebilah pedang yang ada di dekatnya. Ketika Lewis menoleh kebelakang, ia baru menyadari bahwa tempat tersebut dipenuhi oleh kerangka tulang manusia yang merupakan para petualang.


Lewis menelan salivanya saat mendengar suara desis ular, benar saja saat ia berbalik kearah depan, Lewis bisa melihat ular Viper raksasa itu sudah terbangun dan menatapnya.


Dengan cepat Lewis mengambil pedang yang tergeletak di dekat nya dan mengarahkannya kepada ular Viper agar makhluk tersebut tidak mendekat untuk menyerangnya.


Sayangnya apa yang dilakukan oleh Lewis justru membuat sang ular menjadi marah dan langsung hendak menyerangnya tanpa belas kasih.


Lewis berusaha menghindar dan untungnya ia kali ini bisa selamat dari serangan ular Viper, hingga membuat kepala ular tersebut menghantam dinding dengan cukup keras.


Tetapi Lewis tidak bisa merasa tenang begitu saja saat ular Viper mulai bangkit kembali dan menyerang nya lagi dengan sangat ganas.


Karena gerakan ular Viper yang cukup lambat membuat Lewis merasa beruntung, hingga ia dapat menghindari serangan yang dilancarkan ular raksasa kepada dirinya.


Sesekali Lewis mencoba untuk tidak hanya menghindar saja dan membalas serangan, tetapi dikarenakan kulit ular raksasa tersebut sangat keras membuat pedang di tangan Lewis menjadi rusak dan hampir patah.


Namun Lewis tidak ingin menyerahkan hidupnya begitu saja, pria yang kini kembali menjadi seorang remaja berusia 19 tahun itu lalu mengubah sasarannya.


Ular Viper yang kehilangan satu matanya merasa sangat kesakitan dan berusaha menyingkirkan Lewis dari atas kepalanya dengan berbagai usaha.


Boommm!!!


Tidak kuat menahan gerakan yang dilakukan oleh ular Viper, Lewis langsung terhempas dan tubuhnya dengan keras menabrak sebuah batu besar.


Lewis memuntahkan seteguk darah dari mulutnya. Kondisinya kini benar-benar tidak begitu baik sampai membuatnya tak dapat menggerakkan anggota tubuhnya dan mengalami kelumpuhan.


"Kemarilah!!!" Ucap Lewis sambil tersenyum tipis menantang ular Viper yang tengah menatapnya dengan sangat kesal.


Merasa tertantang, ular Viper yang memiliki nama Ooroboss langsung menerjang kearah Lewis, ia ingin membuat pelajaran kepada manusia yang telah menghilangkan salah satu matanya.


Tetapi sebelum sempat sampai ditempat Lewis, dari bawah tanah muncul cacing raksasa sebelum nya yang langsung menggigit Ooroboss hingga membuat mereka semua muncul kembali ke permukaan.

__ADS_1


Ooroboss mendesis dan menatap ular raksasa dihadapan nya dengan kesal karena berani mengganggu nya. "Sialan, apa maksudnya kamu berani menerobos ke wilayahku. Velmod?!"


"Manusia itu adalah milikku, sebelumnya dia sudah menginjakkan kaki di wilayahku!!!" Balas Velmod sang cacing raksasa.


"Velmod, kamu sudah menghancurkan rumahku dan sekarang ingin mengambil manusia yang sudah membutakan mata kiriku? Jangan bercanda!" Ucap Ooroboss.


Dengan kesal Ooroboss langsung menyerang Velmod dengan menyemburkan api panas dari mulutnya. Tetapi Velmod yang sudah mengantisipasinya, langsung menyemburkan cairan asam miliknya untuk menghentikan api milik Ooroboss.


Merasa geram karena serangan pertamanya dapat digagalkan, Ooroboss tanpa pikir panjang langsung menerjang Velmod. Kedua hewan melata tersebut kemudian saling melilit dan menggigit.


Disisi lain Lewais yang sempat terpental keluar dari gua milik Ooroboss, ia hanya bisa diam dan menyaksikan pertarungan mereka dari jarak yang cukup dekat, hingga membuatnya bisa kapan saja tewas jika terkena kibasan ekor kedua makhluk melata tersebut.


Pandangan Lewis perlahan mulai menjadi kabur dan ia merasa lemas setelah kehilangan banyak darah yang keluar dari beberapa luka ditubuhnya.


"Apa aku akan mati lagi? Sial... Padahal aku belum ada sehari di dunia ini..." Gumam Lewis sambil menertawakan nasib malangnya sendiri.


Ketika Lewis mulai kehilangan kesadaran, suara yang sempat berbicara kepadanya tiba-tiba terdengar lagi dan kali ini menawarinya sebuah kerja sama.


"Hei, apa kamu masih ingin hidup?" Tanya suara misterius yang dapat Lewis dengar jelas di telinganya.


"Tentu saja..." Balas Lewis lirih sebelum ia kehilangan kesadarannya dan pingsan.


[ DING! Persetujuan mengikat kontrak telah disetujui. Memulai proses penyatuan Sistem dengan jiwa Host! ]


Bertepatan dengan suara robot yang hanya bisa didengar oleh Lewis, langit biru yang awalnya cerah seketika berubah menjadi gelap karena bulan tiba-tiba menutupi matahari dan membuat sebuah fenomena gerhana bulan.


Tubuh Lewis mendadak diselimuti oleh awan hitam yang membuatnya melayang. Perlahan luka yang diderita oleh Lewis mulai beregenerasi dan kembali pulih seperti sediakala.


Fenomena lainnya kembali muncul, ledakan energi hitam membumbung tinggi ke langit yang dapat disaksikan oleh semua makhluk hidup di Dunia Eternal.


Semua makhluk mulai dari kasta terendah hingga tertinggi menjadi merasa ketakutan dan segera mencari tempat bersembunyi.


Para pemimpin dari 6 ras berbeda yaitu, Manusia, Elf, Dryad, Dwarf, Monster, dan Iblis yang berada di Kerajaan mereka masing-masing merasa kalau fenomena ini adalah proses kebangkitan dari sosok yang begitu kuat.

__ADS_1


Bahkan sang Raja Iblis yang terkenal jahat dan kejam tangannya menjadi gemetaran saat merasakan tekanan yang menyebar diatas langit.


__ADS_2