
"Ini makan lah, hanya sedikit makanan yang aku siapkan." Makanan yang Riana berikan untuk kubisa dibilang sangat banyak. "Jadi, kenapa kau menolak Kenan?"
"Aku jengkel karena aku menunggunya sangat lama."
"Apa kau sedang bercanda?"
"Tidak! Aku serius."
"Baru kemarin loh, kamu senang kegirangan. Tapi, hanya karena kamu menunggu langsung memutuskan untuk menolaknya?"
"Iya. Aku sangat jengkel tahu, aku menunggunya lebih dari 30 menit. Apa kau tidak jengkel, jika berada diposisi ku?"
"Iya. Tapi, apa cuma karena itu semua perasaan mu berlalu?"
"Iya begitulah Na."
"Hm. Mau gimana lagi Key, perasaan memang tidak bisa ditebak."
Riana kembali ke dapur untuk mengambil cemilan lain untuk kami berdua. "Apa Lenca sangat sibuk akhir-akhir ini?" tanyaku pada Riana, ketika ia sudah berada di depan ku.
"Iya. Tapi, sepertinya dia punya pacar."
"Ha. Siapa? Setahuku, Lenca tidak pernah punya pacar kan."
"Yah memang begitu. Tapi, akhir-akhir ini dia sibuk dengan ponselnya. Lalu, kadang dia sibuk secara tiba-tiba. Mengangkat telepon dari seseorang dan biasanya mereka menelepon sangat lama. Bukan kah itu tanda-tanda memiliki pacar?"
__ADS_1
"Iya juga sih. Bisa saja memang dia punya pacar kan."
"Biarkanlah dia, dia juga mau bahagiakan."
"Tapi, kita harus ke luar malam ini. Aku bosan tinggal di rumah. Kau juga bosan kan!"
"Iyya sih. Tapi kita ke mana?"
"Hmmm. Ke Mall aja gimana? Pengen main Timezone. Sekalian aja kau lampiaskan semuanya."
"Hahaha. Kau ada-ada saja," tawaku saat dia mengatakan seperti itu. Andai saja, kamu tahu yang sebenarnya alasan ku tidak menerima dia. Mungkin, kamu akan marah padaku karena tidak masuk akalnya yang aku ucapkan untuk saat ini.
...****************...
"Boleh deh. Nanti, dia bilang 'ko aku enggak diajak' kalau dia melihat postingan kita."
"Iya kan." Riana mengambil ponselnya dan menghubungi Lenca. Tut... Tut... Tut... Belum diangkat hingga dering terakhir. Riana kemudian menelepon kembali Lenca, beberapa menit kemudian dia mengangkatnya.
"Halo?"
"Lenca kamu di mana? Kita mau ke luar nih, kamu gk ikut?"
"Ahh, enggak dulu yah Riana aku lagi ada urusan."
"Oh oke. Jadi, aku ke-" telepon ditutup oleh Lenca dengan sepihak. "Sepertinya, dia benar-benar sibuk." katanya padaku.
__ADS_1
"Ya sudah. Enggak usah di panggil kalau dia sibuk." Kami berduapun ke luar dari rumah, menuju ke halte terdekat yang ada di dekat rumah Riana.
"Halo, kalian mau kemana?" kata seorang laki-laki yang berada di dalam mobil yang tidak kami kenali.
"Kenapa yah Mas?" kata Riana pada orang itu.
"Mau kemana Mbak? Kalau sejalur, bisa ko nebeng sama saya," katanya lagi sambil tersenyum melihat kami.
"Kita naik bus aja, dia orang aneh kayanya. Aku enggak kenal soalnya." Bisik Riana padaku, namun bisa terdengar oleh orang yang berada di mobil sana.
"Teman Mbaknya kenal sama aku. Iyakan Mbak Key."
Setelah ku perhatikan kembali wajahnya, aku pun mengingat dia. Dia orang yang berada di depan rumah Riana tadi sore. "Oh iya. Damar kan yah?"
"Iya Mbak. Baru ingat saya yah, mau kemana emangnya? Kalau sejalur kalian bisa nebeng ko."
"Mau ke Mall dekat sini aja Mas."
"Oh sama, kita ke sana bareng aja." Damar membuka pintu untuk kami berdua. Anehnya, kami berdua langsung masuk saja di dalam mobil itu.
Sejak berada di mobil kami hanya diam dan tidak ada pembicaraan. Aku juga baru sadar, kalau aku duduk di jok depan samping Damar, sedangkan Riana duduk di jok belakang di belakang kami berdua.
Perasaanku, jalan ini terasa tidak asing. Setelah ku perhatikan baik-baik, ternyata kami melewati jalur menuju kos Kenan. Aku ingat sekali, kalau dulu aku sangat sering datang ke sini, entah itu hanya untuk membangungkannya atau ketika dia sakit.
Saat melihat jalur pejalan kaki, aku melihat sepasang kekasih yang bergandengan tangan mesrah. Aku berpikir 'apakah di masa depan saat aku kembali, aku memiliki seorang pasangan yang baik?'. Namun, saat ku perhatikan baik-baik ternyata itu Lenca dan Kenan. Apa-apaan ini, kenapa mereka seperti sepasang kekasih? Aku balik ke samping, ternyata aku sudah tidak berada di masa lalu. Aku sudah kembali, namun ada beberapa perubahan di sini. Sebenarnya, apa yang terjadi malam itu?
__ADS_1