
Aku sudah setengah jam di kursi taman ini. Aku tidak tahu harus melakukan apa. Semua serba tiba-tiba dan rasanya aku ingin mati saja daripada seperti ini. Suami yang kukira akan sangat menyayangi ku ternyata orang yang sangat mengekang ku bahkan tidak pernah membuatku bahagia. Bagaimana tidak, uang untuk makan saja aku tidak di berikan sepeserpun hari ini. Kenapa nasib ku terlalu sial begini? Padahal, sewaktu kami belum menikah, dia sangat baik padaku. Kenapa sekarang dia berbeda? Apakah bisa, aku kembali ke masalalu dan mengubah takdir ku untuk tidak bersamanya?
"Hai Fira, saya ingin mengabulkan keinginan mu itu." Tiba-tiba seorang perempuan yang memakai serba hitam berdiri di depan ku, seperti mengucapkan jawaban apa yang sedang ku pikirkan. Apa aku bermimpi atau hanya berhalusinasi bertemu dengan orang ini?
"Saya juga manusia seperti mu." Kembali seakan-akan dia menjawab pertanyaan yang ada di pikiran ku. Lalu, dia tidak sengaja menyenggol seseorang yang berjalan di sampingnya. "Maafkan saya, saya tidak sengaja," katanya pada orang yang dia senggol. Dia benar-benar nyata, apa dia bisa membaca pikiranku?
"Aku bisa mendengarkan pikiranmu. Jadi, apa kau bisa percaya padaku?" katanya lagi padaku. Tapi aku harus percaya apa? Aku yakin semuanya kebetulan, kebetulan menjawab pertanyaan yang ada di pikiran ku. Agar aku bisa percaya padanya lalu dia bisa menjual sesuatu padaku atau bisa jadi dia ingin menghinoptis lalu berbuat jahat padaku?
__ADS_1
"Saya tidak ingin menjual apapun dan tidak akan menghipnotis dan berbuat jahat padamu. Saya hanya ingin menawarkan tiga kertas untuk mu agar bisa kembali ke masalalu agar kamu mengubah takdir mu. Kamu hanya perlu memberikan ku sesuatu yang berharga menurutmu," Aku terkejut mendengarnya, apa-apaan orang ini. Apa dia ingin bermain-main denganku? Aku memang sangat ingin mengubah hidupku, tapi yang benar saja kertas itu bisa merubah hidupku. Aku yakin dia hanya ingin menjual kertas itu padaku.
"Tidak. Saya tidak ingin membeli kertas itu. Saya juga tidak memiliki uang," jawabku padanya. Apalagi keadaan ku saat ini sedang tidak memiliki uang satu sen pun. Yang benar saja, aku membeli kertas yang tidak berguna itu lagi.
"Kamu yakin Alfira Keysha? Saya tahu hari ini kamu ditinggalkan oleh suamimu Kenan Kentana. Dia memarahimu pagi-pagi sekali karena kamu menghabiskan uang yang di berikannya minggu lalu. Ia juga memarahimu karena pergi ke dokter untuk memeriksakan kesehatanmu dan saat ini kamu merasa ingin mengubah masalalumu. Saya datang padamu untuk mengabulkan hal itu. Saya tahu kamu tidak percaya pada saya, tapi saya yakin hati kecil mu juga ingin mencoba memercayai saya Alfira Keysha." Aku merinding mendengar semua yang dia ucapkan dan benar ucapan dia, rasanya aku ingin memercayainya. Bagaimana jika memang benar dia bisa merubah masalalu ku? "Saya hanya datang sekali padamu dan kita tidak akan bertemu lagi setelah hari ini, baik kamu menolak ataupun menerima tawaranku. Bagaimana kamu ingin menerima tawaran ku?"
"Sudah ku katakan aku tidak menginginkan uangmu. Jika kamu ingin kembali ke masalalu kamu bisa memberikan semua kenanganmu di masalalu yang berkesan, sehingga kamu hanya bisa mengingat kenangan mu di hari yang kamu datangi dan setelahnya." Sepertinya, dia benar-benar bisa membaca pikiranku. Kenangan masalalu yang paling berkesan dan terpikirkan oleh ku itu hanyalah hal biasa menurut ku tentunya. Aku tidak yakin akan menerimanya.. Tapi, bagaimana bisa dia mengambil kenangan itu dari ku? "Saya tidak peduli bagaimana kenanganmu itu. Yang jelas, apapun itu yang menurut mu berharga saya akan menerimanya asalkan kenangan itu merupakan yang paling berkesan menerutmu. Katakanlah padaku!" Lagi-lagi dia menjawab pertanyaan yang ada di pikiran ku.
__ADS_1
"Baiklah, aku menerima tawaran mu," kataku. Apa aku sanggup merubah masa depan ku menjadi lebih baik. Aku khawatir tidak bisa, tapi aku tetap ingin mencobanya.
"Saya akan mengambil seluruh kenanganmu ketika kamu mulai kembali ke masa lalu. Lalu, kuberikan tiga kertas ini padamu, dia akan mengembalikanmu ke masalalu. Tulislah tanggal atau peristiwa yang ingin kamu rubah di masalalu lalu bakar kertas ini. Aku menyarankan kamu berada di tempat yang sepi atau di rumahmu. Pergunakanlah kertas ini dengan baik. Semoga kamu beruntung ketika mengubah masalalumu." Wanita itu memberikanku sebuah kotak panjang yang berisi tiga buah kertas panjang serta pensil dan korek api.
Saat aku ingin bertanya lagi apakah kertas ini bisa digunakan sekaligus dalam sehari. Wanita itu sudah pergi dari hadapan ku. Ia tidak berpamitan pun mengatakan sesuatu ketika pergi di hadapanku. Yang ku ingat hanyalah kata aku harus menggunakan kertas ini di tempat sepi atau di rumah.
Aku harus kembali agar bisa menggunakannya. Semoga saja dia tidak membohongiku bisa kembali ke masalalu. Jika dia berbohong, aku benar-benar akan mengasihani diriku yang terlalu bodoh karena seputus asa ini.
__ADS_1