Paper Dream

Paper Dream
Chapter 4


__ADS_3

"Hai Keysha, berikan aku nomor mu," kata laki-laki yang berada di depan ku. Namun, aku muak dan merasa kesal karena sudah tahu kelakuannya pada masa depan.


"Aku lupa membawa Handphone dan aku tidak menghapal nomorku," aku tersenyum kecut padanya. Ini hanya alasan, agar kami tidak saling mengenal dalam jangka waktu yang panjang.


"Hei, kau bercanda yah. Aku bisa memberikan nomormu padanya jika mau," kata Riana padaku.


"Tidak, tidak, tidak. Tidak usah, dia tidak usah diberikan."


Alisnya naik seperti dulu aku melihatnya pertama kali keheranan dengan perkataan ku. Sebenarnya, dulu dia terlihat sangat keren jika seperti itu. Dia terlihat memiliki aura yang cool layaknya laki-laki yang dingin tapi diam-diam memiliki rasa empati yang besar pada pasangannya. "Kenapa tidak usah?" katanya keheranan.

__ADS_1


Aku juga merasa kedua teman ku memandang ke arahku. "Aku hanya tidak ingin," kataku lalu memalingkan wajah ku.


"Kau bisa Catat nomor ku?" katanya pada Riana. "Nanti kau chat aku, dan berikan nomornya padaku," katanya kembali menyambung kalimat sebelumnya. Sedangkan, Riana hanya mengikuti perintah darinya. "Ok, thanks yah." Dia pun berlalu dan meninggalkan kelas.


"Jangan berikan nomor ku padanya yah Riana, ku mohon," kataku memelas.


"Memangnya kenapa? Bukannya kau menyukai dia?" kata Riana padaku dan Lenca menganggukkan kepalanya tanda membenarkan perkataan Riana.


...Kembali ke masa depan...

__ADS_1


Saat membuka mataku, aku kembali pada rumah ku yang masih sepi seperti semula. Aku, tidak tahu dengan kembalinya aku ke masa lalu, berhasil atau tidak. Aku pun mengelilingi rumahku, berharap tak menemukan barang-barang dari suamiku.


Aku mengitari ruang tamu dan memeriksa kamar, semuanya masih seperti semula, saat aku kembali ke masa lalu. Aku mencari foto-foto pernikahan kami, yang aku bawa dari rumah orang tua ku. Aku ingin melihat apakah ada yang berubah dari foto itu.


Setengah jam berlalu, aku menemukan foto itu di gudang belakang rumah. Sepertinya, nasib ku masih sama seperti semula. Ku buka foto-foto yang dulu ku simpan rapih, ini ku lakukan agar aku tidak merasa bahwa aku salah pilih telah memilih suami seperti dia.


Beberapa foto tampak sama, pernikahan kami yang dihadiri oleh sanak saudara kami dan teman-teman kuliah kami serta teman-temanku dibangku sekolah dulu. Aku hanya melihat banyak sekali foto keluarga ku, dengan kami yang tersenyum bahagia dan dia yang tersenyum biasa-biasa saja.


Aku juga melihat foto kami dengan teman-teSMA ku yang hadir serta teman-teman kecil ku yang masih berada di dekat rumah. Tidak ada yang aneh, menurut ku dari semua foto ini. Lalu, ku ambil album yang terkhusus untuk teman-teman kuliah ku. Aku mulai melihat keanehannya, aku mencari-cari seorang teman yang dulu menghadiri pernikahan ku. Namun, tak dapat ku temukan pada lembaran-lembaran album yang ku buka ini. Aku mencari lagi beberapa foto yang berserakan di kardus. Namun, tidak ada pula foto-foto pernikahan ku disini.

__ADS_1


Aku merasa aneh, padahal dulu dia datang membawa buket dan beberapa hadiah untuk ku. Kenapa ketika aku kembali ke masa lalu, satupun fotonya tidak dapat ku temukan pada foto-foto yang ku simpan ini.


Dia teman yang sangat dekat denganku, yaitu Lenca yang tidak ku tahu kabarnya saat ini. Lenca yang telah lama menghilang setelah aku menikah dengan Kenan. Sebenarnya kenapa dia tidak datang? Apa aku harus kembali lagi? Tapi, saat waktu apa?


__ADS_2