
"Ini hadiah dari papa, sayang!? Kata eyang kamu peringkat pertama yah, nak? Selamat yah, dan jangan lupa selalu ditingkatkan prestasi nya," kata tuan Thomas.
Tuan Thomas memberikan tiga bingkisan pada Paula setelah Paula kembali dari acara perpisahan di kelasnya.
"Ini isi nya apa pa?" tanya Paula.
"Buka saja, sayang!? Semoga kamu menyukai nya yah sayang," sahut tuan Thomas sambil tersenyum lebar. Paula mulai membuka satu kado dari papa nya yang ukuran paling kecil sendiri.
Pelan-pelan Paula membuka kado itu dan ternyata isi nya adalah sebuah jam tangan yang berwarna putih sangat cantik dan elegan.
"Wow, ini sangat bagus dan keren pa!? Kok papa tahu jam tangan yang aku sukai. Bahkan model jam tangani ini rencananya akan aku beli, pa!?" kata Paula. Tuan Thomas tersenyum senang.
"Jadi kamu menyukai jam tangan nya kan, nak?" sahut tuan Thomas.
"Tentu saja, papa!? Aku sangat menyukai nya," ucap Paula.
"Sekarang buka kado yang ke dua!? Semoga kamu juga menyukai nya," kata tuan Thomas. Paula kembali membuka kado yang kedua berukuran sangat besar dari yang pertama.
"Kira-kira apa yah?" pikir Paula.
"Wow, boneka beruang!? Wah keren, pa! Terima kasih papa!?" kata Paula sambil memeluk. tuan Thomas.
"Kamu suka kan, nak?" ucap tuan Thomas.
__ADS_1
"Sangat suka, pa!? Oh iya pa, bagaimana kalau kita ke tempat makam mama? Aku Kangen dengan mama, pa!?" kata Paula.
"Ayo, papa juga kangen dengan mama kamu. Tapi sebelum kita pergi buka dulu kado yang terakhir dari papa," sahut tuan Thomas.
"Oh, iya! Masih ada satu kado lagi dari papa," gumam Paula.
Paula segera membuka kado yang terakhir dari papa nya. Kado yang terakhir ini banyak sekali kotak nya hingga berlapis-lapis. Paula jadi terlihat jengah.
"Ih papa, aneh aneh deh! Sebenarnya isi nya apa sih?!" kata Paula.
"Lihat saja!!" sahut tuan Thomas. Hingga sampai akhirnya Paula melihat isi kado pemberian papa nya itu.
"Wow, handphone?! Wow ini sangat keren papa!? Wah terimakasih banyak papa!?" ucap Paula kembali menghambur ke pelukan papa nya.
"Oke, oke siap papa!? Pokoknya aku mau saja diajak kemana-mana sama papa," sahut Paula seraya tersenyum lebar.
*****
"Mama, aku datang bersama dengan papa!? Mama tahu, aku peringkat pertama loh, ma! Papa memberikan aku tiga hadiah. Senang banget aku ma!? Coba mama masih di sini, kita bisa jalan-jalan dan makan enak. Mama, aku kangen mama," ucap Paula pelan.
Saat ini Paula dan juga tuan Thomas sedang berada di tempat pemakaman umum. Di depan mereka ada batu nisan yang bertuliskan nama indah dari mama kandung Paula. Terlihat tuan Thomas berubah raut wajahnya menjadi sedih. Kepergian istrinya itu benar-benar memukul jiwa nya yang paling dalam. Apalagi kepergian mama Paula disaat Paula masih terlalu kecil.
"Papa? Ayo kita pergi!? Kita tidak boleh bersedih lagi. Kasihan mama kalau melihat papa menangis," kata Paula.
__ADS_1
"Eh, em papa tidak menangis kok!?" sahut tuan Thomas.
"Ya, ya tidak menangis tapi matanya berkaca-kaca. Apa bedanya? " ucap Paula menggoda.
"Ya sudah, ayo kita jalan-jalan!? Selamat tinggal mama. Kami pergi dulu, ma!?" ucap Paula dengan ceria.
Tuan Thomas dan Paula kini sudah berada di dalam mobil. Tuan Thomas membawa Paula ke pusat perbelanjaan di kota.
"Ke restoran Jepang saja yah!?" kata tuan Thomas.
"Hem, enggak mau pa!? Mau sate kambing saja," sahut Paula.
"Hah, kamu yakin?" kata tuan Thomas.
"Heem papa!? Mau makan di pinggir jalan saja," sahut Paula dengan manja.
"Tapi, sayang!? Makanan di pinggir jalan tidak higienis loh sayang?! Atau kamu suka masakan nusantara? Kita makan di restoran langganan papa, bagaimana?!" ucap tuan Thomas.
"Hem, yang ada iga bakarnya juga boleh lah, pa!?"sahut Paula.
" Nah, akhirnya selera mama kamu menurun pada kamu, sayang!?" kata tuan Thomas.
"Hehehe," Paula tersenyum lebar.
__ADS_1