
"Thomas! Keluarkan aku dari sini! Kamu tidak boleh menjebloskan aku dalam penjara, Thomas! Bukankah aku masih istri kamu, Thomas!" teriak mama Citra. Tuan Thomas tetap diam. Sorot matanya tajam dengan amarah dan kecewa nya terhadap wanita muda yang selama ini telah ia percaya.
Benar! Nyonya Citra telah tertangkap pihak berwajib karena laporan dari tuan Thomas. Nyonya telah melarikan uang perusahaan yang cukup besar. Ditambah lagi memalsukan data. Kini tuan Thomas telah menggugat cerai nyonya Citra. Dan ini adalah akhir dari nyonya Citra.
"Thomas! Keluarkan aku dari sini, Thomas! Bagaimana nasib putriku Palupi jika aku masuk penjara?" teriak nyonya Citra.
"Palupi? Bukannya kamu sendiri yang telah menjual Palupi, putri mu pada laki-laki hidung belang itu? Bahkan seorang ibu sangat tega menjual putrinya dengan memaksa nya menikah dengan pria tua dan hidung belang hanya demi uang," ucap Thomas.
"Oh iya satu lagi! Setelah ini, aku pun akan menjebloskan selingkuhan kamu dalam penjara," sambung Thomas. Citra mengerutkan dahinya saat dirinya ketahuan telah menjalin hubungan dengan pria lain.
"Thomas! Kamu salah paham, Thomas! Aku tidak mungkin berselingkuh di belakang kamu! Aku adalah tipe istri yang setia, Thomas! Thomas, keluarkan aku dari sini Thomas!" ucap Citra. Thomas kini kembali berjalan melenggang meninggalkan tempat itu tanpa memperdulikan teriakan dari nyonya Citra.
🦋🦋🦋🦋🦋
"Terimakasih, Paula sayang! Kamu mau kembali di rumah ini. Rumah yang penuh kenangan saat bersama dengan mama kamu," ucap tuan Thomas pada Paula.
__ADS_1
"Rumah ini mengingatkan aku dengan mama, pa!" sahut Paula.
"Maafkan papa, nak! Maaf beberapa tahun ini papa telah buta. Papa kurang memperhatikan kamu. Semua ini karena..." ucap papa Thomas.
"Sudahlah, pa! Semuanya sudah terjadi. Yang penting sekarang papa ada di sini bersama ku," kata Paula.
"Papa janji, papa tidak akan menikah lagi! Papa hanya ingin menyayangi kamu saja, nak. Papa tidak ingin kejadian kemarin membuat kamu tersingkirkan dari kasih sayang papa," ucap papa Thomas.
"Jangan berjanji seperti itu, pa! Papa juga harus bahagia. Papa butuh pendamping yang bisa melayani papa. Cuma mulai sekarang, aku akan ikut andil dalam memilih calon istri bagi papa," kata Paula seraya tersenyum. Papa Thomas terkekeh mendengar nya.
"Pokoknya papa jangan khawatir! Aku ingin papa punya istri lagi yang tentu saja sayang dengan papa dan tidak seperti mama nya Palupi," kata Paula.
"Yang paling penting, dia menyayangi kamu Paula!" sahut papa Thomas.
🦋🦋🦋🦋🦋
__ADS_1
"Selamat Paula! Sekarang kamu telah berkumpul lagi bersama papa kamu. Dan juga tinggal di rumah kamu yang lama. Aku baru tahu kalau ternyata Palupi itu saudara tiri kamu yah," ucap Adam.
"Sekarang Palupi tidak melanjutkan sekolah. Dia telah menikah dengan laki-laki yang sudah berumur. Aku menjadi kasihan sekali, Adam!" sahut Paula.
"Semua sudah jalan kehidupan Palupi. Kita hanya bisa mendoakan supaya Palupi mendapatkan kebahagiaan sesuai yang dia inginkan," kata Adam.
"Sudah, sudah kalian sejak tadi ngobrol berdua tidak ada habisnya. Bagaimana kalau kita makan! Perut aku sudah lapar nih!" kata Monika yang tiba-tiba datang mendekati Adam dan Paula yang sejak tadi berbincang-bincang. Kety pun ikut rempong menggoda Adam dan Paula yang sejak tadi duduk berduaan.
"Paula, ayo kita makan! Kedua sahabat kita sudah tidak sabar ingin menghabiskan hidangan di atas meja makan," ajak Adam.
"Heem, ayo kalau begitu teman- teman! Kalian harus bisa menghabiskan makanan yang sudah disiapkan oleh mbak asisten rumah tangga di rumahku," sahut Paula.
Mereka saling bergandengan. Mereka saling melengkapi. Mereka saling mengisi dalam keceriaan dan kebahagiaan. Masa remaja adalah masa pertumbuhan menuju ke dewasaan. Sahabat adalah segala-galanya. Kita akan merasakan tidak sendirian saat ada mereka yang selalu memberikan motivasi dan semangat untuk maju dan sukses bersama.
TAMAT
__ADS_1