PAULA KAMI SAYANG KAMU

PAULA KAMI SAYANG KAMU
BAB 30


__ADS_3

"Paula, kamu benar-benar hebat bisa menemukan kotak misteri itu!" ucap Kety pada sahabatnya Paula yang telah mendapatkan kotak misteri sesuai instruksi dari kakak pembina dan panitia pelaksana dari perkemahan sabtu minggu itu.


"Iya, syukur banget aku bisa dengan cepat menemukannya. Kamu tahu di tempat itu padahal banyak yang berusaha menggagalkan aku supaya tidak berhasil. Dan kotak misteri ini terletak di sebelah sosok dengan berpakaian putih. Dia ingin menahan dan menarik ku supaya aku ketakutan," cerita Paula. Kety dan Monika menyipitkan bola matanya mendengar cerita dari Paula.


"Wah kalau aku menjadi kamu, Paula! Mungkin saja aku sudah ngompol di tempat itu," sahut Monika.


"Kalau aku? Mungkin saja langsung memukul muka tuh sosok yang hendak menggangu itu," ucap Kety.


"Benar! Setelah acara ini selesai, aku ingin tahu deh, siapa sosok itu. Dari kakak pembina atau orang yang membantu dalam melancarkan acara jeritan malam ini," kata Paula sambil melihat ke arah Kety dan Monika secara bergantian.


🌲🌲🌲🌲🌲


"Ih nyebelin banget sih. Kenapa kamu bisa gagal sih membuat si Paula Brengsek itu tidak takut sama sekali! Bahkan Paula berhasil menemukan kotak misteri yang ternyata isinya adalah hadiah spesial dari panitia perkemahan ini," ucap Palupi kesal. Pria suruhan Palupi itu hanya bisa menyesal atas kegagalannya dalam menjalankan tugas dari Palupi.


"Karena kamu telah gagal dalam menjalankan misi ini, maka uang pemberian dariku aku minta separuh nya saja. Enak saja kamu menerima uangku yang banyak tapi kamu tidak bisa menjalankan nya dengan becus," kata Palupi.

__ADS_1


"Tapi, nona!?" sahut pria itu ingin memprotes nya.


"Tidak ada tapi-tapian! Mana uangnya?" ucap Palupi. Pria itu menyerahkan amplop coklat yang uangnya sudah berkurang. Palupi mengambil beberapa lembar saja lalu dia berikan pada pria itu.


"Karena kerja kamu tidak membuat aku senang, maka untuk bayaran kamu segini saja," kata Palupi sambil memberikan beberapa lembar uang kertas berwarna merah pada pria itu.


Dengan berat hati pria itu akhirnya menerima uang pemberian Palupi dengan tidak puas.


Tanpa mereka sadari percakapan itu dilihat oleh Kety dan Monika.


"Benar! Menyebalkan sekali Palupi ini. Dia saudara tiri dari Paula yang sangat jahat. Mama nya sudah merebut papa nya Paula. Kini anaknya suka sekali menggangu Paula," sahut Kety.


"Ih, memiliki saudara tiri seperti Palupi rasanya mau ku cakar saja wajahnya yang sok berpura-pura baik itu. Tapi nyatanya sangat jahat banget," kata Monika.


🌲🌲🌲🌲🌲

__ADS_1


"Jadi sosok yang berusaha menarik dan menahan ku di lokasi itu sebenarnya bukan kakak pembina? Dia adalah orang asing?" ucap Paula.


"Benar!? Dan pria itu ternyata orang suruhan dari Palupi yang berniat jahat terhadap kamu," sahut Monika.


"Hem, ya ampun! Kok panitia bisa tidak mengetahuinya sih?" kata Paula.


"Nah, itu dia! Kenapa kakak pembina tidak mengetahui nya? Aku juga mulai berpikir ke sana," ujar Kety.


"Ya sudahlah, yang terpenting sekarang ini aku tidak apa-apa?" sahut Paula.


"Ya, ya kamu hebat Paula!" kata Monika.


"Bukan aku yang hebat! Tapi ini adalah keberuntungan saja!" sahut Paula.


🌲🌲🌲🌲🌲

__ADS_1


__ADS_2