PAULA KAMI SAYANG KAMU

PAULA KAMI SAYANG KAMU
BAB 24


__ADS_3

Saat tuan Thomas mengajak Paula jalan-jalan dan makan di restoran, mereka bertemu dengan Adam bersama papi nya. Adam yang melihat Paula sedang menikmati makanan di restoran itu segera menghampiri nya.


"Paula!? Kamu di sini juga?" tanya Adam.


"Eh, iya Adam!? Kamu lagi makan juga di sini? Kamu sama siapa, Adam?!" kata Paula.


"Itu aku sama papi ku!" sahut Adam. Paula dan tuan Thomas melihat pria dewasa sedang duduk menikmati makanan nya. Tuan Thomas mengerutkan dahinya saat melihat pria dewasa yang tidak lain adalah papi Adam.


"Loh, bukannya itu adalah tuan Jordy?" sahut tuan Thomas, papi Paula.


"Benar, om!? Om mengenal papi saya? Kalau begitu, biar saya panggil kemari saja. Kita bergabung satu meja saja. Tidak apa-apa kan, om?" ucap Adam.


"Oh, boleh boleh saja! Silahkan!? Semakin ramai semakin asyik," sahut tuan Thomas.


Adam kembali ke tempat duduknya. Dia segera memberitahu papi nya kalau ada tuan Thomas, papa Paula teman relasinya.


"Ayah, di sana ada tuan Thomas, papa Paula. Katanya om Thomas mengenal papi," kata Adam.

__ADS_1


"Eh, benar!? Itu tuan Thomas!? Tentu saja papi sangat mengenalnya, Adam!?" ucap tuan Jordy.


"Ayo, pi! Kita bergabung dengan mereka!? Om Thomas tidak keberatan kok," kata Adam.


"Ih, kamu ini benar-benar! Nanti kalau menggangu mereka bagaimana?" ucap tuan Jordy.


"Tidak, papi! Aku sudah minta ijin kok dengan om Thomas. Ayo papi, di sana juga ada Paula!?" kata Adam sedikit memaksa.


"Ya sudahlah, ayo!!?" sahut tuan Jordy. Adam segera meminta pelayan memindahkan hidangan di meja itu ke meja Paula dan tuan Thomas.


"Wah, ternyata tuan Thomas yah!? Saya tidak menyangka kalau Papa Paula adalah tuan Thomas. Putra ku sangat mengenal dekat putri anda, tuan Thomas," ucap tuan Jordy. Tuan Thomas tersenyum lebar.


"Hahaha, Anak-anak kita masih kecil tuan Thomas. Tapi saya harap, mereka bisa berjodoh, Hahaha," ucap tuan Jordy.


"Hahaha," tuan Thomas dan tuan Jordy sama-sama tertawa lepas. Adam dan Paula yang mendengar pembicaraan kedua pria dewasa itu hanya bisa bersemu merah.


"Paula, Adam! Ayo dihabiskan makanan nya!" kata tuan Jordy.

__ADS_1


"Tentu, papi! Oh iya, papi jangan lupa semua harus papi yang membayar tagihan makanan mereka," ucap Adam.


"Eh, jangan dong!?" sahut tuan Thomas.


"Tidak masalah tuan Thomas!? Kapan lagi saya bisa mentraktir, tuan Thomas," kata tuan Jordy.


"Ya sudah, lain kali gantian saya yang mengundang tuan Jordy makan malam di rumah saya," ucap tuan Thomas.


"Ya, ya, itu bisa diagendakan nanti, tuan Thomas. Supaya keluarga saya dengan keluarga tuan Thomas bisa lebih dekat dan saling akrab," kata tuan Jordy.


Mereka mulai mengobral panjang lebar sambil menikmati makan bersama di restoran itu. Adam dan Paula pun akhirnya mulai berbincang sendiri saat tuan Thomas dan tuan Jordy mulai berbicara ke urusan bisnis.


"Hari sabtu ini kita akan berkemah. Aku paling suka kalau acara seperti ini, Paula. Bagaimana dengan kamu?" ucap Adam.


"Suka sih!? Apalagi saat acara api unggun. Aku paling suka acara malam itu," kata Paula.


"Bagaimana kalau mencari jejak? Kamu suka tidak?" ucap Adam.

__ADS_1


"Suka dong!? Mencari jejak kan dilakukan dari pagi sampai sore. Tapi aku paling kurang suka saat malam hari. Pokoknya rasanya takut saja," cerita Paula.


"Jangan khawatir, Paula!? Ada aku di sana nanti! Kamu jangan takut yah?!" sahut Adam. Paula tersenyum mendengar gombalan Adam.


__ADS_2