PAULA KAMI SAYANG KAMU

PAULA KAMI SAYANG KAMU
BAB 27


__ADS_3

Tepukan tangan dari teman-teman Paula terdengar membahana di sekitaran area perkemahan hutan pinus itu. setelah Paula mendapatkan giliran membaca puisi karena dalam regu nya Paula sendiri lah yang mewakili dalam lomba puisi tersebut. Karena anggota nya hampir semuanya menyerahkan lomba puisi tersebut pada Paula.


Diantara semua yang memberikan tepuk tangan terkecuali ada beberapa pasang mata yang melihat iri dan tatapan tidak suka kalau Paula mendapatkan apresiasi dan tepuk tangan yang banyak oleh peserta perkemahan sabtu minggu itu. Apalagi Adam terlihat sangat bangga saat melihat pacar nya, Paula tampil membacakan puisi dengan sangat bagus dan menjiwai.


"Aku yakin, kamu bisa menyabet juara dalam lomba puisi di perlombaan ini, Paula," ucap Kety setelah Paula kembali ke barisan nya.


"Ah, yang lain juga bagus-bagus kok saat membaca puisi di depan tadi. Tidak hanya aku saja," sahut Paula merendah.


Kini kakak pembina mulai kembali memanggil nama peserta lomba yang akan tampil ke depan. Sebuah nama yang tidak seorang pun tidak mengenalnya. Dia adalah Palupi. Palupi maju ke depan untuk membacakan puisi nya. Dengan penuh percaya diri, dan dengan membusungkan dada nya, Palupi mulai menunjukkan kemampuannya dalam membacakan puisi.

__ADS_1


Semua melihat Palupi dengan melongo saat tampil di depan tanpa rasa minder dan takut. Sama seperti Paula yang semua mata tertuju padanya saat Paula totalitas dalam menghayati karya sastra berbentuk puisi tersebut. Sampai akhirnya Palupi selesai tampil membacakan puisi ke depan, kembali tepukan tangan terdengar. Apalagi suara Dina dan Ita terdengar heboh sendiri.


"Keren! Palupi keren!? Palupi juaranya!?" teriak Ita yang sukses membuat semua nya menyoraki Ita. Ita langsung ciut nyalinya.


"Aku yakin kamu juaranya. Paula pasti bisa kamu kalahkan," ucap Ita saat Palupi kembali ke barisannya kembali.


Beberapa peserta lomba puisi yang belum dipanggil namanya mulai mendapatkan giliran nya satu demi satu mewakili regu nya. Sampai akhirnya acara lomba puisi selesai dilaksanakan dan diteruskan dengan lomba berpidato. Lomba berpidato juga setiap regu hanya mewakili satu orang saja. Kembali di regu nya Paula tidak ada yang mau mewakili untuk lomba berpidato dengan alasan takut dan tidak bisa. Ditambah nervous. Pada akhirnya Paula kembali mewakili regu nya untuk mengikuti lomba berpidato.


Dengan penuh percaya diri, Adam menunjukkan sebagai pria yang cerdas dan pandai berbicara menyampaikan ide dan gagasan nya dalam berpidato. Semua ciwi-ciwi dibuat terpukau dengan penampilan Adam yang luar biasa. Palupi, Dina dan juga Ita dibuat melongo saat Adam membawakan pidato nya dengan suara lantang dan tidak membosankan.

__ADS_1


"Coba saja Adam mau menjadi pacarku. Sekarang juga aku akan maju ke depan memberikan setangkai bunga mawar padanya saat berpidato," ucap Palupi. Hal itu didengar oleh Dina dan Ita.


"Ya sudah, kenapa tidak kamu lakukan saja. Aku ingin melihat, bagaimana ekspresi Paula saat kamu memberikan bunga mawar itu pada Adam. Apalagi Adam dengan senang hati menerimanya. Aku pikir Adam tidak mungkin menolak bunga mawar pemberian kamu di hadapan teman-teman kita," ucap Ita.


"Iya, Palupi! Ayo cepat!? Ini bunga mawar nya! Kamu harus memberikannya pada Adam sekarang juga," desak Dina.


Palupi melihat ke arah Ita dan Dina secara bergantian. Lalu pada akhirnya tanpa banyak berpikir panjang lebar, Palupi maju ke depan mendekati Adam dan memberikan satu tangkai bunga mawar merah itu padanya. Sukses apa yang dilakukan oleh Palupi mendapatkan sorakan pada teman-teman nya.


"Ayo, terima dong Adam, bunga dari Palupi!?" teriak salah satu orang peserta persami. Adam yang sudah menyelesaikan pidato nya kini menatap ke barisan Paula. Lalu serta merta akhirnya bunga mawar merah dari Palupi itu Adam Terima. Kembali sorakan dan tepuk tangan dari teman-teman nya terdengar gaduh. Namun diluar dari itu semuanya, Adam kini melangkah mendekati barisan Paula. Semua peserta persami hening dan tertuju pada Adam. Adam memberikan bunga mawar merah itu ke Paula. Kembali tepukan dan sorak sorai teman-teman peserta persami terdengar riuh. Berbeda dengan Palupi yang kini terlihat manyun bibir nya saat melihat Adam memberikan bunga mawar darinya kepada Paula.

__ADS_1


"Ih nyebelin banget, Si Adam!? Dia tetap memilih Paula daripada aku," gerutu Palupi. Dina dan juga Ita hanya bisa mengusap punggung Palupi supaya tidak marah-marah menyaksikan adegan yang bikin sakit hatinya.


__ADS_2