
"Tuan muda! Ada beberapa transaksi di nomor rekening pribadi dan juga nomer rekening perusahaan tuan muda beberapa milyar. Apakah tuan muda Thomas mengetahui nya?" tanya salah satu orang kepercayaan tuan Thomas.
"Apa? Sial! Pasti semua ulah Citra!" sahut Thomas. Orang kepercayaan tuan Thomas menyipitkan bola matanya menatap bos nya itu.
"Hans! Kamu selidiki kemana aliran dana yang dikeluarkan oleh Citra! Selain itu, pastikan wanita itu tidak bisa lari kemana-mana pun. Laporkan semua masalah ini pada pihak kepolisian," kata Thomas dengan tersenyum sinis.
"Siap tuan Thomas!" sahut Hans.
🌸🌸🌸🌸🌸
"Ternyata selama ini Citra diam-diam telah menjalin hubungan dengan Suryo. Kurang ajar kamu. Suryo! Kamu telah memanfaatkan Citra istriku untuk menghancurkan aku," gumam Thomas saat mendapatkan informasi dari orang-orang suruhan nya.
"Hans, laporkan semua tindakan Citra pada pihak berwajib. Laporan pemalsuan dokumen dan juga penyalahgunaan surat kuasa. Dan satu lagi, Hans! Pastikan proses perceraian ku terhadap Citra secepatnya selesai," ucap Thomas.
"Siap, tuan muda!" sahut Hans.
__ADS_1
🌸🌸🌸🌸🌸
"Jadi kamu sudah menceraikan istri kamu yang gila harta itu?" tanya eyang Edson. Thomas diam, namun terlihat ada kecewa di sana. Eyang Edson mengerutkan dahinya lalu menatap tajam putra nya itu.
"Di mana putriku, pa?" tanya Thomas seperti ingin mengalihkan pembicaraan.
"Dia ada di dalam kamarnya!" sahut eyang Edson.
"Aku ingin mengajaknya kembali ke rumah, pa!" kata Thomas. Eyang Edson menyipitkan bola matanya. Ada rasa tidak rela dan tidak ikhlas jika Paula akan kembali tinggal di rumah bersama papa kandung nya yaitu, Thomas.
"Setelah kamu membuat Paula merasa tidak penting dalam kehidupan kamu. Lalu setelah kamu mengetahui keburukan mama tiri dan saudara tirinya, kamu akan meminta Paula kembali ke rumah itu?" sahut eyang Edson.
"Sudah aku duga! Perceraian itu terjadi karena istri baru kamu itu sudah sangat keterlaluan. Dan dia akhirnya pergi sendiri tanpa kamu memintanya. Aku rasa, dia bukan wanita yang setia bukan? Jadi selama ini kamu dimanfaatkan oleh nya," kata eyang Edson.
"Sudahlah, pa! Jangan membahas wanita itu lagi. Aku akan membujuk Paula supaya mau aku ajak pulang ke rumah. Belum terlambat bukan, jika aku papa nya akan lebih mempercayai dirinya daripada orang lain yang merupakan pendatang baru di rumahku," ucap Thomas.
__ADS_1
"Yah, bujuk saja cucuku itu! Kamu punya kuasa untuk menjadikan dia tumbuh percaya diri dalam kasih sayang papa nya. Karena mama kandung nya telah tiada. Hanya kamu papa yang diharapkan menyayangi dan memperhatikan nya," kata eyang Edson.
"Aku mengerti, pa! Maaf jika aku salah memilih wanita itu yang sebenarnya aku mengharapkan dia menjadi mama sambung yang baik untuk Paula," sahut Thomas.
🌸🌸🌸🌸🌸
"Papa, sepertinya aku lebih nyaman di rumah eyang!" ucap Paula. Tuan Thomas mengerutkan dahinya.
"Paula, sayang! Jangan begitu dong sayang! Apakah kamu masih marah dan kecewa dengan papa? Mama Citra dan juga Pulupi sudah tidak tinggal di rumah kita, sayang! Masa kamu tega, papa tinggal sendiri di rumah itu?" kata tuan Thomas.
"Banyak asisten rumah tangga yang bekerja di rumah itu, pa! Papa tidak akan kesepian jika tanpa aku di rumah itu," ucap Paula.
"Aku mohon, sayang! Kita kembali bersama seperti dulu yah, nak. Papa berjanji, akan selalu mempercayai kamu, sayang. Kita tidak akan lagi berjauhan dan terpisah seperti ini," kata tuan Thomas.
"Kita tidak akan terpisah, papa! Aku hanya ingin tinggal bersama dengan eyang Edson saja kok, pa! Kita tetap bersama walaupun kita tidak dalam satu atap, pa!" sahut Paula.
__ADS_1
"Tapi, Paula sayang!" ucap tuan Thomas. Mau tidak mau untuk sementara waktu, tuan Thomas tidak memaksakan dirinya pada Paula. Akhirnya tuan Thomas membiarkan putrinya itu tetap tinggal bersama dengan tuan besar Edson.
"Aku tahu, kalau kamu masih belum ingin kembali ke rumah kita. Kamu seperti sudah trauma jika kembali tinggal di rumah itu," gumam tuan Thomas.