PAULA KAMI SAYANG KAMU

PAULA KAMI SAYANG KAMU
BAB 6


__ADS_3

"Ini semua gara-gara dua cewek kampung itu! Kita jadi dihukum membersihkan semua toilet di sekolah ini," ucap palupi yang kini mulai menyikat bak di salah satu toilet wanita.


Sedangkan Dina dan juga Ita pun saat ini membersihkan toilet wanita di kamar mandi sebelah nya. Sambil menyikat dan membersihkan toilet wanita itu, mereka masih tetap ngomel-ngomel dan menyalahkan Kety dan juga Monika.


Sementara itu, Kety dan juga Monika kini mendapatkan hukuman mengepel depan kelas dari kelas X, XI dan XII. Keduanya mendapatkan hukuman itu karena memulai keributan dan perkelahian dengan kelompok Palupi. Sedangkan Paula salah satu kelompok Kety dan Monika pun ikut membantu mengepel. Walaupun sebenarnya saat kejadian Paula tidak bersalah sama sekali. Namun karena rasa solidaritas satu teman dekatnya, Paula ikut membantu mereka berdua menerima hukuman itu. Sebenarnya Kety dan Monika menyuruh Paula supaya tidak ikutan menerima hukuman itu, namun Paula merasa dirinya juga terlibat dalam pertikaian antara kelompok nya dengan kelompok Palupi.


"Lumayan capek juga yah!? Coba kalau tahu seperti ini, aku tadi mencakar wajah Dina sampai berdarah-darah. Rasanya belum puas melihat wajah Dina belum rusak. Walaupun setelah itu harus menerima hukuman," ucap Monika.


"Monika, sayang!? Sudahlah, jangan suka membenci dong!? Kita harus menanamkan kebaikan dan menebarkan kasih sayang," sahut Paula.


"Habis mereka duluan yang sudah jahat dengan Kety," sahut Monika.

__ADS_1


"Pokoknya setelah ini kita harus bersikap baik dengan mereka. Jangan lagi ribut dan bahkan bertikai lagi," kata Paula.


"Ih ogah ah! Orang seperti mereka itu tidak bisa diajak baik. Lihat saja setelah ini! Pasti mereka masih tetap mengajak perang dengan kita," ucap Monika.


"Aku rasa juga seperti itu! Aku pikir, sebaiknya aku tidak lagi berdekatan dengan Adam lagi," sahut Kety.


"Sebenarnya apa hubungan kamu dengan Adam sih, Kety? Sebenarnya apakah benar semua yang dikatakan oleh Dina kalau kamu merebut Adam darinya?" tanya Paula.


"Jadi inti permasalahan nya sebenarnya pada Adam. Seharusnya Adam lah yang menjelaskan semuanya pada Dina dong!" sahut Paula.


"Apa jangan-jangan sebenarnya Adam menyukai kamu, Kety!? Tapi Adam belum nembak atau menyatakan cinta dengan kamu," tebak Monika.

__ADS_1


"Ih aku rasa itu tidak mungkin! Adam itu suka cewek seperti Dina. Mungkin saja karena Dina terlalu cemburuan dan posesif jadi Adam menjadi malas dengan Dina. Setiap Adam dekat dengan cewek manapun selalu didamprat oleh Dina. Dan aku salah satu korbannya.Mungkin cewek-cewek yang sudah kena damprat Dina tidak seberani dan bar bar seperti aku yang melawan balik dengan apa yang sudah diperbuat oleh Dina," urai cerita Kety. Paula dan Monika menyimak cerita Kety.


"Aku pikir, Dina itu terlalu dimanja oleh orang tua nya. Jadi seperti itu deh," sahut Monika.


"Tidak hanya Dina saja, aku melihat ketiga cewek itu terlihat anak mama semua nya dan sok bergaya anak bos," kata Kety.


"Hem, benar! Palupi saat di rumah seperti tuan putri!?" sahut Paula. Kety dan Monika yang mendengar ucapan Paula menjadi menyipit bola matanya.


"Eh?? Maksudnya Palupi juga seperti itu! Benar dugaan kalian!?" ralat Paula yang tidak ingin mereka tahu bahwasanya Palupi itu adalah saudara tirinya.


"Oh, kirain saja kamu tahu dengan jelas kehidupan Palupi," sahut Kety.

__ADS_1


__ADS_2