Pembalasan

Pembalasan
EP. 19.berdua di rumah


__ADS_3

"ehh kalian kenapa!!? " tanya bapak justin kaget.


"eh ngga ada apa-apa kok om! " jawab ku.


"y sudah ayo om anter kalian pulang kerumah. sekalian om mau ambil barang2 buat menginap disini. " kata bapak justin.


*DI RUMAH JUSTIN


kami pun pulang ke rumah justin.


sampai rumah bapak justin sibuk mengemasi barang-barang nya.


"justin bapak pergi dulu jaga rachel y. jangan kamu apa-apa in anak orang!! " kata bapak justin berbisik ditelinga justin.


"iya pak. dia juga bukan tipe ku kok, hehehe! " jawab justin dengan nada rendah.


"y sudah om pergi dulu y rachel. kalau justin macem-macem telpon om saja y!! " perintah bapak justin.


"iya om! " jawab ku.


setelah itu bapak justin pun pergi meninggalkan rumah..


CANGGUNG...


CANGGUNG....


CANGGUNG...


seluruh ruangan terasa sunyi dan agak canggung.


aku dan justin duduk di ruang tamu menonton televisi, tidak ada yang berbicara sama sekali.


"engg justin kamar mandi nya dimana y,aku mau mandi" kata ku pada justin.


"ohh tuh kamar mandinya samping dapur!! " jawab justin sambil menunjuk arah kamar mandi.


"hmm ok!! " jawab ku.


aku sudah menyiapkan semuanya mulai dari sikat gigi, sabun, handuk dan pakaian. aneh rasanya. padahal cuman menginap semalam tapi harus repot-repot bawa beginiian.


aku pun masuk kamar mandi dan mandi.


"huh seger banget. biasannya ngga kaya gini kalau mandi dirumah" gumam ku sambil memasang


handuk


KRUSUK


KRUSUK...

__ADS_1


"eh suara apa y? " *batin ku*


PLUKK


"ARGGGG. KECOA...!! "teriak ku histeris.


GDUBRAKKK (TENDANGAN PINTU)


"hel kenapa? " kata justin dengan nada panik.


"ehh ttt..tolong gua, a.. aada kecoa di muka gua. iii!! " kata ku dengan nada geli.


"ehh pfffttt hahahhaha. lo takut kecoa, wkwkwkwk. pinter ngebogem tapi sama kecoa takut!! " ledek justin.


"ehh gua seriu.... ss" belum selesai bicara aku sudaj pingsan duluan.


HYUNG.... (POSISI MAU JATUH)


TANGKAP


"adeh ini anak udah pingsan aja. hmm mungkin bener y dia takut kecoa" gumam justin.


"padahal kan aku boongan pingsan nya. hehhehe!! " *batin ku*


justin lalu membawa ku ke kamar nya di lantai dua


aku hanya memakai baju dan handuk di bagian bawah.dengan kaki agak pincang justin membawaku


"heh berat juga y kurus-kurua gini!! "kata justin sambil berjalan ke arah kasur.


"gua masih bisa denger loh!! " kata ku sambil membuka mata yang tadinya ku pura-pura pejamkan.


"EHHH AYAM!! " teriak justin kaget. lalu menjatuhkan ku kekasurnya.


"aduh kalau mau jatuhin orang bilang-bilang dong. kan bisa pasang kuda-kuda dulu!! " kata ku lalu bangun dari posisi tertidur.


"eh sejak kapan lo siuman? " tanya justin serius pada ku.


"ohh sebenernya tadi itu gua ngga pingsan. hahhahah, cuman iseng-iseng aja!! " kata ku cengingiran.


"ohh gitu, lo ngga tau perjuangan gua bawa lo ke kamar gua,naik tangga, kaki pincang.biar gua kasi tau iseng yang sebenarnya!! " kata justin sambil berjalan ke arah meja belajarnya mengambil spidol.


"ehh, ehh gua becanda aja. jangan di bawa serius gitu!! " jawab ku dengan nada agak takut.


"nasi udah ajadi bubur!! "kata justin lalu membukan tutup spidol nya dan naik ke kasur yang ku duduki.


SRREET (TARIK)


"GUA GAMBAR MUKA LO BIAR JADI CANTIK, HEHHEHE!! " kata justin sambil tersenyum jahat.

__ADS_1


"glek! " teguk air liur ku.


SRETT


SRET.. (SUARA GAMBARAN)


"eh jangan dong. baru selesai mandi juga.


eh jangan gua bilang, iya-iya gua minta maaf!! " kata ku pada justin yang memegang erat leher ku dan menggambar di wajahku.


aku mencoba sekuat tenaga untuk lepas.


"ehh lepas ngga. udah dong gambarnya!! " kata ku sambil memutar-mutar kepalaku.


justin hannya terdiam sambil tersenyum menggambar di wajahku.


"gua kelitikin nih!! " kata ku


GLITIK...


GLITIK...


"NGGA MEMPAN!! " kata justin tanpa ekspresi saat aku gelitiki.


"hemm kalau bukan di perut berarti di..!! " gumam ku.


GLITIK.. GLITIK..


GLITIK.. GLITIK...


"eh hahahha jangan dileher geli. hahah eh jangan dileher!! " kata justin sambil tertawa karena gelitikan di leher.


akhirnya pegangan tanggannya di leher ku pun mengendor. aku mengambil spidol yang ada di tangannya dan memegang balik lehernya lalu mencoret-coret mukanya.


"hahah lihat siapa yang terakhir tertawa!! " kata ku cengengesan sambil mencorat-coret mukanya secara abstrak.


"ehh curang nih namanya!! " kata justin lalu menghentikan tanganku lalu mendorong ku yang membuatku berada di posisi tertidur, lalu merebut spidolnya.


"eh balikin ngga..!! " kata ku sambil mencoba mengambil spidol yang dipegang justin dengan tangannya ke atas. tanpa sadar posisi kami berdua tiba-tiba seperti sedang berpelukan.


DEG.. DEG..


wajah ku memerah, kami menghentikan sebentar. perkelahian tersebut


"glek.. hmm kita ini ngapain ya? " tanya ku dengan nada rendah.


"eh kok jadi posisi gini!! " *batin justin*


MENDEKAT.

__ADS_1


wajah justin tiba-tiba mendekat


"ehh" *batin ku*.


__ADS_2