
"Lo sih pake acara narik kaki gua segala gini kan jadinya!! " kataku Dan berusaha mengangkat badanku.
"mana ada sih kaki ditarik doang ngga bida gerak" kata Justin dengan nada tidak percaya.
"palingan Lo cuman nyari kesempatan falam kesempitan doang!! " kata Justin lagi dengan percaya diri.
"cihh. g ada yg nyuruh Lo percaya!! " jawab ku dengan nada marah.
aku dulu memang sering seperti ini,bila terlalu kaget aku akan seperti orang keram otot. aku kira penyakitku ini sudah hilang.
mama ku sudah pernah membawaku kedokter tapi dokter hanya bilang ini gejala Yang tidak serius, Dan tidak akan mencelakakan tubuh.
penyakitku ini tidak kambuh saat terkaget dikamar Justin.aku tidak tahu mengapa.
"heh berapa Lama lagi sih kaya gini!! " gumam ku dengan wajah kesamping agar tidak canggung.
"ehmm masa sih gua suka sama cewe satu ni!! "*batin Justin*
"detak jantung gua tambah cepat. ngga kaya biasanya!! "*batin Justin*
"ehh ngga ada cara lain selain nunggu lo berhenti keram? " Tanya justin padaku dengan kepala sedikit terangkat Dan melihat kehadapanku.
"ngga tau, cari tau aja sendiri!! " kataku dengan nada marah.
"hahah masa sih dia ngambek gara-gara gua marah sama dia tadi. tapi mukanya lucu juga!! "*batin Justin*
deg.. deg
deg.. deg *jantung Justin*
"ohh iya kalau dia ngga bisa bangun. berarti..! " gumam Justin sambik menggaruk-garuk kepalanya.
"huh! " aku menghela nafas.
__ADS_1
"rasain nih biar Lo kaku jadi batu disini!! " kata Justin dengan muka seram.
"batu. Lo Yang gua buat jadi bat...!! " belum selesai aku bicara Justin tiba-tiba membalikan badanku.
"woyy Lo mau ngapain. jangan macam-macam y Lo!! " ancam ku.dengan badan kaku aku tak bisa melawan.
"huh ternyata cara ini ampuh juga, heheh!! "*batin Justin*
BERDIRI(Justin)
"jadi batu lah kamu. huhuhu malang nya anak perempuan ini. dikutuk menjadi batu hahaa!! " kata Justin dengan nada kasihan.
"liat aja Lo besok pagi jangan harap Lo hidup!! " *batin ku*.
"byee Lo tidur aja dilantai. awas flu" kata Justin meledek,lalu meninggalkan ku dilantai.
"cihh. berapa Lama sih harus kaku kaya gini"gumam ku sambil berusaha menggerakan badan.
"hoamm. met bobo!! " kata Justin lalu memeluk bantal guling.
"huuh untung aja aku ngga mati kedinginan dilantai. ngga dikasi selimut, apalagi bantal!! " gumam ku sambil melihati Justin Yang sedang tertidur sambil mengorok kencang.
"y ampun dasar ****!! " kata ku sambil menarik selimut ditubuh Justin.
"hemm handphone aku dimana y!! " melihat sekitar
"ohh iya, ada di kamar justin! " kata ku.
"ahh itu diliat besok aja. sekarang singkirkan benalu ini dulu!! " kata ku sambil menarik-narik kaki Justin.
GDUBRAK..
"etss jatuh!! " kata ku tanpa perasaan bersalah.
__ADS_1
"ini tidur apa mati.jatuh dari kasur juga dia ngga tahu, apalagi dibunuh!! " gumam ku lalu naik ketempat tidur Yang ditiduri Justin tadi.
"hmm kepala nya benjol ngga y? " Tanya ku pada diri sendiri.
"ahh ngapain juga aku ngurusin dia. cihh!! " kata ku menghiraukan Justin Yang ada di lantai.
TIK
TOK
TIK
TOK *suata jam dinding*
"HUWAAAA. KOK NGGA BISA TIDUR SIH!!! " kata ku marah pada diri sendiri.
"ahh rachell Lo tetap tidur dibawah aja y. hehehe! " kata Justin mengigau.
"waduh ni anak seram banget kalau tidur. ngga lagi deh nginep disini.
"tidur, tidur, tidur!! "kata ku menyemangati diriku agar bisa tertidur.
*KEESOKAN HARINYA
TRINRING
TRINRING
TRINRING. (SUARA ALARM KAMAR JUSTIN)
"Hu udah pagi aja. ehh ini apaan kok hangat-hangat!! " gumam ku dengan nada penasaran dengan tangan mengelus-elus sesuatu Yang hangat tersebut dengan mata masih tertutup.
MELEK(Rachel)
__ADS_1
"HUWAAA JUSTIN LO NGAPAIN ADA DIRANJANG GUA!!! " kata ku kaget lalu menendang Justin kebawah