
Hari demi hari telah berganti tapi bagi ami setiap hari yang di laluinya di sekolah tidak ada sekalipun yang membuat hidupnya tenang.Ada saja yang mencari setiap detail kesalahannya,entah dari yang bersifat sosial maupun yang bersifat pribadi sekalipun.Ami hanya bisa pasrah dan menerima nasibnya dan berharap suatu saat nanti ada kebahagian yang ia dapatkan dari setiap penderitaannya.
__ADS_1
"ami...kok belum pake sepatu dek,,ada apa?"tanya amat. "a-ami malas ke sekolah kakak"ucap ami gugup. "loh..kok ami bilang begitu,jangan-jangan kamu di ganggu sama teman kamu,,ayo jujur ami..biar kakak kasih mereka pelajaran biar tauu rasa."ucap amat dengan nada kesal. Ami diam sejenak,ia takut memberitahu yang sebenarnya pada kakaknya karena ia tauu kakaknya orang pemarah,ia takut kalau sampai kakaknya melakukan sesuatu yang tidak-tidak pada temannya,apa lagi sampai memukulinya. "ami..jawab kakak"ucap kakaknya sedikit meninggi membuat ami membuyarkan lamunannya. "nggak ada kok kak..ini ami lagi siap-siap ke sekolah"jawab ami ragu-ragu takut kakaknya tidak percaya padanya. "ami..liat kakak..kita memang orang nggak punya,tapi bukan berarti orang bisa mandang kita sebelah mata,kita ini juga manusia nggak sepatutnya mereka memperlakukan kita seperti binatang..kakak nggak apa-apa di hina sama orang tapi kalo kamu sampai di hina kakak nggak terima ami..kakak sayang sama kamu"ucap amat memeluk erat ami. Hanya keluarganya lah satu-satunya tujuan ami melanjutkan hidup ini,tegar melewati hinaan demi hinaan dan untungnya ia memiliki kakak yang penyayang seperti kakaknya,kalau bukan karena itu semua mungkin ami akan merasa depresi.
__ADS_1
"ayo dek..kita ke sekolah"ajak amat. "iya kak..". "ma..pak..amat sama ami ke sekolah dulu."ucap amat menyalami tangan orang tuanya di ikuti oleh ami. "mat..kamu jaga baik-baik adikmu nak.."teriak pak udin(orang tua ami dan amat). "iya pak.."balas amat dan berlalu pergi. "ami kenapa berhenti?"tanya amat. "kak..ami capek kak.."jawab ami lesu. "kalo gitu sini kakak gendong..pegang pundak kakaknya jangan di lepas nanti jatuh"kata amat menggendong ami sambil berjalan. "kak..turunin ami kak..". "kenapa ami"tanya amat. "aku kasian liat kakak,pasti berat gendong ami". "nggak kok dek..buktinya udah mau sampai..".
__ADS_1
"minggir semuanya ratu mau lewat tuh,barusan di antar sama pangeran kodoknya tuh"teriak aya di ikuti dengan teman-teman di sampingnya dan tertawa. "ratu kok pakaiannya kayak gitu,nggak pernah di setrika tauu"timpal ila. "hey..jangan sok cantik deh kamu..orang miskin kok berlagak sok kaya"kata usna menampilkan uangnya. "awas yah kalo kamu deket-deket sama aku,kamu tuh pantasnya di sudut belakang sana"bisik aya sambil menarik rambut ami.Ami hanya bisa pasrah dengan perlakuan temannya,ia hanya bisa berdoa agar semuanya berakhir dan ia bisa keluar dari sekolah ini meskipun ia tahu kalau keluar dari sekolah ini butuh waktu bertahun-tahun dan nilai yang harus di peroleh juga harus standar agar bisa naik kelas.
__ADS_1