Pembalasan

Pembalasan
EPS. 34.ketahuan?(part2)


__ADS_3

"ehh kok rachel tiba-tiba nanya kaya gitu ya? "*batin justin.


"kok lo nanya nya kaya gitu, ngga ada yang lain? " kata justin lalu memalingkan kepalanya.


"ya udah kalau ngga mau jawab tinggak bilang!! " bentak ku lalu pergi meninggalkannya.


"mungkin berteman dengan kinan saja sudah cukup" gumam ku sambil memakai kembali tudung jaket ku dan memasukan kedua tanganku didalam kantong jaket.


"apanya yang cukup" kata justin mengagetkan ku dari belakang.


"hah ngga ada, jangan sapa gua anggap ngga kenal!! " kata ku dengan nada tinggi.


"lo kenapa sih, nanya-nanya ngga jelas. tiba-tiba marah. emang ya cewe itu susah diprediksi!! " kata justin sambil memegang tanganku.


aku menepis tangan justin lalu pergi membeli makanan. justin pun pergi membeli makanan yang dia inginkan, setelah membeli makanan aku pun pulang.


dijalan aku terus melamun, aku berpikir semua ini adalah mimpi. yang akan hilang saat aku terbangun, tetapi ternyata tidak semua itu bukan lah mimpi,


aku tahu sekarang justin mengikuti ku dari belakang tetapi aku pura-pura tidak tahu.


"TIN!!!! " terdengat suara klakson motor dari arah belakang. karena melamun aku tidak tahu aku berjalan semakin ketengah.


"rachel!!! " teriak justin lalu menarik tanganku dan kemudian kami berdua terjatuh. saat jatuh tangan justin berada di bawah kepala ku,menjaga agar kepala ku tidak apa-apa. dia merangkulku dengan kuat.


semua makanan yang dibawa aku dan justin terjatuh ke tanah.

__ADS_1


"jalan tu pakai mata!! " teriak si pengendara tersebut lalu pergi tanpa mengecek apakah kami baik-baik saja apa tidak.


"ehh justin!! " kata ku lalu sedikit menggerakan badanku.


"ehh!! " kata justin kaget


"gua yang mau ketabrak kenapa lo yang jantungan? " tanya ku pada justin.


"lo ngga tau apa ni tu bukan kaget karena lo ketabrak tapi kaget karena kit...!! " jawab justin tanpa bernafas saat menjelaskan.


"kok gua bilang kaya gini!! "* batin justin *


"ehh posisi kaya gini ngga enak dilihat orang lho" kata ku lalu mencoba mengangkat badanku.


"ehh oh iya" kata justin lalu melepas rangkulannya padaku dan duduk.


"ehh kaki gua ngga bisa gerak!! " kata ku yang mencoba berdiri.


"hmm mungkin lo kaget makanya kaya gini!! " kata justin yang sedang duduk disebelahku


"ahh punya penyakit kaya gini amat!! " kata ku lalu mencoba memijit-mijit kaki ku agar cepat bisa digerakan.


"oh iya hell gua mau nanya maksud lo tadi itu apaan? " tanya justin .


"ngga ada apa-apa. cuman ngelantur doang" jawab ku sambil memijit kakiku.

__ADS_1


"huh jadi jatuh semua makannya, lo sih jalan ngga pakai mata! " kata justin meneriaki ku.


"ya dimana-mana jalan tu pakai kaki bukan pakai mata!! " jawab ku dengan tegas.


"cihh udah salah nyolot lagi" gumam justin lalu berdiri dan menyingkirkan makanan yang terjatuh tadi.


"lo bisa masak ngga? " tanya justin


"kalau masak mie instan gua bisa, hehhe" jawab ku dengan cengingiran.


"tunggu disini lo" kata justin lalu berlari kearah alun-alun dekat rumah.


"ehh justin!! " teriak ku sambil menjulurkan tanganku


"bentar aja kok" jawabnya sambil berlari


*BEBERAPA MENIT KEMUDIAN


"kok lama banget sih justin, terus ini kaki lagi kok ngga berhenti sih!! " kata ku membentak diriku sendiri.


"waktu disekolah tanganku cepat bisa digerakin gara-gara apa ya? " tanya ku pada diri sendiri.


"gara-gara dengar cibiran orang, ahh aku rasa ngga!! " kata ku sambil melihat sekeliling.


"hihihihi!! " terdengar suara yang menyeramkan dari belakang ku yang membuat bulu kuduk ku berdiri.

__ADS_1


"ehh justin j.. jangan main-main ya!! " kata ku


"hihihi! " suara itu terdengar sangat jelas di telingaku


__ADS_2