
Semua telah berlalu..kini berganti dengan yang baru bagi mereka yang mempunyai segalanya tetapi tidak bagi ami dan juga amat karena mereka tidak berdaya,mereka tidak mempunyai banyak uang untuk mengganti perlengkapan sekolah mereka dengan yang baru.
"kak..pasti semua orang di sekolah pasti serba baru,sepatu baru..tas baru..buku baru.."ucap ami terlihat sedih. "dek..kakak janji..kalo kakak sukses nantinya kamu bakal kakak beliin apa aja". "beneran kak..semuanya,apa aja yang ami mau.."kata ami bersemangat. "iya ami..kakak janji". "eheheh..kalian belum ke sekolah nak..nanti telat loh,hari kan penerimaan rapor"kata mama dira. "ma..ami takut kalo nanti ami nggak dapat rangking..ma..dan nggak naik kelas"kata ami murung. "sayang..anak mama yang paling cantik..ami mau dapat rangking atau tidak itu tidak penting nak..ami kan udah berusaha.."ucap mama dira membelai rambut ami dan mencium keningnya. "aku nggak di cium juga"sahut amat iseng. "kakak ngapain mau di cium,udah besar tau,lagian kakak pasti dapat rangking,ya kan ma..". "sini amat..kalian kan anak mama yang paling berharga..kasih sayang mama sama kalian itu sama,mama akan selalu dukung usaha kalian.". "bapak nggak di sayang juga nih ma.."ledek pak udin. "bapak kan udah besar.."ucap amat dan ami bersamaan. "sudah-sudah..kalian berangkat ke sekolah nanti telat.."kata mama dira memakaikan tas pada amat dan ami. "mama sama bapak janji yah datang ke sekolah kita"kata amat menyalami tangan kedua orang tuanya di ikuti ami. "insya allah".kata orangtua mereka bersamaan. "pak..mama kasian liat sepatu dan tas sekolah mereka udah pada rusak semua,coba mama punya uang banyak mungkin mama beliin sepeda buat mereka,kasian kalo ke sekolah jalan kaki terus"keluh mama dira kepada pak udin. "bapak juga mau gitu ma..tapi mau bagaimana lagi,gaji bapak nggak banyak di tambah lagi kita harus lunasin utang kita ke rentenir".balas pak udin memeluk mama dira. "kalo gitu kita siap-siap pak..nanti telat datang ke sekolah mereka.". "iya ma.."
__ADS_1
Setelah selesai bersiap-siap dan jam dinding sudah menunjukkan pukul 08.20 sisa 10 menit lagi pengumuman rangking akan di mulai,dengan cepat pak udin dan juga mama dira memakai angkot agar bisa sampai lebih awal.
"pak..bisa cepat sedikit tidak pak.."tanya pak udin cemas. "sabar pak..di depan macet". "sudah pak..telat sedikit juga nggak apa-apa"
__ADS_1
"kak..bapak sama mama..kok belum datang juga padahal orangtua semua orang sudah datang"kata ami dengan mimik muka murung. "ami..percaya sama bapak sama mama,pasti mereka akan datang,mungkin mereka masih di jalan menuju ke sini". "saya selaku guru yang akan mewakili mengumumkan rangking siswa di sini,langsung saja kita umumkan dari kelas 1 peringkat pertama agung.. peringkat kedua fauzi dan peringkat ketiga naya.. dan untuk kelas 2 peringkat ketiga avi..peringkat kedua putra dan peringkat pertama amat..yang di sebutkan silahkan kemari untuk di berikan hadiah". "selamat yah kak..". "iya ami..kamu nggak usah sedih yah kalo kamu nggak dapat rangking,kalo gitu kakak ke sana". "iya kak.."
Dengan langkah yang gemetar amat melangkahkan kakinya dan ia merasa gelisa karena ia tidak melihat orang tuanya sedari tadi.
__ADS_1
"bapak sama mama kemana yah..padahal amat udah dapat rangking..mama..pak.."guman amat dalam hati,tiba-tiba ada suara dari belakangnya dan merangkul kedua pundaknya dan amat pun berbalik,alangkah terkejutnya ia melihat orang tuanya sudah berada di belakangnya. "selamat ya nak..kami bangga sama kamu"kata pak udin. "kamu nggak boleh sombong nak..kamu harus selalu bersikap rendah hati..semoga kamu bisa pertahankan ini semua nak"timpal mama dira sembari meneteskan air mata bahagianya. "iya..ma..pak..". "mama ke kelas ami saja biar bapak ke kelas amat.". "iya pak..kalo gitu mama ke kelas ami ya mat..". "iya ma..". "ami..kok belum ke kelas nak.."tanya mama dira. "ami nunggu mama sama bapak..maafin ami ma..ami nggak bisa seperti kakak..".jawab ami sedih. "ami..anak mama..ami nggak usah sedih kalo nggak bisa seperti kakak..ami percaya saja sama diri ami..setiap orang berbeda-beda..ami juga nggak bodoh..ami kan anak mama yang pintar.."kata mama dira berlutut di hadapan ami agar tubuhnya sejajar dengan ami dan mengelus-elus kepalanya dan berlalu pergi menuju kelas.