Pembalasan

Pembalasan
EPS. 31.menyusun rencana


__ADS_3

"wahh pertama kalinya aku disanjung dengan temanku!! " kata bella dengan senyum dan mata berbinar-binar.


"hmm tapi kita harus. menyamar" kata ku memberi tahu bella.


" ahh soal itu biar aku yang urus" jawab bela


"tapi sekolahmu menarik apa ngga. ada cowo-cowo gantengnya ngga? " tanya bella tanla malu menannyakan hal tersebut.


"hahha kalau itu lo ngga usah khawatir gua punya dua temen cowo mereka ganteng-ganteng! " kata ku.


"aduh aku bilang apa barusan!! " gumam ku lalu memalingkan kepala ku kesamping.


"lo jadi gua, gua jadi lo. ok kita sepakat ya!! " kata ku sambil menjulurkan tanganku.


"iya sepakat!! " jawab bella lalu menjabat tanganku.


"ehh tapi kalau ayah mu tahu rencana kita bagaimana? " tanya ku dengan serius


"ohh itu beberapa bulan ayah ku pergi bisnis ke luat negeri jadi ngga bisa pulang deh. sekali-sekali aku ingin jadi masyarakat biasa.diawasi setiap hari itu tida enak!!"bisik bella sambil menatap kepada beberapa pengawal dibelakang.


"ehh ngeri juga" kata ku ketakutan


"ok nanti aku kirim kan baju ku melalui pengantar jasa online" kata nya lalu masuk mobil.


"ohh kalau begitu nanti aku suruh kurir nya mengantar pakainku ke padamu!! " kata ku


"ya sudah bye rachel" kata bella.


aku hanya tersenyum lalu pergi ke rumah dengan gembira. aku berpikir kenapa perjalanan ini sangatlah mudah.


"huh ngga usah dipeduliin deh. udah di kasi peluang ngga boleh disia-siain" kata ku lalu tersenyum-senyum sendiri.

__ADS_1


"yes, bisa ketemu kinan lagi" kata ku berbicara sendiri.


*SETENGAH JAM KEMUDIAN


"permisi selamat sore say..!! " belum selesai orang itu bicara aku sudah muncuk tiba-tiba didepannha.


"waduh,dek ini ngagetin aja" kata mas kurir tersebut.


"mana paket nya mas? " Tanya ku


"ini dek tanda tangan penerimaan nya disini dulu" kata mas kurir tersebut lalu aku menandatanganinya.


"oh iya mas saya mau nitip barang juga buat orang Yang ngasi barang ini. bisa kan mas? " Tanya ku pada kurir tersebut.


"ohh iya bisa kok dek" jawab mas kurir


"tunggu ya mas!! " kata ku.


"ini mas, ongkosnya berapa sampai sananya? " Tanya ku sambil menyerahkan baju Yang sudah dikemas.


"ohh cuman dua puluh lima ribu aja" kata kurir tersebut.


"ini mas" kata ku sambil merogoh kantongku Dan memberikan uang oada tukang kurir tersebut.


"ok dek makasi, saya pergi dulu" kata mas itu sambil memberi lambaian tangan.


"wahh ngga sabar deh buat besok!! " kata ku riang sambil meloncat-loncat kegirangan.


"pfffttt hahahahaha! " terdengar suara cowo tertawa dibelakangku.


"ehh!! " kata ku kaget dengan suara tawaan lalu menoleh kebelakang.

__ADS_1


"ehh jj justin!! " kataku tersipu malu


"lo liat yang tadi gua, ehhh!! " kata ku malu sambil menutup mukaku menggunakan bingkisan yang diberi bella.


"hahahhaa kaya anak kecil dikasi permen aja lo. hahhaha!! " kata justin terus menertawaiku


"eh itu apaan? " gumam justin lalu menarik bingkisan yang aku pakai menutup muka.


"ini apaan hel? " tanya justin sambil melihat-lihat bingkisan tersebut. melempar-lempar dan meninju-ninju nya.


"ehh jangan dong nanti rusak!! " kata ku lalu merebut bingkisan itu dari tangan justin.


"ngg ngapain lo didepan rumah gua!! " tanya ku dengan muka memerah karena malu.


"emang gua harus ngasi tau kalau gua mau kemana-mana sama lo. harus laporan gitu!! " katanya mengelak untuk menjawab.


"cih..! " kata ku.


"huh kesel banget nanyain dia!! "*batinku*


"kalau ngga ada keperluan gua masuk dulu" kata ku lalu berbalik


"ehh tunggu bentar!! " kata ku lalu membalikan badanku lagi kearah justin


"met malam, sampai ketemu lagi" kata ku sambil tersenyum.


"ehh kkk.. kenapa tiba-tiba jadi sok manis gini!! " kata justin dengan muka memerah yang berpura-pura memalingkan mukanya agar tidak bertatapan denganku.


"hahha selamat malam justin!! " kata ku dengan senyuman lalu masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu.


"ehh kok gua deg-deg an gini disenyumin rachel. ngga jantung gua punya masalah nih!! " kata justin lalu pergi meninggalkan rumah ku sambil memegang dadanya

__ADS_1


__ADS_2