
"woy jangan asal bawa anak orang juga tol*l!! " bentak Kevin kepada justin Yang tiba-tiba membopong ku.
"banyak kali bacot kao nak!! " jawab justin dengan bahasa aneh
"kebiasaan, terus aja terus!! " kata Kevin sambil menjitak kepala justin.
"gua lebih tua dari pada lo sopan dikit ngapa" kata kevin memberitahu
"oy kaliak berdua kuping gua sakit tau!! " teriak ku
"ehh lupa kalau ada rachel. hahah" jawab kevin
"hmm atau jangan-jangan kondisi rachel bisa pulih karena itu.. "*batin justin*
"hehehe cobain aja deh!! " gumam justin
"hel lo berat banget sih makan berapa kilo sehari!! " kata justin meledek ku
"hahaha masa sih tin. " kata kevin dengan penasaran
"kalau ngga ikhlas ngga usah gopong dong!! " kata ku dengan nada kesal.
"ok" kata justin lalu melepaskan gendongannya
"ehh.. ehh. ehh ngga gitu juga!! " kata ku kaget dengan justin tiba-tiba melepas bopongannya. dengan spontan aku mengalongi tanganku di lehernya dengan kuat.
justin pun kembali membopong ku dan terus berjalan sampai dirumahku.
__ADS_1
*DIDEPAN RUMAH RACHEL
"hehehh" gumam justin tertawa
"apa lo ngga seru tahu!! " bantah ku
justin dan kevin pun masuk ke dalam rumahku. dan justin menurunkan di di sofa ruang tamu.
"ehh vin dulu kan lo suka masakin mie buat gua. tolong buatin ya!!" kata justin meminta kevin memasakan mie untuk mereka.
"ehh emang gua tuan rumahnya apa. ingat tamu adalah raja!! " kata kevin mengelak
"ohh kalau gitu gua yang buat, biar ada festival kembang api di dapur kaya dulu,dirumah lo " kata justin yang membuatku dan kevin takut mendengarnya
jadi dulu justin pernah memasakan kevin mie instan di dapur rumah milik kevin. tetapi beberapa menit kemudian,terdengar suara ledakan dari arah dapur.
"ehh ngga jadi deh!! " kata kevin menjawab dengan cepat sambil menggelengkan kepala dan kedua tangannya
"yaelah apa gunannya rachel, kalo gua yang masak" sahut kevin lagi
"lo ga tahu sih dia kenapa!! " kata justin tiba-tiba
justin pun lalu menceritakan semuanya, tentang penyakitku. setelah mendengar itu, kevin mau tidak mau harus ke dapur. aku pun lalu menunjukan arah dapurnya
*BEBERAPA MENIT KEMUDIAN
"hel gua mau nanya nih" kata justin dengan kedua tangan menyilang di atas dada. dan kaki dilipat satu diatas bak bos kantoran.
__ADS_1
"hem? " kata ku menjawab
"selain berat, jelek, ngeselin, ga pinter-pinter amat, ngga bisa masak apa lagi selain itu sisi buruk lo? " tanya justin dengan nada angkuh.
"ehh apa dia bilang gua jelek, ngeselin!! " gumam ku dengan tatapan ingin menekram mangsanya.
"grrrr lo mau mati sebelum waktunya ! " kata ku lalu menerkam nya tanpa sadar.
"aduh salah prediksi gua kira ngga bakal kaya gini!! " gumam justin yang sedang mencoba melawan serangan ku.
sekarang posisi kita sama seperti dimalam badan ku keram ditarik justin. posisi ini cukup membuat orang salah paham
"ehh liat nih gua bakal ngasi lo tamparan sebelum tidur!! " kata ku sambil menatap justin seperti vampir yang haus darah.
"ehh hel liat deh kaki lo sekarang bisa digerakin!! " kata justin mengalihkan topik.
"wah lumayan cepat sembuhnya!! " kata ku dengan nada senang
"fyuh... " justin menghela nafas panjang.
"hmm. ehh lo jangan anggap urusan kita selesai ya!! " kata ku lalu menarik lengan baju justin.
"mie instan sudah siap!! " kata kevin datang tanpa sepengetahuanku dan justin
aku dan justin kaget dan membatu karena kevin tiba-tiba datang
"ehh wadaw!! " kata kevin terkaget lalu menaruh mie yang dia buat di atas meja.
__ADS_1