
*DIRUANG KEPALA SEKOLAH
TOK
TOK
TOK.
"ehh tunggu dulu!! " kata ku lalu merogoh kantong ku dan mengambil obat merah dan menaruhnya di luat hidungku. yang membuat hidungku terlihat seperti mimisan.
"masuk!! " ucap kepala sekolah yang berada didalam.
"hiks..iya pak ada apa hiks.. " kata ku berpura-pura menangis.
didalam kantor kepala sekolah. terdapata resa didalamnya yang tengah duduk disamping kursi kepala sekolah.
"resa kamu lihat anak orang sampai berdarah-darah dihidung kaya gini!! " gumam kepala sekolah yang tidak laim adalah ayah reda.
"ehh tadi ngga kaya gitu kok pah.. " kata resa dengan nada rendah dan kaki gemetar.
"bella apa benar kamu menindas resa didepan umum" kata kepala sekolah dengan nada tegas.
"hiks...saya ngga pernah pak, saya hiks.. saat saya duduk diganti dia menampar saya, hiks" kata ku berpura-pura sambil memegangi pipi yang ditampar resa.
"saya hanya melawan diri saya, agat tidak ditampar dua kali oleh resa. saya menghindarinya, kalau bapak tidak percaya banyak saksi mata nya kok pak" kataku
"heh ****** kamu pintar akting juga ternyata" gumam resa sambil mengepalkan tangannya
"resa, kamu memberi saya laporan yang salah" kata kepala sekolah dengan nada tinggi lalu menamparnya
__ADS_1
"auwm. pah, kenapa aku yang ditampar" kata resa dan memegangi pipinya yang ditampar.
"masih berani ngomong kamu!! " kata kepala sekolah lalu menamparnya disebelah lagi.
"pak jangan ditampar, saya yang salah. saya berhak ditampar juga" kata ku lalu pura-pura terjatuh.
"ehh tidak nak. kamu boleh masuk kekelas. maaf atas kesalah pahamannya" kata kepala sekolah dengan cepatnya merubah mimik wajah nya.
"iya makasi pak" kata ku lalu keluar ruangan.
*DIJALAN MENUJU KELAS
"heheheh masih menggunakan trik rendahan" gumam ku lalu menghapus air mata buatanku dan darah yang ada di hidungku.
"enyahlah lo resa" gumam ku.
*DIRUANG KELAS
"kok dia ngga langsung dikeluarin? "
"wahh hebat dia ngga dikeluarin"
semua kata-kata itu mengisi seisi kelas.
"kinan" kata ku melambaikan tanganku dengan senyuman.
"kamu ngga apa-apa bell?" tanya kinan dan memutar-mutar badanku.
"hahaha, apa aku terlihat seperti itu" kata ku lalu duduk dikursiku.
__ADS_1
"kamu hebat bell, baru pertama kali ada anak yang bisa keluar dari genggaman resa!! " kata kinan dan mengacungkan jempol padaku.
"ohh iya guru nya mana, kok ngga ada? " kata ku bertanya pada kinan dan melihat ke sekeliling anak-anak dikelasku pada bermain-main.
"sekarang jam kosong. jadinya bebas deh! " jawab kinan
"ohh gitu, kamu masih takut sama resa ngga? " tanya ku pada kinan
"masih sedikit" jawab kinan dengan senyuman.
"ngga tau kenapa, kamu tuh kaya jadi dewi pelindung!! " katanya dengan bersemangat.
"eng.. ngga gitu juga, hahahha" kata ku tertawa dan menepuk pundak kinan
"misalkan kalau aku adalah sahabatmu bagaimana? " kataku bertanya mengasal padanya
"hmm, kenapa kamu menannyakan hal seperti itu padaku? " tanya kinan dengan memasang muka cemberut
"ahh ngga ada, cuman asal ngomong aja" kata ku menjawab dengan muka gugup.
"hahaha. kalau kamu adalah sahabatku, aku akan sangat bahagia. tapi aku tahu kalau muka sahabatku bukan kaya gini, hahah" kata kinan.
"heheh, emang muka sahabat kamu kaya gimana? " tanya ku pada kinan.
"dia manis, walaupun jutek. nih kalau kamu ingin lihat" jawab kinan lalu menyodorkan handphone yang ada poto ku dan kinan.
"nah ini aku dan ini sahabatku, dia namanya rachel" kata kinan
"ehh dia masih simpan poto ini" gumam ku kaget.
__ADS_1
"WOI, BELLA!! " teriak resa dari arah pintu kelas yang membuat anak-anak sekelas kaget