
rexi berjalan tertatih menuju lift , dan amei berjalan menuju meja resepsionis
" permisi mbak, saya Almeira yang akan mengikuti interview untuk posisi asisten" kata amei
" oh iya mbak , silahkan mbak ke lantai 5. karna interview ini akan dilakukan oleh pak presdir sendiri , nanti di atas mbak bisa menanyakan lagi di meja bu Santi" jaeab petugas resepsionis tersebut
dengan segera amei menuju lift dan menuju langai 5 , ya setelah sampai di lantai 5 amei melihat meja kerja dengan nama Santi , segeralah amei bertanya kepada Santu yang merupakan asisten rexi saat ini .
" maaf mbak saya Almeira, yang akan mengikuti interview" kata amei
" oh ya silahkan langsung amsuk saja ke ruangan presdir mbak Almeira " jawab Santi sopan
sebelum masuk , amei mengetuk pintu
tok tok tok
setelah mendengar jawaban untuk masuk, amei membuka pintu dan terdiam sesaat , saat melihat rexi yang sedang duduk di sofa , pikir amei santai karna sebelum berpisah di lobi tadi , rexi bilang ada urusan juga di perusahaan ini. saat sedang terdiam rexi mempersilahkan amei masuk
" masuk lah dan silahkan duduk " titah rexi dan Almeira pun masuk dan duduk
__ADS_1
" apakah kamu interview untuk posisi asisten presdir disini ? " tanya rexi
" iya mas , saya lihat info lokernya seperti itu " jawab amei sopan
" apa kamu tau siapa presdir nya ? gimana kalo ternyata presdir nya laki-laki berumur yang menyebalkan dan genit ?" tanya rexi lagi
" saya tidak tau pasti seperti apa presdirnya , tetapi karna memang saya niat mecari pekerjaan , ya mengapa tudak dicoba saja" jawab amei yang belum menyadari juga bahwa rexi lah presdir di perusahaan tersebut
" wah berani juga kamu ya , yakin kamu dengan apa yang kamu ucapkan ? setau saya menjadi asisten pribadi itu harus siap 24jam saat dibutuhkan loh " kata rexi
" yakin mas ,. namanya kerja ya mau gimana lagi " jawab amei
" ya sudah , kamu diterima disini . dengan syarat kamu tetap tinggal di rumah saya. agar lebih mudah saat saya membutuhkan kehadiran kamu kala ada urusan mendadak " tutur rexi
amei mendengan ucapan rexu belum mencerna dengan baik, setelah beberapa saat akhirnya amei mulai connect
" lah mas presdir nya ? " tanya amei
" iya , kenapa ? apakah tidak mempercayai ku ?" tanya rexi
__ADS_1
" bukan mas , tapi kenapa mas sampe mau repot antar saya cari baju segala , saya di antar presdir mencari pakaian untuk interview dikantornya " amei yang masih sedikit bingung
" sudah lah, pokoknya kamu diterima. ingat 24jam hrus siap saat dibutuhkan mendampingi saya. dan ingat kamu tinggal di rumah saya. besok mulai kerja , sekarang kita ke ruma mama . mama bilang ada yang ingin di bicarakan " kata rexi sambil berdiri dan berlalu menuju pintu keluar ruangan . melihat amei yang masih duduk rexi pun kembali menyadarkan amei
" ayok pergi, apa kamu mau kerja sekarang ? masi betah di situ ?" tanya rexi
amei pun segera bergegas mengikuti rexi menuju lobi dimana mobilnya terparkir di sana. 30 menit kemuduan tibalah rexi dan amei di ruma mama bunga, rexi masuk kedalam ruma dan diikuti oleh amei. ternyata saat ini papa dan mama rexi sedang duduk di ruang tv
" assalamualaikum ma pa rexi pulang " kata rexi
"eeeeh anak mama pulang, duduk sayang " kata mama bunga dan melihat amei berdiri di belakang rexi langsung memegang tangan amei dan mengajaknya untuk duduk di sebelahnya ,. saat amei melihat papa rexi amei terus mengingat-ngingat dimana amei pernah melihat sosok wajah papa rexi
" kamu tidak mengingat ku nak ? kamu membantu saya saat di stasiun , kamu membantu saya juga untuk menolong anak saya di lampu merah simpang X kemarin ?" tanya gilang
" ah iya maaf pak saya lupa , maaf saya kurang memperhatikannya " jawab amei sambil menunduk
" sudah tidak apa sayang, terimakasih kamu sudah menolong suami mama dan juga rexi tanpa kamu tau latar belakang kami kamu dengan baikhati mau menolong dan mengeluarkan biaya untuk menolong keluarga mama " kata mama bunga sambil memegang tangan amei lembut
amei tidak bisa berkata apapun karena amei memang membantu saja tanpa ingin memperpanjang segalanya
__ADS_1