
seminggu berlalu dengan sikap Rexi yang cuek kepada Amei . sampai saat mereka akan berangkat bekerja akhirnya Amei memberanikan diri
" sayang, kalo kamu mau acara Resepsi diadakan secepatnya , sekarang aku sudah siap" ungkap Amei pada Rexi, rexi sedang mengemudikan mobilnya hanya melirik amei sebentar
" hahaha ga tahan juga dia di diemin gini , jadi gemes deh liatnya. Tunggu saja sayang , aku bakal siapin semua tanpa sepengetahuan kamu dalam waktu dekat ini" begitu batin Rexi , tetap mempertahankan sikap dinginnya pada Amei
Karena tidak mendapat jawaban apapun dari Rexi, Amei merasa di abaikan , sakit hati , bulir bening berhasil lolos dari mata amei . Amei menundukkan kepalanya selama perjalanan hingga sampai ke perusahaan.
Rexi melirik amei dan terkejut, Amei sedang mengusap membersihkan air mata di pipinya . lalu Amei jalan menuju ruangannya terburu-buru mendahului Rexi .
Rexi merasa tidak tega , tetapi dia mempertahankan ketidak tegaan nya dengan niat akan segera memberikan kejutan kepada Amei.
Rexi menelfon pihak WO untuk mendekor Aula hotel milik Jonathan , dan ia pun tidak lupa menghubungi kedua orangtuanya dan kedua mertuanya ,memberitahukan bahwa seminggu lagi akan diadakan resepsi besar di hotel X milik Jonathan.
Rexi meminta bantuan orangtuanya juga mertuanya untuk mengundang seluruh kerabat keduanya belah pihak.
Selain itu , rexi menghubungi Butik yang sangat terkenal di kota J , dan memesan gaun terindah untuk sang istri dengan ukuran yang memang sudah Rexi ketahui , karena sebelumnya Rexi melihat ukuran gaun yang tergantung di lemari pakaian Amei.
setelah menghubungi beberapa pihak, Rexi langsung turun dari mobil dan menuju ruangan kerjanya , sering kali Rexi membalas sapaan pegawai nya dengan senyum , hingga bisik-bisik para pegawai pun terdengar
__ADS_1
" pa dirut ganteng banget kalo senyum"
" pa rexi lagi kesambet ya ?"
" pa rexi terlihat bahagia"
" pa Rexi senang , bu Almeira bersedih" kata salah satu pegawai yang tadi melihat Almeira dengan mata sembab dan jalan terburu-buru
selama bekerja Amei hanya mendengar dan menjalankan perintah Rexi tanpa mnjawab apapun ,, Rexi merasa gemas akan sikap Amei namun ia tetap menahannya..
Saat jam pulang kantor , Amei pulang terlebih dahulu, ia menggunakan taxi menuju salah satu mall terbesar di kota J , dan tak sengaja bertabrakan dengan seorang pria yang tak lain Adam temannya yang selalu ada saat Amei patah hati oleh Ferdi
"Amei" kata adam
mereka berpelukan, adam melihat penampilan Amei semakin Cantik, Adam mengacak rambut Amei seperti biasa
" gimana kabarnya ? makin cantik aja" tanya adam
" baik ko, kamu sendiri gimana . wiiih pakean nya gagah bener" jawab amei
__ADS_1
" eh kita ngobrol nya di caffe itu aja yu, kamu ga lagi sibuk kan?". ajak Adam
amei hanya mengangguk dan mengikuti langkah Adam . Adam memilih meja yang tidak terlalu ramai agar bisa ngobrol santai tanpa terganggu suara berisik pengunjung lain , lalu memesan minuman
" apa kegiatan sekarang ?" tanya Adam
" aku kerja jadi asisten bos aku" jawab amei
" oh gitu, gimana betah kerja nya ? makin cantik euy kamu " tanya adam lagi
" iya Dam, ya sejauh ini sih betah aja Dam . ih bisaan kamu mah ngegombal aja" jawab amei tersipu
tak lama pelayanan memberikan pesanan keduanya .
" eh dam kamu sekarang kerja dimana ? penampilan nya meni seperti opa-opa pekerja keras" canda Amei , karena memang mata adam sipit juga wajah yang tampan dan putih bersih
" euuuuu opa opa aja kamu mah . aku lagi urusin perusahaan papa mei , tadi abis meeting aja mangkanya pake baju gini , terus ke mall niat cari sepatu sneaker keluaran terbaru" jawab Adam
tanpa sepengetahuan keduanya , ada sepasang mata yang tajam memperhatikan keduanya. Ya Rexi mengetahui keberadaan Amei dari bodyguard nya dan langsung menghampiri , namun saat melihat keduanya Rexi geram tetapi tidak menghampiri karena bisa aja amei tambah marah
__ADS_1