
sesampainya di kedai yang bernama Rose Kitchen , Anjar Langsung mempersilahkan bos dan istrinya masuk kedalam kedai , dan menemui istrinya yang berada diruangannya
" ayah , ngapain disini?" tanya Rose yang terkejut melihat suaminya di kedai dan masuk ruangannya , karna ini masih jam kerja dan tidak pernah sekalipun Anjar datang selain jam istirahat
" Rose , perkenalkan ini bos saya , pak Rexi dan ini istrinya hu Almeira" ucap Anjar menjelaskan , mereka saling berjabat tangan
" Rose" ucapnya sembari mengulurkan tangannya pada Amei dan Rexi
" maaf , istriku sedang menginginkan martabak ketan hitam yang dipakein gula aren , apakah anda bisa membantu ku untuk membuat nya ?" tanya Rexi sopan
Rose menatap Amei , lalu melihat perut Amei
" baik lah , akan saya buatkan " ucap Rose dan berlalu . kebetulan di dapurnya tersedia ketan hitam untuk bolu da gula aren untuk isi an kue basah jajanan pasar
Rose membuat adonan , dan membuatkan martabak yang disebut oleh bos dari suaminya
__ADS_1
setelah martabak nya jdi, Rose segera membawa ke ruangannya dan diberikan pada Amei
" maaf sebelumnya jika tidak sesuai dengan keinginan nyonya , saya membuat sedikit martabak yang nyonya inginkan, boleh dicoba dulu" ucap Rose menyodorkan martabak
Amei yang mencium harum martabak dan melihat lelehan gula aren pun tersenyum , tidak sabar mencicipi Amei mengambil potongan martabak menggunakan tangan kosong dan langsung dilahap habis tanpa sisa
Rexi, Anjar dan Rose tertegun melihat tingkah Amei yang makan dengan cepatnya , padahal uap panas pada martabak tadi masih terlihat , tapi amei mampu melahap nya seperti tidak merasakan panas
" sayang pelan-pelan , ga akan ada yang minta kok " ucap Rexi lembut sembari membersihkan sisa sisa gula di ujung bibir Amei dengan tisu basah yang memang sengaja Rexi bawa dari mobil tadi
" enak ,. sangat enak " ucap Amei yang bersandar pada sandaran sofa yang ia duduki di ruangan Rose
" tidak , cukup aku kenyang" jawab Amei
Rexi geleng-geleng kepala melihat tingkah istrinya itu .
__ADS_1
" sayang , aku pengen begituan" bisik Amei pelan pada Rexi
tanpa pikir panjang Rexi mendadak bersemangat
" Jar , kamu kembali ke kantor , saya akan ke hotel sebelah , istriku ingin istirahat" ucap Rexi melangkah keluar ruangan rose bersama Amei, kebetulan memang kedai Rose bersebelahan dengan hotel yang lumayan besar dan bisa dibilang kedai Rose masih berada di area hotel
" baik pak" jawab Anjar yang berjalan dibelakang Rexi juga Amei diikuti oleh Rose juga
Rexi dan Amei segera check in dan segera ke kamar , dan bertempur hingga meledak-ledak
" sayang , apa ini termasuk ngidam juga ?" tanya Rexi yang masih memeluk Amei dengan tubuh toplesnya
" mungkin" jawab Amei , dan tertidur, Rexi melihat Amei tertidur di pelukan nya pun akhirnya Rexi juga tertidur
5 jam kemudian , Rexi terbangun dan ia segera meraih handphone nya yang disimpan di meja lampu sebelah kasur , ia melihat puluhan telpon masuk yang tidak terjawab . dilihat namanya itu Anjar
__ADS_1
Rexi bergegas menuju kamar mandi , membersihkan diri dan keluar menggunakan handuk kimono lalu menghubungi Anjar
" hallo , bawakan pakaian saya dan istri saya di bagasi mobil ke hotel " ucap Rexi , ya Rexi dan Amei memang selalu membawa baju cadangan di Bagasi mobil Rexi untuk berjaga apabila ada keperluan mendadak