
Amei hanya ingin hidup bahagia , namun apa yang ia miliki saat ini lebih dari cukup
" dia memberikan semua yang terbaik untuk ku, tapi aku belum memberikan hak biologis nya sejak menikah" gumam Amei
" sayang kita ke kamar yuk" ajak Rexi
" oh iya , aku ingin segera berganti pakaian" ucap Amei mengikuti langkah Rexi
sesampainya di kamar mereka, Amei segera menuju kamar mandi ingin membersihkan diri , dia sengaja tidak membawa pakaian gantinya , juga ia sengaja keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk yang menutupi dada sampai paha nya saja
Rexi melihat itu sudah tak bisa tahan lagi untuk tidak mendekati Amei . Rexi memeluk Amei dari belakang , kepalanya dibenamkan di leher amei ,. tangan Rexi mulai bergerilya .
ya memang itu rencana Amei agar Rexi terpancing tanpa Amei berbicara .
Rexi semakin bermain-main dengan tubuh Amei , hingga keduanya lebih bergairah dan melakukan penyatuan untuk pertama kalinya selama pernikahan yang sudah berjalan 1bulan lebih.
Rexi merasa bahagia dan bersyukur , wanita yang ia nikahi kini seutuhnya ia miliki .
Rexi mengecup kening Amei dan keduanya terlelap saling berpelukan dengan keadaan tubuh toples
*****4bulan kemudian ,
Amei sangat malas untuk pergi ke kantor ,
" sayang, bolehkah aku tidak masuk lagi hari ini . aku benar-benar mager banget" ucap Amei manja pada Rexi
__ADS_1
" yasudah , kamu istirahat saja di rumah agar saat aku memakan mu , kamu bertenaga juga sayang" ucap Rexi , Amei hanya tersenyum mendengar nya.
Rexi pergi ke kantor sendiri , dan Amei dirumah juga sendiri
Setelah kepergian Rexi, amei terus-menerus bolak balik kamar mandi , ia merasakan mual dan juga pusing
karena merasa tidak sanggup lagi, akhirnya ia menghubungi Rexi
" halo sayang" ucap Amei dengan suara lemah
" kamu kenapa ? apa kamu sakit?" panik Rexi yang baru saya duduk di kursi kebesaran nya itu
" aku pusing dan mual terus" ucap Amei , Rexi yang mendengar apa kata amei segera kembali kerumahnya lagi
sesampainya di rumah , Rexi langsung menuju kamarnya dan juga Amei , dilihat nya amei sedang memainkan hp nya
amei mengangguk, lalu Rexi memanggil dokter pribadinya
setelah diperiksa oleh dokter, sang dokter menyampaikan
" istri anda baik-baik saja tuan, hanya kelelahan. untuk bu Amei harap menjaga pola makan juga membatasi beraktivitas agar kandungan ibu lebih baik" ucap dokter yang belum di sadari oleh Rexi namun Amei mengernyitkan keningnya
" kandungan?" tanya Amei
" iya bu , pa kandungan , lebih baik ibu segera memeriksakan ke bagian kandungan .
__ADS_1
" ah baik dok,terimaksih dok" ucap Rexi kini mulai ngeuh dan terlihat bahagia , dia terus tersenyum kepada Amei dan dia memeluk juga mengecup kening Amei lembut
Kebahagiaan mereka bertambah , merasakan kesempurnaan luar biasa , akhirnya mereka akan segera menjadi orang tua .
Keesokan harinya Rexi sengaja tidak masuk kantor ingin menemani istri cek ke dokter kandungan. dan ternyata benar hasilnya positif dengan 2 janin didalamnya yang sudah berusia 19week
". terimakasih tuhan, terimaksih sayang" ucap Rexi pada Amei
Kebahagiaan mereka terpancar bahkan saat menuju mobil pun Rexi terus tersenyum ke arah Amei
" akan ku buatkan gedung apartemen kembar untuk rasa syukur ku akan anak kembar yang sedang kau kandung" ucap rexi
" bukan kah itu berlebihan?" tanya Amei
" tidak ada yang berlebihan untuk mu dan anak-anak ku" ucap Rexi
Mereka kembali ke apartemen yang mereka diami .
Rexi terus mengecup dan mengusap perut Amei yang masih rata itu
" akan ku pastikan , gedung apartemen untuk mu dan mulai merancang gedung apartemen kembar untuk menyambut anak anak ku" ucap Rexi
" ya terserah kamu, pemilik gedung apartemen " ucap Amei lembut
**The end
__ADS_1
(maaf cerita ini banyak sekali kekurangan, saya akhiri cerita ini karena memang sebenarnya ingin revisi tapi karena keburu hilang mood jadinya saya bikin cerita berakhir ampe sini walopun ga nyambung sepertinya. Sekali lagi, saya minta maaf mungkin tidak sesuai dengan selera baca pada reader sekalian . terimakasih yang telah membaca karya ku ini**)