Pemilik Gedung Apartemen

Pemilik Gedung Apartemen
extra part 1


__ADS_3

setelah mengetahui kehamilan Amei , Rexi tidak menginginkan Amei bekerja sebagai asisten pribadinya lagi, Rexi memilih orang lain kepercayaan Jonathan.


pagi ini Rexi akan berangkat kerja , dan Amei pun sudah siap dengan pakaian kerjanya


" sayang, kamu gausa kerja lagi ya " ucap Rexi


" tapi kalo ga kerja aku bakalan bete di apart terus" jawab Amei manja


" kamu boleh ikut ke kantor , tapi tidak untuk kerja " ucap Rexi


" terus aku ngapain coba kekantor diem , di apart diem juga" rengek Amei


" kamu bisa lakuin apapun, asal bukan kerja , dan jangan kecapean . kamu mau nonton d ruang istirahat aku, mau tidur , mau makan mau apapun boleh " ucap Rexi


" mmmm baiklah kalo begitu, setidaknya aku selalu berdekatan sama suamiku tercinta" ucap Amei sembari memeluk Rexi erat, membuat kemeja yang digunakan Rexi sedikit kusut


Sesampainya di kantor , Amei melakukan hal yang membuatnya nyaman di ruangan istirahat Rexi yang berada di dalam ruangan kerja Rexi


"sayang, kamu seneng kan kita deket terus sama papa " Ucap Amei sambil mengelus perutnya yang mulai menonjol

__ADS_1


" sayang, apa kamu tau , mama sangat bahagia sekali saat mama tau kalau kamu ada didalam perut mama . mama sangat sangat sangat menantikan kelahiran mu sayang . mama akan selalu menjagamu juga melindungi mu didalam ataupun diluar perut mama nanti" ucap Amei masih mengelus perutnya


Amei yang saat ini sedang menonton drama korea di ruangan istirahat Rexi sambil rebahan di kasur . Tiba-tiba amei menginginkan martabak ketan hitam


" sayang " ucap Amei manja pada Rexi, ya Amei keluar dari ruangan istirahat dan mendekati Rexi lalu mendudukkan dirinya di pangkuan Rexi


" kenapa sayangku " ucap Rexi yang segera mengalihkan focusnya dari komputer ke istrinya yang saat ini ada di pangkuannya , Rexi memeluk Amei dan mengecup puncak kepala Amei berkali-kali


" pengen martabak ketan item yang dipakein gula aren " ucap Riska


Rexi mengerutkan dahinya , pasalnya saat ini masih jam 9 pagi , dan lagi ia tidak tahu dimana yang menjual makanan yang diinginkan istrinya


" sayang, ini masih pagi . abang abang martabak nya masi bobo , soalnya semalem begadang katanya " ucap Rexi lembut


" ih bohong banget sotau abang martabak masi bobo . pokonya aku pengen martabak ketan item dipakein gula aren " rengek Amei


Rexi menekan tombol telepon dan menghubungi sekertaris nya yang berada di ruangannya


" kemari!" ucap Rexi lalu memutuskan sambungan

__ADS_1


tak lama , Asisten plus sekertaris barunya itu yang bernama Anjar datang


" tolong carikan dimana yang menjual Martabak jam segini" ucap Rexi


Anjar belum mengetahui bahwa istri dari bos nya itu sedang mengandung , tetapi ia tetap melakukan pencarian penjual martabak yang buka dipagi hari lewat Mbah Google , namun hasilnya nihil


" maaf pak " ucap Anjar


" saya sudah mencari lewat internet tapi tidak ada , apa boleh saya tau bapak ingin martabak apa ?" tanya Anjar pada Rexi sopan


" istri saya ini lagi pengen martabak ketan item yang dipakein gula aren katanya" jawab Rexi , yang matanya focus pada istrinya dan mencubit pipi chubby istrinya yang bertambah bulat


" kalau bapak berkenan , bapak bisa mampir ke kedai kue istri saya , barangkali istri saya bisa membuatnya " ucap Anjar yang kini tau bahwa istri bosnya sedang ngidam , dan kebetulan istri Anjar memang pandai membuat cake, roti , donat , bahkan jajanan basah yang sering ada di pasar tradisional pun bisa dibuat


" apa kamu mau sayang?" tanya Rexi pada Amei


Amei terlihat sumringah dan mengangguk cepat tanda ia akan pergi ke kedai cake milik istri Anjar


Rexi , Amei dan Anjar bergegas keluar kantor dan menuju kedai istri Anjar

__ADS_1


__ADS_2