
keesokan paginya ,pukul 9 amei terbangun, merasakan sesuatu yang berat menindih perutnya . mata Amei perlahan terbuka dan mengerjap-ngerjapkan matanya , dilihat sebuah tangan da Amei melihat arah sampingnya , amei tidak terlalu terkejut melihat pemandangan pagi hari itu, amei perlahan bergerak membebaskan tubuhnya dari pelukan rexi, amei bergegas membersihkan diri, setelah mengganti bajunya amei membangunkan rexi
" bangun hey , udah siang". kata amei sambil menggoyangkan tubuh rexi . rexi menggeliat , lalu terbangun dan menyandarkan tubuhnya pada sandaran kasur
Amei membuka pintu kaca arah balkon hotel, amei memandangi keadaan sekitar , melihat orang-orang bersantai di kolam renang hotel yang berada di lantai bawah
rexi memilih membersihkan diri dan bersiap juga , rexi menggunakan pakaian yang sama dengan amei , amei memakai hotpants berwarna cream dan kaos oversize berwarna hitam begitupun rexi memakai celana pendek cino selutut dan kaos hitam
keduanya bergegas dan membawa barang bawaannya ,. mereka berniat untuk sarapan di restoran hotel dan langsung cek out dari hotel lalu menuju tempat wisata yang ada di kota B
__ADS_1
sesampainya di tempat wisata , saat rexi dan amei hendak jalan pintu masuk untuk membeli tiket, amei melihat seorang kakek yang tak jauh sedang menawarkan tisu kepada pengunjung, amei menghampiri kakek tersebut karena amei butuh tisu dan kasihan melihat kakek tersebut, rexi pun berjalan mengikuti amei. saat rexi hendak membayar kakek tersebut, kakek menggenggam tangan rexi
" sing nya'ah ka calon istri, sateuacan aya batur nu niat ngahalalkeun ( harus sayang sama calon istri, sebelum ada orang yang niat untuk menghalalkan dia" tutur kakek tersebut berlalu meninggalkan amei dan rexi
rexi terus memikirkan perkataan kakek tadi, karena rexi sendiri mengerti apa yang diucapkan kakek tadi
tak terasa hari sudah sore, saatnya melanjutkan perjalanan menuju kota J
di perjalanan pulangnya, rexi berkali-kali melirik amei di sebelahnya yang sedari tadi tertidur . sesampainya di kediaman Jonathan rexi melihat amei yang masih terlelap sehingga rexi memangku amei masuk rumah dan langsung membaringkan di kamar tamu yang sudah biasa amei tempati , dan meminta tolong mang Herman untuk membawa masuk semua barang yang ada di bagasi mobil ,. baik bawaan amei dan rexi ataupun oleh-oleh yang dia beli
__ADS_1
keesokan pagi nya , seperti bisa rexi dan amei sudah siap memulai kembali aktifitas hariannya
hingga sebulan kemudian , Amei mendapat undangan pernikahan dari temannya Widia di kota B , amei sudah meminta izin kepada rexi dan rexi mengijinkan jika rexi pun ikut ke acara teman amei.
keduanya terlihat lebih dekat , namun tidak dengan status pacaran
saat Amei dan Rexi memasuki gedung pernikahan, tanpa disadari sepasang mata terus melihat amei dengan tatapan sendu . penyesalan yang dia rasakan akibat telah menyakiti wanita yang dia sayangi karena jebakan kekasihnya itu
ya Ferdi hadir di acara pernikahan Widia yang juga teman Ferdi . ferdi melihat Amei yang bahagia , bagaimanapun ferdi menyesal dan masih menyayangi Amei , tapi karena kebodohannya dulu yang terjebak anak nafsu dalam dirinya malah membuat mereka berpisah
__ADS_1
Ferdi terus memperhatikan Amei dari jauh , ferdi melihat amei dan rexi yang terlihat bahagia keduanya berbincang dengan tatapan berbeda
" Amei , apakah jika dulu aku tidak tersulut nafsu birahiku dan tidak melakukan hal itu, mungkin kah kamu masih di sisiku ?" batin Ferdi , kini Ferdi telah berpisah dengan Rosa yang mana dia telah tau bahwa Rosa hanya mempermainkan Ferdi dan Rosa juga ketahuan sering melakukan hubungan intim dengan banyak pria