
"Naruto-kun, gomenasai."
Kata itu terus mengalir di bibir Hinata. Entah apa maksudnya, Konohamaru tidak sepenuhnya mengerti. Namun dari yang ia lihat, Hinata tampaknya tidak sedang mabuk.
"Satu botol sake sepertinya bukan apa - apa untuk seorang yang berasal dari keluarga produsen wine terbesar di Negara Hi." Begitu pikirnya.
"Sake saja tidak akan membuatmu mabuk!!" Tiba - tiba saja suara Naruto yang dulu pernah mengatakan hal itu masuk ke otaknya.
Siaaalll...!!! Dia malah mengingat fakta bahwa sake memang bukan minuman berkadar alkohol tinggi tapi ia selalu mabuk hanya dengan segelas sake!!!.
Konohamaru memukul kepalanya sendiri, antara kesal dan malu yang entah pada siapa.
Hinata mengusap wajahnya dengan lengan mantel yang ia kenakan. Padahal tangan kanannya menggenggam sapu tangan berwarna jingga.
"Mungkinkan itu milik Naruto-nii? Apa mereka bertengkar?"
Tidak! Cukup...!!!
Konohamaru tidak pantas untuk terlalu penasaran tentang apa yang terjadi di antara mereka.
Hubungannya dengan Hanabi saja sudah sulit. Ia tidak ingin pusing memikirkan hubungan orang lain.
"Maaf, aku tidak lagi bisa memegang janji ku untuk terus menemani mu".
Konohamaru memicingkan matanya. Padahal baru saja bertekad untuk tidak ikut campur, tapi dalam hati tetap saja bertanya - tanya, persoalan apa yang sedang dihadapi oleh Hinata.
Tanpa ia meminta, ingatan itu kembali pada 2 tahun lalu.
Saat itu, malam belum terlalu larut. Naruto mabuk setelah menghabiskan 3 botol sake.
Oh tidak, ditambah beberapa botol Shochu.
Akhir musim gugur yang cukup dingin, Naruto tergeletak dan mengigau. Memanggil - manggil nama Hinata.
Ya, di tempat ini. Di bangku yang sama. Hanya saja tempat ini dulu sedikit gelap dan bangku itu pun dulu hanya kayu lapuk yang di paku seadanya.
Konohamaru tidak dapat menghentikan Naruto. pada akhirnya ia pergi ke kediaman Hyuga untuk memanggil Hinata.
Setelah menceritakan keadaan Naruto, mereka berdua pergi ke bukit itu.
__ADS_1
Hinata berlutut di depan bangku, mensejajarkan wajahnya dengan Naruto.
"Naruto-kun, apa kau masih bisa mendengar ku?" ucapnya sambil menggoyang pelan lengan Naruto.
"Hinata..., Hinata..." Dengan susah payah pria itu bangkit untuk duduk. Konohamaru bahkan sampai harus membantunya karena tubuhnya sudah oleng kemana - mana.
Greb...
Pria itu tiba - tiba memeluk Hinata.
Konohamaru benar - benar tidak menyangka, Naruto melakukan itu di depannya. Tapi kekagetan Konohamaru justru makin bertambah saat Naruto terisak kecil dan menyebut nama Sakura.
"Apa yang harus aku katakan padanya? Aku sangat mencintainya, tapi aku juga ingin ia bahagia."
Hinata menelan ludah, ia bahkan tidak bisa menyembunyikan raut sedihnya di depan Konohamaru.
Konohamaru merasa sangat keterlaluan, membicarakan wanita lain yang kau cintai di depan wanita yang sangat mencintaimu. Ia sampai gemetar padahal dia bukan pelakunya.
"Nii-chan, Kau terlalu mabuk. Sebaiknya kau diam saja. Ayo kita pulang, aku dan Hinata-nee akan membantu mu."
Naruto menggerakkan bahunya, menolak tangan Konohamaru yang bertengger disana.
"Naruto-kun." Hinata membelai lembut punggung Naruto "Aku tidak mengerti apa yang kau katakan. Bisa beri tahu aku sedikit tentang apa yang sudah terjadi?"
"Sakura bertanya padaku, apa dia boleh menikahi si Teme?"
Hinata menghirup napasnya dalam. Mereka semua tau, Sasuke sudah lama melamar Sakura. Tapi gadis musim semi itu tidak juga menjawab lamarannya.
Tentu saja para sahabatnya keheranan. Sakura sangat menyukai Sasuke. Menjadi istrinya bukankah sudah jelas itu impian Sakura?.
"Jadi begitu ya..." Hinata berkaca - kaca.
Jadi selama ini Sakura-nee merasa bersalah padamu ya, Naruto-nii. Itulah kesimpulan yang ditarik oleh Konohamaru.
"Naruto-kun sendiri bagaimana? Apa Sakura-san boleh bersama Sasuke-san?"
"Dia sangat mencintai Sasuke. Kebahagiaannya ada pada Sasuke. Tapi aku takut kehilangan dia. Aku sungguh buruk, aku hanyalah penghalang bagi mereka."
"Kalau begitu biarkanlah mereka bahagia. Lalu biarkan Naruto-kun mengukir kebahagiaan yang baru juga. Jangan takut, Naruto-kun memiliki Hyuga Hinata. Hyuga Hinata yang selalu dan sangat mencintaimu. Dahulu, hari ini dan di masa depan, aku akan selalu mencintaimu. Akulah yang akan selalu berada disamping mu, mendukungmu dan melindungi mu."
__ADS_1
Konohamaru terdiam. Saat itu dia bahkan tidak tahu, mana yang benar dan mana yang salah. Perasaan cinta yang dalam, benarkah bisa membuat seseorang menanggung rasa sakit yang begitu besar?.
"Apa aku boleh mempercayainya?" Suara Naruto terdengar serak, khas seorang yang baru saja menangis.
"Tentu saja, itu adalah janjiku padamu."
Naruto mengeratkan pelukannya. Hinata membalasnya dengan senyuman dan belaian yang lebih menenangkan.
Bahu mereka sama - sama bergetar, air yang sama- sama jatuh.
Mereka berdua terluka, namun dengan alasan yang berbeda.
Setelahnya Naruto tak sadarkan diri. Karena mereka sangat cemas, Konohamaru dan Hinata memutuskan membawanya pulang ke kediaman Sarutobi.
Saat itu Konohamaru berfikir bahwa itu semua tentu tidak serumit yang ia bayangkan. Naruto hanya sedang mabuk dan Hinata melakukan apapun untuk menenangkannya.
Tapi ia berubah pikiran saat dengan mata kepalanya sendiri ia melihat Naruto tersenyum pada Sakura sambil berkata "Pergilah, jangan khawatir. Aku akan selalu bahagia dengan Hinata disamping ku."
***
Naruto bangun dari tempat tidurnya. Sudah lewat tengah malam dan matanya belum dapat terpejam.
Ia melangkah menuju balkon. Malam itu langit amat cerah, bulan tidak nampak namun bintang masih tetap bertaburan dengan indah.
Naruto membuang nafasnya kasar. Ia memegang dadanya yang terasa nyeri.
"Klan Hyuga menentukan pemimpinnya melalui garis keturunan."
Kalimat itu entah kenapa sangat mengganggunya. Meskipun tanpa perlu diperjelas, Naruto sudah sangat mengetahui fakta itu.
"Aku memasrahkan masalah ini pada Otou-sama. Asalkan Otou-sama menyetujuinya, aku akan mengikutinya."
"Hinata..." begitu lirih Naruto menyebut namanya.
Entah kenapa dia merasakan hal buruk akan menimpa mereka.
***
Konichiwa... Selamat malam minggu minna-san. Terimakasih karena masih setia menunggu kelanjutan fanfic ini. Saya masih menantikan saran, kritik juga dukungan untuk karya ini.
__ADS_1
Yoroshiku Onegaishimasu..... 😉