Penantian Di Musim Semi

Penantian Di Musim Semi
Episode 1


__ADS_3

Tokyo Galaxy Gakuen. Tempat yang hanya bisa digapai oleh orang-orang hebat. Tidak terlihat seperti gedung bangunan sekolah pada umumnya, bahkan bisa dikatakan ini lebih seperti Mension megah dan mewah. Gedung ini memiliki 15 lantai dengan rooftop yang indah. Warna cat tembok itu adalah putih dengan halaman luas di depannya dan air mancur ditengahnya.


Disampingnya terdapat garasi yang berisi jajaran mobil sport dan mobil mewah lainnya, limousine pun juga ada di sana. Yang mengejutkan lagi ternyata ada juga garasi bawah tanah. Masing-masing lantai di Tokyo Galaxy Gakuen memiliki tingkatan yang berbeda.


Seperti piramida, maka Naoki berada di puncak paling atas dengan fasilitas khusus. Mulai dari ruang pribadi, dan ruang kelas yang hanya diisi oleh beberapa siswa kelas atas. Baik itu dari tingkatan kekayaan ataupun kecerdasan.


Naoki menghentikan mobilnya di depan sekolah, kemudian beberapa penjaga berjas hitam formal, membukakan pintu mobilnya. Benar saja, tepat ketika ia melangkah keluar mobil, terdengar teriakan histeris dari seluruh penghuni sekolah. Bagaimana tidak, lelaki dengan julukan cowok tsundere ini ketampanannya mengalahkan terangnya sinar mentari dan aura dingin yang ia pancarkan melebihi minus 45 derajat.


Pagi ini, Naoki dibuat lelah oleh segerombolan gadis yang mengikutinya dari pintu masuk hingga kelas.


Naoki bangkit tak acuh dari kursi malasnya menuju loker untuk mengambil iPod yang tidak sengaja tertinggal. Ketika hendak mengambilnya, pandangannya teralihkan pada kertas not berwarna pink berbentuk hati.


Untuk lelaki tampan,


Temui aku di atap.


Begitulah isi note tersebut. Refleks Ia meremas kertas tersebut dan membalikkan badan ke arah seorang gadis yang sedang menunggunya di depan pintu kelas dengan coklat di tangannya.

__ADS_1


Bukan perempuan biasa. Intan dan berlian melingkar di tubuhnya, menunjukkan elitenya jenis manusia ini. Ragam prestasi tampak di matanya. Sikap tegas, luas pergaulan dan salah satu pemilik senyuman paling menawan.


Bahkan Naoki bisa melihat dengan jelas bulu mata yang lentik serta baju sekolah khusus dengan sulaman benang yang berkilauan. Juga hidung mancung dengan lesung pipi yang melebar di atas rahang.


Benar-benar cantik tak tertahankan.


“Apakah kau menyukaiku?”


Suara seringan kapas menyapa dengan tangan yang kini bersedekap.


Seisi kelas tiba-tiba memperhatikan mereka berdua. Melihat kejadian yang kini berada diambang kekhawatiran.


Antara Mitsuka yang dipermalukan atau menyerah lebih dahulu ketika bersitatap dengan cowok tsundere Naoki Arata.


“Ya?” ujarnya gugup.


Naoki mencondongkan badannya dan berbisik di telinga Mitsuka.

__ADS_1


“Jangan lakukan. Itu menggangguku.”


Perubahan terlihat di wajah Mitsuka. Bahkan Ia tidak bisa mengatakan apa-apa ketika seseorang mempermalukannya di hadapan semua orang.


Selama ini, Ia tidak pernah merasakan hal seperti itu.


“Sebegitu menyebalkannya, ketika aku menyukaimu? Memangnya aku memintamu untuk menjadi pacarku? Aku hanya menyukaimu, itu saja.”


Ujarnya dengan nada tinggi.


Naoki yang sudah menebak respon perempuan itu, langsung menyandarkan kepalanya kepada kedua tangan yang ia letakkan di atas meja sebagai tumpuan dengan sepasang earphone yang menyumbat telinga.


Perempuan itu mendekat dan melepas earphone dengan paksa. Naoki menginterupsi rasa kesal dengan tatapan matanya.


“Seharusnya jangan kau tunjukkan. Itu hanya cinta sepihak.” Ujarnya tegas.


Perempuan itu berlari keluar dengan air mata dan isak tangis. Semua orang yang melihatnya langsung kembali kepada posisi mereka masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2