Penantian Di Musim Semi

Penantian Di Musim Semi
Episode 4


__ADS_3

Hiromi sensei yang melihat kejadian tersebut langsung menyuruh Reina untuk mengabaikan dan mempersilakannya duduk di bangku yang telah disediakan.


Reina yang masih kesal, ingin sekali menampar wajah laki-laki itu karena ia sudah dipermalukan di depan umum. Terlebih, ini adalah hari pertamanya di Tokyo Galaxy Gakuen. Ia tidak habis pikir, bagaimana bisa bertahan sampai lulus jika harus berada dalam satu kelas bersama cowok kurang ajar itu.


Reina kemudian menurut, mengikut perintah Hiromi sensei dan berusaha melupakan kejadian yang baru saja terjadi beberapa detik lalu. Ia mencoba profesional dan tetap mengikuti pelajaran selanjutnya.


Waktu berlalu begitu cepat, tidak terasa sudah 3 mata pelajaran dan laki-laki itu belum kembali.


Apa kau memikirkan cowok kurang ujar itu Reina?


"Apa yang kau lakukan, sadarlah!"


Ujar Reina menyadarkan diri sendiri sambil terus memukul kepalanya pelan. Ia kemudian melirik sekilas kearah jam tangan berwarna silver yang menghiasi pergelangan tangan kirinya.


"Sebentar lagi bel istirahat berbunyi"


Gumamnya seraya menarik napas panjang dan menghembuskan dengan kasar.


Benar saja, tidak sampai 5 menit bel istirahat berbunyi. Semua murid berhamburan keluar kelas. Tetapi, tidak dengannya. Reina lebih memilih mengistirahatkan pikirannya dengan mereview mata pelajaran yang baru saja ia pelajari.


Satu sisi, bagaimana ia akan keluar sedangkan hanya kelas ini dan lantai satu yang ia tahu. Belum lagi, hari pertamanya tidak berjalan dengan baik. Kelas aneh, Orang-orang aneh, juga laki-laki aneh yang sialnya menjadi teman sekelasnya.


"Apakah aku mengganggumu?"

__ADS_1


Sapa seseorang membuat Reina menghentikan aktivitasnya.


"Saya Ryuji Wakamiya"


Laki-laki dihadapannya tersenyum.


"Salam kenal Waka—"


"Ah, panggil saja Ryuji"


Reina tersenyum menanggapi.


Ternyata masih ada manusia di sini.


Reina mengerutkan keningnya bingung.


"Maksudku apakah kau melihat laki-laki tampan dengan tinggi—"


Belum selesai Ryuji berkata, Reina memotong dengan rasa kesal yang kembali membuncah tatkala mengingat kejadian tadi pagi.


"Apakah yang kau maksud adalah laki-laki kurang ajar? Wah, ketampanannya tidak bisa menutupi sikapnya yang buruk!"


Reina antusias mengungkapkan perasaannya tanpa menyadari bahwa masih ada Ryuji disampingnya. Ia bercerita kepada laki-laki yang baru saja dikenalnya, seperti seorang teman dekat. Ia bahkan tidak bisa menyembunyikan emosinya dibalik raut wajah.

__ADS_1


"Anu—maaf, aku tidak bermaksud mengatakan hal itu."


Refleks ia langsung menepuk mulutnya yang berbicara tanpa berpikir terlebih dahulu. Ryuji tertawa melihat tingkah perempuan dihadapannya.


"Kau lucu. Selama aku berteman dengan Naoki, kau adalah perempuan pertama yang memberi kesan berbeda terhadapnya."


Reina tertawa kecil.


"Kalau begitu, silahkan lanjutkan kegiatanmu. Aku akan mencari laki-laki kurang ajar itu."


Ryuji tersenyum kemudian melangkah pergi. Ketika berada di ambang pintu, tiba-tiba Reina menghentikan langkahnya membuat Ryuji menoleh.


"Hmm, apakah kau mengetahui di mana arah menuju kantin?"


Tanya Reina ragu dengan kepala yang masih menunduk.


"Kudengar ini hari pertamamu, baiklah aku akan mengantarkanmu Reina."


Reina terlihat senang dan bangkit dari tempat duduknya.


"Kau tahu namaku?"


Reina memecah keheningan ketika mereka berjalan beriringan. Ryuji tersenyum kemudian menunjuk name tag yang tertulis di baju seragam bagian atas sebelah kanan.

__ADS_1


Reina yang mengetahui hal itu langsung menunduk malu. Ia sudah terlalu berharap lebih. Ia bahkan merasa sudah tidak ada harga diri lagi di depan Ryuji. Lagi-lagi rasa senang membuatnya bersikap konyol.


__ADS_2