Penantian Di Musim Semi

Penantian Di Musim Semi
Episode 3


__ADS_3

Reina menatap lekat mata laki-laki yang telah menyebutnya C-U-P-U itu.


Cupu? Apakah dia buta?


Bagaimana bisa ada seseorang yang berani menyebutnya cupu. Bahkan ia sudah mempersiapkan segalanya sebaik mungkin sebelum fajar tiba.


Semua orang yang berada disekolah sebelumnya bahkan tak berhenti berkedip saat menatapnya. Beberapa guru muda yang tampan di sekolahnya pun tidak henti-hentinya menggoda dan ada pula beberapa orang yang datang ke rumah untuk melamar di usianya yang masih belia yaitu 15 tahun!


Apakah tubuh sempurnanya ini, kini terlihat buram di mata laki-laki itu?


Tidak. Dia benar-benar buta!


“Naoki! Jaga ucapanmu! Cepat minta maaf kepadanya!”


Ujar Hiromi sensei menegur. Hiromi sensei kaget ketika mendengar hal itu keluar dari mulut salah satu muridnya. Terlebih, ia mengatakan kepada murid baru. Jujur saja, Naoki sering sekali bersikap seperti ini, hanya saja untuk kali ini kata-katanya cukup berlebihan.


Naoki bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri Hiromi sensei dan Reina.


Reina melihat sekilas ke arah laki-laki itu dan tidak bisa mengelak bahwa dia tampan. Bahkan sangat TAMPAN.

__ADS_1


Benarkan? Semua perempuan itu sama. Akan jatuh cinta padaku hanya dalam waktu 3 detik dan perempuan itu baru saja melakukannya.


Naoki bergumam dalam hatinya.


“Mengapa sensei berisik sekali.”


Ujar Naoki yang kemudian menatap lekat Reina. Mata tajamnya tak main-main menatap Reina dari ujung rambut hingga ujung kaki.


“Hei kau gadis cupu! Berapa lama kau akan bertahan disini? Dengan melihatmu sekilas saja, sudah membuatku sakit mata!”


Ujarnya dengan suara serak basah ciri khasnya.


“Naoki! Apa yang kau katakan! Berhenti bersikap—“


belum selesai Hiromi sensei berkata, dengan cepat Naoki memotongnya.


“Apakah sensei sudah bosan bekerja disini? Pintu keluar ada di lantai satu. Sensei—ups. Hiromi Kurosawa sensei lebih tahu akan hal itu.”


Ujar Naoki seraya melangkahkan kaki menuju keluar kelas. Namun, tiba-tiba saja langkahnya terhenti saat ada seseorang yang dengan berani menyentuh tangannya.

__ADS_1


Seisi kelas terperangah melihat keberanian murid baru itu. Meskipun mereka berada satu kelas dengan Naoki, tak pernah ada yang berani menyentuhnya meski hanya sekilas.


Bahkan beberapa waktu silam, ketika di kantin ada yang tanpa sengaja menabraknya, keesokan harinya ia keluar dari sekolah ini. Entah Naoki yang mengusirnya atau dia yang merasa malu telah menabrak tanpa sengaja seorang malaikat. Lebih tepatnya adalah Cowok Tsundere.


“Kau harus minta maaf!”


Pancaran bola mata semurni embun pagi milik perempuan itu terlihat tegas dan meyakinkan. Naoki mendekat untuk melihat lebih jelas pahatan wajah perempuan yang ada dihadapannya ini.


“Apakah kau memiliki gangguan pencernaan?”


Reina tersentak mendengar kata-kata yang baru saja dilontarkan laki-laki itu.


Reina mengalihkan pandangannya beberapa detik ketika rasa canggung menerpa. Naoki hanya membeku ditempatnya dan tidak memiliki niatan untuk melepaskan tangan Reina di pergelangan tangannya.


“Ha? Apa maksud— ”


“Mulutmu bau!”


Naoki melangkah keluar dan menghempaskan tangan Reina kasar.

__ADS_1


“Dasar cowok Kurang Ajar!” gerutu Reina kesal.


__ADS_2