Pendekar Penentang Surga

Pendekar Penentang Surga
17.Bertemu Kembali


__ADS_3

Desa Kiri~


Restoran Lotus putih ~


Terlihat Cen Li sedang menikmati hidangan yang di sediakan restoran Lotus putih dengan lahap. Cen Li sudah lama tidak menikmati hidangan Dunia luar karena Cen Li berada di Hutan kesengsaraan.


dulu ketika Cen Li belum terjebak di kawasan Hutan kesengsaraan, Cen Li sering mencuri makanan -makanan lezat setiap restoran yang ada di desa Kiri.


"ahhh sungguh nikmat sekali " ucap Cen Li dengan puas


ketika sedang asik menikmati makanan, tiba- tiba suara berisik terdengar dan seperti menuju ke arah Cen Li.


Cen Li menoleh ke arah sumber suara tersebut, Cen Li sedikit terkejut dengan apa yang di lihat nya.


Cen Li melihat seorang pemuda yang cukup tampan, dan 4 orang pengawal di belakang nya.


Cen Li sangat mengenali wajah pemuda itu, dia adalah Mou lei, Tuan muda keluarga Mou yang sering sekali mengejek dan menyiksa Cen Li dulu.


Mou Lei mengambil meja dan duduk dengan gaya sombong.


" berikan aku makanan terbaik yang ada di restoran ini " ucap Mou Lei dengan nada membentak


Mou Lei melirik ke arah Cen Li, lalu memberi intruksi kepada pengawal nya untuk mengusir Cen Li dari Ruangan tersebut.


pengawal Mou lei yang memiliki basis kultivasi Ranah pertapa Langit langsung bergerak ke arah Cen Li.


"maaf anak muda, Tempat ini sudah di sewa oleh Tuan Muda dari keluarga Mou, silahkan kamu mencari tempat lain " ucap Pengawal itu dengan tegas


Cen Li tidak menghiraukan perkataan pengawal tersebut dan terus menyantap makanan nya dengan santai.


"cihhhh, apa kau tidak takut dengan keluarga Mou? sekarang pemimpin keluarga Mou sudah menjadi kepala desa kiri. apa kau ingin seluruh keluarga mu di hukum? Ucap pengawal itu lagi.


Cen Li tetap tidak menghirau kan pengawal tersebut dan masih menyantap makanan nya.


"jangan paksa aku untuk kasar bocah, " teriak pengawal tersebut sembari melepaskan sedikit aura nya.


pengawal tersebut yakin, sedikit saja aura nya keluar maka Cen Li akan ketakutan, karena pengawal tersebut melihat ranah Kultivasi Cen Li yang masih di tahap pembentukan.


Cen Li masih tetap tidak perduli, seolah tidak terjadi sesuatu di restoran itu.


pengawal itu menekan Cen Li dengan aura nya, namun pengawal itu terkejut karena aura nya tidak bisa menekan Cen Li yang berada di ranah pembentukan.

__ADS_1


" biar ku beritahu , dilarang berbicara ketika makan" ucap Cen Li


karena semakin Jengkel, pengawal tersebut melepaskan semua aura milik nya. ruangan itu di penuhi aura milik nya namun Cen Li masih santai seperti biasa.


melihat sikap Cen Li yang tidak terpengaruh dengan aura tersebut, ketiga pengawal lain nya mendekati Cen Li dan Berniat menyerang Cen Li bersamaan.


" oohh, ternyata pengawal keluarga Mou hanya berani bermain keroyokan " Ledek Cen Li


mendengar itu wajah Mou Lei menjadi masam, Mou Lei langsung mengeluarkan senjata milik nya dan melesat ke arah Cen Li.


Mou berniat membunuh Cen Li dengan satu gerakan. karena selama ini tidak ada yang berani mencemooh keluarga Mou.


" mati lah Bangs*t " teriak Mou Lei.


Cen Li mengeluarkan aura nya dan menekan Mou Lei dan 4 pengawal nya.


mereka semua terlihat berlutut di tanah karena rasa sakit yang luar biasa di tubuh mereka.


"akhhhh, akhhhhhh, akhhhh" hanya suara


erangan kesakitan yang terdengar di tempat itu.


Cen Li terus menekan mereka sembari menikmati teh yang ada di meja nya.


"ampunnnn, ampunnnn, ampunnnn" teriak Mou Lei yang sudah tidak tahan dengan siksaan Cen Li.


"eh? ada orang ternyata, maaf aku hampir lupa " ucap Cen Li sambil menepuk kening nya.


Namun Cen Li tidak menarik aura nya, melainkan melepaskan aura yang lebih kuat.


Siksaan Cen Li sudah seperti neraka saja .


Mou lae dan para pengawal nya memuntahkan seteguk darah.


"ampun tuan muda, ampuni nyawa kami, aku akan memberikan mu kekayaan jika kau mau " ucap Mou lei lagi.


" Begitu ya? , bruakkkkk, Cen Li menendang perut Mou lei, apa kau pikir semua bisa di bayar dengan kekayaan mu itu? "ucap Cen Li kesal.


" apa kau pernah mengampuni orang meminta ampun pada mu ? ,"tanya Cen Li lagi


" jangan pernah meminta orang lain melakukan apa yang kau sendiri tidak pernah lakukan. "ucap Cen Li lagi

__ADS_1


" ampuni aku Tuan, ampuni aku, jika kau tidak melepaskan ku, maka ayah ku dan seluruh prajurit desa akan memburu mu " ucap Mou lei terbata bata.


cen Li semakin marah mendengar perkataan Mou lei , Cen Li pun langsung melemparkan Mou lei keluar Jendela.


" pergi panggil keluarga mu, aku tidak akan pernah takut " ucap Cen Li


Para pengawal Mou lei juga berlari dari restoran itu, mereka sangat heran mengapa Cen Li berani bertarung di dalam desa, bahkan sampai menendang dan menghempaskan Mou Lei. padahal sudah jelas peraturan desa kiri bahwa tidak boleh ada pertarungan di desa ini.


Mou Lei dan Pengawal nya sebenarnya hanya ingin menggertak Cen Li, namun mereka tidak menyangka bahwa Cen Li akan berani berkelahi di dalam desa.


Cen Li sebenarnya juga mengetahui tentang peraturan desa tersebut. dari awal Cen Li sudah mengetahui bahwa Mou lei dan Pengawal nya hanya berani menggertak saja.


sehingga Cen Li bersikap tak acuh tadi.


Cen Li juga berani melanggar peraturan itu karena Cen Li tau siapa yang membuat peraturan itu.


ternyata yang membuat peraturan tersebut adalah She Kuan.


Sebagai satu-satunya murid She Kuan maka Cen Li merupakan pengecualian. jika Cen Li melanggar peraturan tersebut, tentu She Kuan tidak akan marah.


Flashback Ke hutan kesengsaraan ~


terlihat Cen Li dan She Kuan duduk di depan gua kediaman She Kuan, Mereka baru saja selesai latihan.


" apa kau lelah hari ini bocah " ucap she Kuan santai


" tidak guru, dulu aku sering berlari keliling desa jika aku bosan, jadi aku sudah terbiasa dengan latihan ini" ucap Cen Li


" kau berasal dari desa apa? " tanya she Kuan


"desa kiri, guru " ucap Cen Li


"hahhahaha, ternyata kau berasal dari tempat itu, dunia memang benar-benar sempit " ucap She kuan


"guru pernah ke desa kiri? " tanya Cen Li


" hahaha, aku disebut leluhur di sana bocah, dulu sekali, desa mu itu seperti arena bertarung, karena setiap hari selalu ada saja pertarungan yang terjadi. hingga suatu kali aku melewati desa itu, lalu aku membantai semua orang yang suka bertarung di sana, dan membuat peraturan tidak boleh bertarung di desa itu." ucap She Kuan


mendengar itu Cen Li sangat terkejut, Cen Li tidak menyangka bahwa leluhur yang menciptakan peraturan itu ternyata guru nya sendiri.


" aku bisa merasakan pertarungan di desa itu dari hutan kesengsaraan ini, sehingga jika ada yang melanggar peraturan yang kubuat akan mendapatkan Pelajaran berharga dari ku " sambung She Kuan lagi

__ADS_1


Cen Li akhirnya mengerti, kenapa tidak ada pendekar yang melanggar Peraturan itu.


Flash back End


__ADS_2