Pendekar Penentang Surga

Pendekar Penentang Surga
22. Kakek Tua


__ADS_3

Di Restoran Cahaya bulan ~


...----------------...


di Ruangan Vip restoran cahaya bulan, terlihat seorang pemuda sedang menikmati makanan nya dengan lahap.


pemuda itu adalah Cen Li.


di masa lalu Cen Li sering sekali ke laparan dan menangis karena tidak ada makanan.


bahkan untuk makan saja Cen li harus mempertaruhkan nyawa nya dan pergi berburu ke hutan. padahal saat itu Cen Sendiri tidak memiliki kekuatan, hanya keberanian saja yang ada pada diri nya saat itu.


Oleh karna itu lah Cen Li tidak pernah bisa menahan diri saat melihat Restoran mewah.


kalau dulu Cen Li hanya bisa menghayal makan di restoran Mewah, maka saat ini Cen Li sedang mewujud kan hayalan nya.


Bisa di katakan bahwa Cen Li sedang Balas dendam dengan diri sendiri. jika dulu sulit makan, maka sekarang Cen Li senang makan.


"ahhhh, memang benar kata pepatah tua jika perut kenyang maka hati pun senang " ucap Cen Li setelah selesai menyantap semua hidangan yang ada di meja nya.


Cen Li juga memanggil Pelayan tersebut untuk membawa kan minuman terbaik di Restoran tersebut.


"tolong Bawa kan aku Minuman terbaik di restoran ini " ucap Cen Li sambil menyerah kan 1 keping emas.


pelayan tersebut bergegas menyiapkan pesanan Cen Li.


Setelah selesai berburu kuliner, Cen Li pun bergegas pergi dari restoran cahaya bulan dan berniat mencari penginapan untuk tempat beristirahat.


Cen Li melihat Sepanjang jalan Kota Nan sangat ramai.


"semakin matahari terbenam maka semakin ramai juga Kota Nan ini " ucap Cen Li setelah melihat kerumunan orang memenuhi jalanan Kota Nan.


Cen Berjalan dengan santai di tengah keramaian. tiba - tiba mata Cen Li tertuju pada sekelompok orang berkumpul seperti sedang menyaksikan sesuatu.


Cen Li merasa penasaran dan mendekati kerumunan orang tersebut.


betapa terkejut nya Cen Li melihat pemandangan di depan nya.

__ADS_1


ternyata orang - orang tersebut berkumpul karena sebuah permainan teka-teki yang di main kan oleh seorang kakek tua yang mengenakan futou di kepala nya.


"ada yang berani mencoba ? aku akan membayar 100 kali dari jumlah taruhan yang anda pasang, jika berhasil memecahkan atau mengartikan teka -teki ku " ucap kakek tua tersebut.


Terlihat beberapa orang sedang tertunduk lesu di tempat itu, seperti nya mereka baru saja kehilangan uang akibat permainan yang mengiurkan itu.


Cen Li tidak tertarik dengan permainan itu, dia berbalik dan melangkah pergi dari tempat itu.


"hei anak muda, khusus untuk mu aku akan membayar 300 kali dari jumlah taruhan mu , jika kau berhasil memecahkan teka -teki ku " Ucap kakek tua itu.


Cen Li terkejut karena kakek tua itu bisa merasakan keberadaan nya, padahal Cen Li sudah menggunakan teknik penutup aura agar tidak terdeteksi oleh siapa pun.


"sepertinya orang tua ini tidak biasa " gunam Cen Li dalam hati


Dia berbalik dan berjalan ke arah Kakek tua Tersebut.


"aku tidak tertarik dengan harta, lalu apa yang bisa kau beri " tantang Cen Li lagi.


"baiklah, aku akan memberikan ini pada mu " ucap kakek tua itu sembari mengeluar kan sebuah cincin dan melemparkan nya ke arah Cen Li


* Masukan kesadaran mu ke dalam cincin itu, bersikap lah seoalah itu hanya cincin biasa*


Cen Li mengirim kan kesadaran nya kedalam cincin itu, wajah Cen Li langsung cerah, sepertinya Cen Li menemukan sesuatu yang menarik.


"baiklah aku mau bermain dengan mu pak tua " ucap Cen Li dengan keras sehingga semua orang yang mendengar itu menyayang kan keputusan Cen Li.


mereka yakin Cen Li tidak akan bisa mampu mengalah kan kakek tua. dan mereka menganggap Cen Li terlalu naif.


"baik lah, apa yang ingin kau pertaruh kan, ucap kakek tersebut.


Cen Li mengambil sekantong keping emas dan meletakkan nya sebagai barang taruhan.


* aku memilik buah langka di cincin ku, aku akan mempertaruhkan itu, Kepingan itu hanya pengalihan saja * Cen Li berbicara melalui telepati pada kakek tua tersebut.


" baik anak muda, mari kita mulai sekarang, apa kau siap? " tanya kakek itu.


Cen Li hanya mengganguk saja pertanda bahwa dia sudah siap melawan kakek tua itu.

__ADS_1


"dengar kan dengan baik, aku hanya mengulangi nya dua kali saja " Ucap kakek tua tersebut


" Katak terbang tanpa sayap nya, ular memanjat tanpa kaki, dan aku , hanya aku yang tau "


"ku ulangi sekali lagi " ucap kakek tua itu


" Katak terbang tanpa sayap nya, ular memanjat tanpa kaki, dan aku , hanya aku yang tau "


" Baik lah, silahkan Kau pahami dengan tenang,"


Ucap kakek tua itu.


Cen Li mengerut kan kening nya setelah mendengar teka-teki yang di sampai kan oleh kakek tua itu.


"haha kenapa dengan wajah mu anak muda? apa kau menyerah? "ucap kakek tua itu untuk mengecoh pikiran Cen Li


" hah? aku hanya sedikit bingung, mengapa kau meremehkan ku , teka -teki seperti ini bahkan anak berusia 10 tahun juga bisa menjawab nya " balas Cen Li lagi


"Benarkah? silahkan jawab sekarang, waktu untuk berpikir sudah habis " kata kakek tua itu dengan jengkel.


"Tekad dan bakat, Katak bisa melompat tinggi karena dia memiliki tekat, ular bisa memanjat pohon karena tekad. melompat adalah Bakat alamiah katak, dan melata adalah bakat alamiah ular. sama hal nya dengan diri sendiri. hanya diri sendiri lah yang mengetahui apa bakat yang dimiliki nya,,, namun walaupun pun memiliki bakat, tetap saja harus mempunyai tekad dalam diri " ucap Cen Li kepada Kakek tua itu.


wajah kakek tua itu menjadi masam setelah mendengar apa yang Cen Li sampai kan.


"bocah ini bisa menjawab teka-teki ku dalam waktu singkat, apa anak ini monster tua yang sedang bereinkarnasi ? bakat yang dimiliki nya sangat menantang sorga, kelak dia bisa menjadi ahli strategi dan kepintaran nya melampaui batas manusia" gunam kakek tua itu dalam hati.


Kakek tersebut menghela nafas sejenak kemudian menatap Cen Li.


" Baiklah, jawaban mu sangat tepat, aku tidak menyangka akan di kalah kan oleh bocah yang bahkan belum berumur 20 tahun seperti mu " kata Kakek tua itu


Semua orang yang menonton , sangat terkejut mendengar pengakuan kakek tua itu.


Cen Li sangat gembira dalam hati nya, namun dia tetap menahan diri. jika saja tidak ada orang sama sekali maka Cen Li sudah melompat- lompat kegirangan.


Sebenarnya Cen Li bisa menjawab teka - teki itu karena ingatan yang di Terima nya dari lang hui.


"Hah, terimakasih guru, aku menyayangi kalian berdua " Ucap Cen Li dalam hati.

__ADS_1


Cen Li sadar jika bukan karena warisan kedua gurunya mungkin Cen Li tidak akan bisa melangkah sejauh ini.


__ADS_2