Pendekar Penentang Surga

Pendekar Penentang Surga
6.Memulai Latihan III


__ADS_3

Dihutan Kesengsaraan~


...----------------...


"Tempat apa ini?"tanya Cen Li sambil melihat sekelilingnya


daerah itu terlihat seperti tempat Khusus yang ciptakan seseorang sebagai tempat Latihan.


" Sepertinya guru sudah mempersiapkan semua nya. aku tidak akan mengecewakan kan mu guru " ucap Cen Li dalam hati


Cen Li sangat terharu dengan kebaikan gurunya, tidak pernah ada yang memperlakukan Cen Li sebaik Gurunya. Bahkan Gurunya sudah memikirkan apa yang dibutuh kan Cen Li sebelum Cen Li memikirkan nya .


Tanpa sadar Cen Li pun tertunduk dan air mata jatuh dari pipinya.


Plakkkkk, sebuah pukulan mendarat di kepala Cen Li.


"Mengapa kau malah melamun di sini? " Tanya She Kuan dengan wajah marah


"eh guru, tidak guru tidak " kata Cen Li sambil berusaha menyembunyikan air mata dan raut wajahnya.


"kenapa kau malah menangis bocah?, apa karna aku menjatuhkan mu tadi? , sungguh bocah Cengeng " ucap She Kuan tak acuh


" Tidak guru, aku tidak menangis, ada sesuatu yang masuk ke mataku " Cen Li mencari alasan.


" ahh Terserah kau saja, baiklah, ayo kita mulai latihannya "kata She Kuan


" latihan pertama mu adalah Latihan Fisik , sekarang kau berlari mengelilingi tempat ini " ucap She Kuan


"hahaha , ini lebih mudah dari yang ku bayangkan" gunam Cen Li sambil mulai berlari


2 jam berlalu, terlihat Cen Li mulai kelelahan. dan menghampiri She Kuan yang sedang tidur di atas pohon.


"Guru, aku sudah selesai berlari. apa latihan selanjutnya guru? " kata Cen Li


"siapa yang menyuruh mu berhenti? terus berlari, kau boleh berhenti ketika aku menyuruh mu. " ucap She Kuan


"hah, ternyata tidak semudah yang ku bayangkan " ucap Cen Li sambil berlari


2 minggu berlalu ~


setiap hari Cen Li Berlari tanpa Henti kecuali She Kuan menyuruhnya berhenti.


Cen Li terlihat semakin lincah dan gerakannya semakin Cepat.


" sepertinya kau sudah semakin lincah bocah,"ucap She Kuan


"Dalam pertarungan bukan hanya kekuatan saja yang dibutuhkan, kecepatan juga sangat dibutuhkan. Semakin tinggi kecepatanmu, semakin sulit lawan mengalahkan mu. " sambung She Kuan


"ada banyak cara untuk memperkuat tubuh, cara yang ku berikan pada mu ini adalah cara yang paling sederhana . " ucap She Kuan lagi.


" apa ada cara lain yang lebih mudah guru ? "


" Ya, cara yang paling mudah adalah dengan menyerap pil dan inti binatang seperti ku. " ucap She Kuan

__ADS_1


Terlintas sejenak di pikiran Cen Li wujud asli dari She Kuan. dan membuat Cen Li merinding.


" baik lah, sekarang ikut aku, " ucap She Kuan sambil meninggal Cen Li


...****************...


setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai.


"kita sudah sampai " kata She Kuan


Cen Li kemudian melihat sekeliling nya dan hanya ada pohon besar yang mengelilingi tempat itu.


" apa yang akan kita lakukan guru? " tanya Cen Li


" aku akan mengasah insting mu " kata She Kuan


"ini , kenakan ini pada matamu, " kata She Kuan sambil melemparkan penutup mata kepada Cen Li


tanpa banyak tanya Cen Li pun memakai Penutup mata itu .


" selanjut kau harus bisa menangkap 50 daun jatuh hari ini "ucap She Kuan


" apa????? bagaimana bisa guru !sedangkan mataku saja di beri penutup. "


" cobalah merasakan sekelilingmu tanpa harus melihatnya, kau hanya perlu memfokuskan pikiran mu. seolah Rohmu sedang keluar dari tubuh mu.


Cen Li mengikuti arahan dari gurunya, namun hal itu tidak sesederhana kelihatannya.


sudah 1 hari Cen Li mematung di tempat itu dan belum ada satu daun pun yang berhasil di tangkap Cen Li.


" Kalau kau mengerti apa yang aku katakan, hal itu tidak akan sulit bocah. Ucap She Kuan


Cen Li tetap mematung sembari mengingat perkataan Gurunya.


Tiba- tiba Cen Li teringat sesuatu


"Seolah Roh mu sedang Keluar dari tubuhmu, ternyata itu kata kuncinya" Gunam Cen Li


"tapi bagaimana mengeluarkan Rohku dari dalam tubuh? aisss aku pusing sekali " kata Cen Li


" eh, apa mungkin roh yang di maksud guru itu adalah kekuatan yang mengalir di meridian ku ini ? Pikir Cen Li lagi.


sebenarnya Cen Li belum terlalu mengerti dengan kekuatan dan cara mengunakan nya .


namun sejak Cen Li membuka meridian nya, Cen Li bisa merasakan sesuatu mengalir di seluruh tubuhnya. dan Cen Li bisa mengendalikan nya sesuka hati.


" baik lah, akan ku coba sekarang "


Cen Li mulai mengendalikan sesuatu yang mengalir di meridian nya.


setelah beberapa waktu, Cen Li semakin mahir mengendalikan nya.


Cen Li langsung mencoba menyebarkan nya ke sekeliling tempat itu.

__ADS_1


"Tapppppppppp" terdengar suara tangan Cen Li yang berhasil menangkap sehelai daun jatuh.


"hahaha, akhirnya aku mengerti " Ucap Cen Li


Beberapa waktu kemudian Cen Li sudah berhasil mengumpulkan setumpuk daun Jatuh.


dari kejauhan She Kuan yang terus memperhatikan Cen Li tersenyum puas.


" tidak burukkk, akhirnya kau bisa memahami nya Bocah " She Kuan berkata dalam hati


setelah melihat Cen Li berhasil menguasai pelajaran yang di berinya , She Kuan pun bergerak menghampiri Cen Li


"ohhh, seperti nya kau sudah berhasil menangkap daun- daun itu. aku mengira akan memakan waktu yang lama agar kau dapat memahami pelajaran ini." ucap She Kuan


" aku tidak sebodoh itu guru " ucap Cen Li dengan bangga


"baiklah, latihan hari ini cukup, kita pulang lebih awal agar kau bisa beristirahat. sudah hampir satu bulan kau berlatih keras " kata She Kuan


" Baiklah, mari kita pulang guru " ucap Cen Li


" kau mau ku bawa terbang Bocah? " tanya She Kuan


" tidak, tidak, tidak. aku tidak mau, lebih baik aku tetap di sini dari pada harus di bawa terbang oleh guru " ucap Cen Li


"baiklah kalau begitu kau bisa menggunakan cara mu yang biasa untuk kembali ke gua " kata She Kuan


Flash Backkk


beberapa waktu lalu


Cen Li terus berlari seharian penuh hingga akhir nya malam pun datang.


"Baiklah, hari latihan mu cukup, besok kita lanjutkan lagi." ucap She Kuan


sekarang kita kembali ke Gua, kau bisa memilih mau terbang bersama ku atau Berlari sampai ke gua.


" sepertinya aku berlari saja guru " jawab Cen Li


" baiklah, kalau begitu kau harus bisa mengimbangi kecepatan terbang ku, kalau tidak kau akan tersesat " kata She Kuan.


"baiklah guru " kata Cen Li


sejak saat itu Cen Li akan selalu berlari saat kembali ke gua.


...----------------...


Setelah sampai di Gua, Cen Li memilih berendam di Kolam belakang Gua tersebut. Kolam tersebut bisa membantu memulihkan stamina dan dan menghilang rasa lelah.


kolam tersebut memiliki sensasi panas dan sangat nyaman di tubuh.


Setelah berendam Cen Li pun memilih untuk beristirahat..


...----------------...

__ADS_1


Hai para riders, Mari beri masukan bagi novel ini.. author tidak anti kritik kok :) hehehe.. Terima kasih buat para pembaca novel ini, semoga kalian terhibur


__ADS_2