Pendekar Penentang Surga

Pendekar Penentang Surga
19.Ternyata Kau


__ADS_3

Di luar Desa kiri ~


Terlihat sekelompok orang sedang bertarung melawan seorang Pemuda. Mereka adalah kelompok Mou Yan Zi dan Cen Li.


...----------------...


"apaaaaaaa!!!!!! , bagaimana bisa kauuuuuu" belum selesai Mou Yan Zi bicara, Cen Li langsung memukul Mou Yan Zi dan membuat nya terbang 100 meter kebelakang.


"ahhhhh, bagaimana mungkin " ucap Mou Yan Zi


Mou Lei dan para pengawal langsung bergerak ke arah Mou Yan Zi dan membantu nya.


"kita sudah di tipu oleh nya ayahh," ucap Mou lei.


"Benar, ternyata dia sangat kuat, dia juga sudah menduga kita akan membawa nya keluar Desa." ucap Mou Yan Zi sembari berusaha bangkit


" dasar penipu baj*ngan, kau sudah menipu kami " ucap Mou Yan Zi marah


" kau sendiri berusaha menipu ku, apa kau pikir aku tidak mengetahui rencana busuk mu? " bentak Cen Li lagi


"cihhhh, ayo kita serang dia bersama " ucap Mou Yan Zi kepada Mou lei dan para pengawal nya.


Mereka langsung membentuk Formasi dan mengepung Cen Li.


"hahaha, kau mungkin kuat tapi coba tunjukan apa kau bisa menghadapi formasi pembunuh keluarga Mou" ucap Mou Yan Zi.


Formasi pembunuh keluarga Mou adalah teknik khusus anggota keluarga Mou, teknik ini di wariskan oleh leluhur mereka dan hanya di ajarkan kepada keluarga Mou.


Cen Li tetap santai seperti biasa, dia mengeluarkan pedang Lang Hui dari Cincin penyimpanan nya.


di dalam kepala Cen Li sudah ada ingatan dari Lang Hui tentang teknik teknik berpedang , mulai dari teknik tingkat rendah sampai tingkat Sempurna.


"serang " ucap Mou Yan Zi


Mou Yan Zi dan rekan-rekan nya berubah menjadi bayangan hitam dan menyerang Cen Li dengan kecepatan tinggi.


Cen Li cukup terkesan dengan Formasi pembunuh keluarga Mou, Cen Li terus mengelak dan menahan serangan demi serangan mereka.

__ADS_1


"cukup sulit menghindari serangan ini, mungkin ranah Pengembara tahap puncak akan mati jika di serang dengan formasi ini " ucap Cen Li


15 menit berlalu, Cen Li hanya bisa menahan dan mengelak dari serangan mereka.


Semakin lama serangan mereka semakin lambat hingga akhirnya Mou Yan Zi dan rekan -rekan nya kembali mengambil Jarak dari Cen Li.


" hah, bagaimana bisa bocah ini bisa mengikuti kecepatan serangan kita " ucapMou Yan Zi dengan nafas tersenggal.


"ti.. ti.. tidak mungkin dia sekuat itu, " sambung Mou lei


" ohhh sudah selesai? sekarang giliran ku " ucap Cen Li


Cen Li mengangkat pendang nya ke langit , bersamaan dengan itu muncul bayangan naga , dan petir yang menggelegar.


saat ini Cen Li seperti pendekar pedang yang hidup ratusan tahun.


Cen Li melesat ke arah kelompok Mou Yan Zi


dan mulai mengayunkan pedang nya, setiap serangan Cen Li sangat mematikan dan cepat.


diatas mereka terlihat bayangan naga sedang berputar - putar seperti sedang mengawasi pertarungan itu.


kegunaan bayangan naga tersebut yaitu untuk melihat kelemahan lawan dan kelemahan pengguna teknik itu, sebanyak apapun musuh yang di hadapi, mereka tidak luput dari pandangan naga itu.


belum sampai 100 gerakan, Mou Yan Zi dan rekan -rekan nya sudah jatuh tak berdaya di tanah. banyak luka sayatan pedang di tubuh mereka.


"teknik yang menakjubkan " ucap Cen Li dengan senyuman indah di wajah nya.


Cen Li menyimpan pedang itu ke dalam cincin penyimpanan nya dan berjalan ke arah mereka.


Cen Li melihat mereka sudah tidak bisa bertarung lagi, namun dia bingung apa yang harus di perbuat nya kepada ayah dan anak jahat itu.


"apa aku harus membunuh nya? tapi aku belum pernah membunuh tapi jika di biar kan mereka bisa mengulangi kesalahan mereka kepada orang lain lagi " gunam nya sambil menatap mereka.


wajah Cen Li berubah menjadi cerah, seperti nya Cen Li sudah mendapat ide bagus.


Cen Li mendekati tubuh mereka dan menghancur kan kultivasi mereka semua.

__ADS_1


"akhhhhhhhhhh, akhhhhh bunuh saja aku" terdengar teriakan -teriakan mereka semua


"upss, aku tidak mau, jika mau mati maka lakukan sendiri " jawab Cen Li santai


"siapa kau sebenar nya, tunjukan wajah mu agar aku bisa mengingat nya dan membalas penghinaan ini. " ucap Mou lei


"apa otak mu isi nya hanya balas dendam? " tanya Cen Li sembari membuka penutup wajah nya .


" lihat dengan baik, jangan sampai lupa dengan wajah tampan ku ini " goda Cen Li


Mou Yan Zi dan mou lei terkejut setengah mati melihat wajah pemuda yang membuat mereka cacad itu. mereka tidak menyangka bahwa pemuda cacad yang di kucilkan di desa akan menjadi singa yang sangat mengerikan seperti sekarang ini.


"kauuu, kauuuuu , kauuu.... bukan nya kau sudah mati waktu itu ? lalu mengapa kau bisa menjadi sekuat ini?" ucap Mou lei


"aku bangkit dari kematian dan menjadi reinkarnasi malaikat maut " ucap Cen Li


mereka semua hanya mengutuk dalam hati mereka saat ini. terutama Mou lei, dia terlihat begitu menyesal tidak memastikan Cen Li masih hidup atau sudah mati waktu itu.


"semoga kalian semua bisa menjadi orang baik ke depan nya dan ku harap ini bisa menjadi pelajaran untuk kalian" ucap Cen Li sembari berjalan meninggal kan mereka semua.


mereka semua menyesali nasib mereka dan meratapi diri mereka yang kini sudah menjadi cacad.


tiba- tiba Cen Li mengingat sesuatu dan berbalik ke arah mereka.


" aku lupa memberitahu kalian, ku harap tidak ada dendam diantara kita mulai saat ini, aku pribadi sudah melupakan semua nya. ku harap kalian juga melakukan hal yang sama" ucap Cen Li dengan wajah polos


mereka hanya bisa mengutuk dalam hati saat mendengar perkataan Cen Li yang konyol itu.


"apa kau pikir setelah cacad kami bisa melupakan semua nya, dasar Bod*h" ucap Mou lei dalam hati


Mou Yan Zi menatap kepergian Cen Li , Mou Yan Zi tidak menyangka diri nya akan di permalukan oleh pemuda yang belum sampai 20 tahun.


Mou Yan Zi mengambil sesuatu dari saku nya, kemudian memecahkan nya lalu tak berapa lama setelah itu prajurit elit desa datang dan menolong Mou Yan Zi.


Cen Li sendiri sudah pergi dari tempat itu dan melanjutkan perjalanan nya yang tanpa tujuan.


dia tidak kembali lagi ke desa kiri karena kebetulan urusan nya sudah selesai.

__ADS_1


" aku harus kemana saat ini? "gunam Cen Li


Selamat membaca


__ADS_2