
Di sebuah gubuk kota Nan ~
terlihat seorang pemuda dan kakek tua berbincang sambil meminum arak di halaman gubuk yang sudah cukup tua .
kompetisi nya akan di gelar 2 bulan lagi, dan jadi kita harus segera pergi ke ibu kota untuk mendaftar kan mu Cen Li" ucap kakek itu lagi.
"baik lah kakek, aku mengerti " ucap Cen Li
"kita akan melanjut kan perjalan besok, karena hari ini sudah gelap sebaik nya kita beristirahat " ucap kakek tersebut
Cen Li mengangguk tanda setuju dengan apa yang di katakan oleh kakek tua tersebut.
kakek tersebut bangkit dan masuk ke dalam gubuk tersebut untuk beristirahat, kemudian entah mengapa Cen Li malah mengikuti kakek itu masuk ke dalam gubuk tersebut.
hari berganti Sang gelap sudah di gantikan sang mentari pagi ~
Cen Li terbangun dan mencari tempat untuk membersihkan diri.
setelah selesai membersihkan diri Cen Li kembali ke Gubuk untuk menemui kakek tua.
ketika Cen sampai di gubuk itu, Cen Li melihat kakek tua itu sudah duduk di halaman gubuk sambil meminum arak.
"haiiisss.. ini masih pagi tapi orang tua itu sudah meminum arak saja" gunam Cen Li sembari mendekat ke arah kakek tua itu.
"kau dari mana saja Cen Li, aku mengira kau sudah melarikan diri karena takut menghadapi kompetisi kaum muda itu " ucap kakek tua itu setelah melihat Cen Li berjalan ke arah nya.
"chahaha, tidak kek, aku baru saja ke sungai dekat sini untuk membersihkan diri" ucap Cen Li
"baik lah nakk. kemari lah ayo kita bersantai sejenak, tidak usah terlalu terburu " ucap Kakek tua itu.
*siapa yang terburu-buru orang tua, aku bahkan tidak mengucap kan sepatah kata pun * gunam Cen Li dalam hati
Cen Li mendekati kakek tua itu lalu duduk di samping nya.
" ini masih pagi, tapi mengapa kakek sudah meminum arak " tanya Cen Li serius.
"hahahaha, hidup bukan tentang pagi siang dan malam bukan juga tentang kuat dan lemah atau bahkan tentang iya dan tidak tetapi Hidup adalah tentang bagaimana kau menjalani nya dan bahagia karena nya " ucap Kakek tua itu
__ADS_1
" ini adalah kebahagiaan ku, dan aku menemukan rumah ku di sini, rumah bukan saja berbicara tentang tempat tinggal tetapi rumah adalah wujud dari kenyamanan yang nyata. aku nyaman dengan arak ini" ucap kakek tua sambil memegang arak di tangan nya.
" astaga , seperti nya kakek sudah di bawah pengaruh gaib eh salah dibawah pengaruh arakk maksudku " ucap Cen Li
"apa kau berfikir aku mabuk? aku tidak sedang mabuk bocah bod*oh" Teriak kakek itu kesal
"tidak tidak kek, aku hanya bercanda " ucap Cen Li
* mudah sekali kakek tua ini tersinggung* gunam Cen Li dalam hati
Cen Li mengeluar kan buah-buahan langka dari cincin penyimpanan nya untuk sarapan pagi.
"kakek tua, ayok kita sarapan, jangan hanya menghayal dan minum arak saja, kakek juga butuh nutrisi untuk tubuh " kata Cen li menyantap Buah-buahan langka
" haha mulut mu tajam juga ya bocah, tapi perkataan mu ada benar nya juga, yasudah lah mari kita makan " ucap kakek tersebut sambil meraih buah yang ada di hadapan nya.
Setelah selesai makan , mereka berdua bersantai sejenak sembari menatap langit pagi.
Cen Li juga meraih arak milik kakek tua itu dan ikut minum bersama nya. Cen Li penasaran bagaimana rasa nya minum arak di pagi hari.
"hey bocah , ini masih pagi hari mengapa kau sudah minum arak saja? " tanya Kakek tua tersebut
" ini adalah kebahagiaan ku, dan aku menemukan rumah ku di sini, rumah bukan saja berbicara tentang tempat tinggal tetapi rumah adalah wujud dari kenyamanan yang nyata. aku nyaman dengan arak ini" sambung Cen Li sambil memegang arak di tangan nya.
kakek tua itu terkejut karena Cen Li mengingat semua perkataan yang di sampai kan nya tadi
mereka pun tertawa terbahak-bahak bersama.
" apa kah ibukota masih jauh?" tanya Cen Li pada Kakek tua
" lumayan jauh, mungkin sekitar 1 bulan perjalanan " ucap kakek tua itu.
"baiklah, ayo kita berangkat kek, aku sudah sangat bosan di sini " ucap Cen Li
"seperti nya aku juga begitu " Jawab kakek tua sambil tertawa.
mereka berdua bangkit dan melangkah pergi meninggal kan gubuk tua menuju pintu masuk kota Nan.
__ADS_1
setelah keluar dari kota Nan mereka mulai berlari dengan kecepatan tinggi.
"Hei bocah, apa kau bisa terbang?" tanya kakek tua itu.
"tidak bisa kek, apa kau tidak melihat bahwa aku hanya berada di tahap pembentukan? " tanya Cen Li
walaupun bisa merasakan aura Cen Li, kakek tua tetap tidak bisa mengetahui tingkat kekuatan Cen Li. yang dia lihat bahwa Cen Li masih berada di tahap pembentukan.
Cen Li memang sengaja menekan kultivasi nya ke tingkat pembentukan, karena pada umum ny anak seusia Cen Li berada di tingkat pembentukan dan jika berbakat berada di tingkat pertapa bumi.
Jika semua orang tau bahwa Cen Li sudah berada di tingkat raja di usia nya yang masih 17 tahun. tentu saja banyak yang putus asa dan berhenti ber kultivasi.
sebenar nya bakat Cen Li biasa saja, hanya saja keberuntungan Cen Li sangat bagus sehingga bertemu dengan guru sebaik She Kuan dan Lang Hui.
" apa kau sedang mencoba menipuku? " ucap Kakek tua tersebut.
"maksud kakek apa? " ucap Cen Li
"kau berada di tingkat pembentukan, namun kecepatan mu itu sangat mengerikan. aku saja hampir mengeluar kan setengah tenaga dalam ku untuk bisa mengimbangi mu, padahal aku sudah berada di tingkat Raja tahap menengah" ucap Kakek tua itu.
Cen Li cukup terkejut mendengar perkataan kakek tua itu.
*ternyata dia berada di tingkat raja tahap menengah , pantas saja aku tidak bisa mengukur kekuatan nya * gunam Cen Li dalam hati
" hah? kakek berada di tingkat Raja? kakek pasti sangat kuat," ucap Cen Li untuk mengalihkan pembicaraan.
"jangan mengelak, mengapa kau bisa secepat itu? , apa kau menipu ku? " ucap kakek tua itu.
"tidak kek, aku hanya di ajarkan guru ku cara berlari dengan Cepat, aku bahkan tidak sadar jika aku sangat Cepat " Cen Li menjawab dengan memasang wajah sedih sebagai pengalihan.
*hah, mungkin saja guru bocah ini punya cara khusus untuk menambah kecepatan * gunam Kakek tersebut dalam hati
NB.
CEN LI saat ini berada di tingkat Raja tahap Awal , lihat di Chapter 15. Menerima warisan II
untuk tingkatan kultivasi lihat di Chapter 7.Latihan sesungguh nya.
__ADS_1
SELAMAT MEMBACA 🙏