Pendekar Penentang Surga

Pendekar Penentang Surga
27. Penganggu


__ADS_3

di Restoran Shandong kota Taonan~


Terlihat Seorang pemuda yang menggendong Gadis kecil dan Seorang kakek Tua sedang berjalan memasuki sebuah Restoran.


" nah ini kak, restoran Shandong , restoran terbaik kota Taonan " ucap ah Mei bangga


mereka pun masuk ke dalam Restoran dan langsung di sambut oleh seorang pelayan wanita.


" ada yang bisa saya bantu tuan? " ucap pelayan itu.


" kami ingin tempat terbaik dan makanan terbaik restoran ini " ucap Cen Li sembari melempar kan satu kantong berisi 15 keping emas.


pelayanan yang melihat isi kantong tersebut langsung membawa Cen Li , ah Mei dan kakek tua itu ke tempat terbaik restoran Shandong.


pelayan itu membawa Mereka ke Lantai 5 restoran itu, dimana lantai 5 merupakan ruangan VIP yang biasa di pakai bangsawan dan orang kelas atas.


" silahkan Duduk tuan, dan mohon menunggu sebentar agar kami bisa menyiapkan pesanan yang tuan Minta " ucap pelayan itu.


"baik lah, Terima kasih " ucap Cen Li


"Hei, tolong bawakan kami arak terbaik di restoran ini juga " ucap Kakek tua


Pelayan tersebut melihat ke arah Cen li untuk memastikan pesanan kakek tua itu.


melihat itu Cen Li hanya tersenyum dan mengangguk ke arah pelayan tersebut, sebagai tanda bahwa dia setuju dengan pesanan Kakek tua


kemudian Cen Li berpaling ke arah Ah Mei.


Ah Mei menatap Cen Li cukup lama sehingga Cen Li mulai bingung.


"kenapa Adik Ah Mei menatapa kakak seperti itu? " ucap Cen Li


"Aku sedang Menebak wajah kakak di balik penutup itu. dan aku juga belum tau nama kakak " ucap Ah Mei polos


"eh begitu ya? nama kakak Cen Li " ucap Cen Li sembari melepaskan penutup wajah nya.


"ternyata kakak sangat tampan, " ucap Ah Mei sembari memegang wajah Cen li


" kakak ini memang sangat tampan, sehingga harus memakai menutup wajah " ucap Cen Li


kakek tua yang sejak tadi hanya diam langsung melayang kan tangan nya ke arah kepala Cen Li.


"PLAKKKKKKKK" jangan merasa tampan di depan ku " ucap kakek tua


"hehehe maaf kek, aku hanya bercanda dengan si kecil imut ini" ucap Cen Li sembari mencubit pipi Ah Mei.

__ADS_1


setelah berbincang beberapa saat, Makanan pun akhirnya tiba. dan mereka menyantap makanan itu dengan santai.


setelah itu mereka pun berencana pergi dan mencari penginapan di kota itu.


" baik lah mari kita cari penginapan kek " ucap Cen Li


kakek tua hanya mengangguk ke arah Cen Li dan kembali menikmati arak nya .


Cen Li melirik Ke arah Ah Mei, dia teringat bahwa Ah Mei tidak memiliki ayah dan ibu.


"Ah Mei, apa kah kamu punya rumah atau keluarga? kemana kami harus mengantar mu saat ini? tanya Cen Li


Ah Mei hanya tertunduk


"aku tidak punya apapun sekarang kak " ucap Ah mei


"jika begitu ayo kita cari penginapan bersama " ucap Cen li


mereka pun berjalan menuruni restoran shandong. sesampai nya di lantai satu, terlihat pengunjung restoran memenuhi tempat itu. Lantai satu memang di khusus kan bagi kalangan umum dan orang biasa.


saat akan keluar dari restoran Shandong, tiba- tiba seorang pria kekar yang duduk di salah satu meja restoran itu bergerak ke arah Cen Li.


pria kekar itu menghadang Cen Li , ah Mei dan kakek tua itu.


"Hei bocah, apa kau baru memasuki kota taonan?" ucap Pria kekar itu.


" hahaha, nyali mu cukup besar anak muda, tapi nyali saja tidak akan menolong mu " kata pria kekar itu lagi


"jangan basa-basi dengan ku, minggir lah dan jangan menghalangi jalan kami " ucap Cen Li


Kakek tua yang berada di samping Cen Li tampak tak acuh dan santai sembari menenteng arak di tangan nya.


"kalian bisa pergi, tapi tinggal kan anak kecil itu " ucap pria kekar itu lagi


"mengapa aku harus menuruti mu? " ucap Cen Li


"kami sudah mencari anak kecil itu cukup lama, ayah dan ibu nya Berhutang sangat banyak pada tuan kami, dan akhirnya mereka terbunuh karena tidak mau menyerah kan gadis kecil itu sebagai bayaran utang mereka " ucap pria kekar


Ah Mei mendengar perkataan Pria kekar itu lalu menangis sejadi-jadi nya.


"jadi kalian yang membunuh orang tua gadis kecil ini? " tanya Cen Li


"tepat sekali, tuan kami bukan orang yang bisa di singgung di kota ini, tentu kau akan mati jika membela gadis kecil itu " ucap pria kekar


Cen Li langsung menyerang pria kekar itu dengan aura nya, dan membuat seisi tempat itu merasa susah bernafas dan sangat tertekan.

__ADS_1


"aaa.. aa apa kau ingin melawan tuan kami? jangan salah kan kami jika kau terbunuh " ucap Pria kekar yang sedang tertekan oleh aura Cen Li


pria kekar itu hanya pendekar pertapa langit tahap akhir, sehingga hanya dengan aura saja Cen Li bisa membunuh nya.


Beberapa Rekan Pria kekar yang sejak tadi hanya menonton langsung bangkit dan bergerak ke arah Cen Li


" pergi atau mati " ucap Cen Li


Pria kekar dan teman - teman nya menolak pergi dan tetap menghadang Cen Li. kemudian pria kekar mengeluarkan sesuatu dari kantong nya, dan memecahkan nya.


Di tempat lain ~


terlihat seorang pria berumur 40an sedang duduk di kursi kehormatan. dia adalah Tuan dari Pria kekar yang menghadang rombongan Cen Li.


"ada apa ini? mengapa Heng Ho mengirim tanda bahaya? dan seperti nya dari arah Selatan kota " gunam pria tersebut


"ah seperti nya aku harus bergegas kesana " Ucap Pria tersebut sembari bergerak ke arah selatan kota, tepat nya Restoran shandong.


Di restoran Shandong ~


kelompok pria kekar itu tetap menghadang Cen Li dan tidak menghiraukan acaman Cen Li.


"seperti nya aku harus memberi kan kalian sedikit pelajaran " ucap Cen Li


Teknik Ilusi - Ilusi kematian


pria Kekar dan rekan - rekan nya melihat Cen Li menjadi 5 dan menyerang mereka dengan sangat brutal sehingga mereka semua di pukul mundur dan terluka parah.


para Pengunjung restoran Yang lain bingung melihat kelompok pria kekar yang mematung dan tiba - tiba terjatuh tak sadarkan diri.


Teknik ilusi ini adalah salah satu teknik milik She kuan Guru Cen Li. dia sengaja menggunakan teknik ini karena tidak ingin menghancurkan seisi restoran.


"ternyata ada penguna ilusi yang mampir ke kota ku, hahahahah" ucap Pria yang merupakan tuan dari kelompok pria kekar tadi.


Pria itu terbang ke arah kelompok pria kekar dan melepas kan mereka dari ilusi Cen Li .


para pengunjung Restoran juga sangat terkejut melihat sosok yang baru saja muncul itu.


karena yang muncul itu adalah walikota kota mereka.


"hormat pada tuan" ucap pria kekar yang sudah tersadar.


"pulihkan diri kalian " ucap pria itu.


kemudian pria itu berbalik lalu menatap Cen Li dan kakek tua.

__ADS_1


" jika boleh tau, siapa Pemuda dan pria tua ini? " ucap Pria itu.


"jika ingin bertanya maka perkenal kan diri mu terlebih dahulu " potong kakek tua yang sejak tadi hanya diam.


__ADS_2