Pendekar Penentang Surga

Pendekar Penentang Surga
18. Pecundang


__ADS_3

Restoran Lotus Putih ~


Cen Li kembali duduk dengan santai setelah Mou Lei dan Pengawal nya pergi dari restoran Lotus putih.


"mengapa aku tidak bisa mendapat kan ketenangan di mana pun aku berada " keluh Cen Li


Cen Li melihat sekeliling tempat itu sedikit mengalami kerusakan, lalu Cen Li memanggil pelayan restoran tersebut untuk mengganti semua kerugian.


" kemari lah " ucap Cen Li kepada pelayan wanita yang dari berdiri di depan pintu.


dengan gugup pelayan itu berjalan ke arah Cen Li, pelayan restoran itu melihat semua kejadian tadi , sehingga pelayan restoran itu yakin bahwa Cen Li bukan orang sembarangan.


karena di desa kiri hanya tidak ada yang mau ber urusan dengan Mou Lei yang notabene anak pemimpin desa.


"maaf tuan, apa tuan membutuhkan sesuatu? " ucap pelayan restoran itu dengan gugup


" ini untuk mengganti semua kerugian yang ada dan bawa kan aku minuman terbaik yang ada di restoran ini " kata Cen Li sembari memberi 10 keping emas


"baik tuan, mohon tuan menunggu sebentar " ucap pelayan tersebut sambil bergegas pergi menyiapkan pesanan Cen Li


beberapa waktu kemudian pelayan tersebut datang dengan membawa pesanan Cen Li


" ini adalah minuman terbaik di tempat ini, silahkan tuan menikmati nya " ucap pelayan restoran


Cen Li mengangguk dan meraih minuman tersebut.


"ahhhhh, minum ini sangat enak, minuman apa ini? " ucap Cen Li Puas


"benar tuan, ini adalah arak lotus putih, terbuat dari lotus putih berusia ratusan tahun." ucap Pelayan itu


" baiklah, terimakasih " ucap Cen Li singkat


"sama- sama tuan, jika memerlukan sesuatu, tuan bisa memanggil hamba " ucap pelayan itu


" ini sudah cukup, aku hanya menunggu Tuan Muda sombong tadi " jelas Cen Li


"hamba permisi dulu tuan " ucap pelayan sembari meninggal kan Cen Li


Cen Li kembali ber santai sembari menunggu kedatangan Mou Lei , Cen Li yakin Mou lei akan datang kembali menemui nya.


bagaimana pun Mou lei pasti tidak akan menerima di permalukan oleh Cen Li.


setelah setengah jam lebih Cen Li menunggu, Cen Li merasakan aura Mou lei mendekati restoran.


"sudah ku duga kau pasti akan datang lagi, tapi seperti nya akan lebih ramai " gunam Cen Li sembari merasakan beberapa orang kuat datang bersama Mou lei

__ADS_1


"tuarrrrrrrrrr" terdengar suara hempasan pintu


Cen Li menoleh Ke arah sumber suara , terlihat Mou lei dan seorang pria paruh baya serta beberapa pengawal di belakang nya.


"siapa yang berani menyerang keluarga Mou ku " ucap pria paruh baya itu.


pria paruh baya itu adalah Mou Yan zi , ayah dari Mou Lei sekaligus kepala desa.


"itu dia ayah, dia yang menyerang ku dan para pengawal ku, dia juga melanggar peraturan leluhur desa kita " ucap mou Lei.


Mou Yan zi melihat ke arah Cen Li, dia sangat terkejut melihat sosok yang melanggar peraturan dan menyerang anaknya masih sangat muda.


,


berlahan Mou Yan Zi memeriksa kekuatan Cen Li dan memeriksa sekitar tempat itu apakah ada pendekar kuat yang bersembunyi untuk melindungi Cen Li


Mou Yan Zi heran, karena Cen Li hanya berada di ranah pembentukan tahap awal namun berani bersikap arogan di desa kiri. Mou Yan Zi juga sudah memeriksa sekeliling tempat itu namun tidak menemukan pendekar kuat yang bersembunyi.


"seperti nya hanya bocah bod*h yang sedang mencari kematian" gunam Mou Yan Zi dalam hati


Mou Yan Zi menyerang Jiwa Cen Li dan menekan Cen Li dengan aura milik nya


Mou Yan Zi berada di ranah pengembara tahap menengah dan selangkah lagi mencapai tahap akhir. tentu saja Cen Li hanya semut di mata Mou Yan Zi.


Mou Yan Zi tidak mau menyerang Cen Li secara langsung karena terikat dengan peraturan leluhur.


Insting Cen Li mengatakan Mou Yan Zi akan menyeret nya keluar desa.


"ahkkkhhhhhh, sakit sekali, ampuni aku tuan" Cen Li memulai sandiwara nya.


Melihat Cen Li memohon ampun, Mou Yan Zi dan Mou Lei tersenyum jahat.


"baiklah aku akan memberi pengampunan pada mu, namun kau harus mengikuti kami ke balai penghukuman karena kau melanggar peraturan leluhur desa kiri " ucap Mou Yan Zi


"tapi tuan, bukan aku yang memulai perkelahian " jawab Cen Li


"tetap saja kau melanggar peraturan, pengawal tangkap dan bawa dia " ucap Mou Yan Zi


Cen Li berpura-pura pasrah saat di tangkap pengawal Mou Yan Zi.


"ikuti aku, " ucap Mou Yan Zi


Mou Yan Zi tidak membawa Cen Li ke balai penghukuman, melainkan ke luar desa agar bisa menyiksa Cen Li sampai tewas.


setelah sampai di dekat hutan luar desa, Mou Yan Zi menghentikan perjalanan.

__ADS_1


"ini bukan balai penghukuman, dimana ini? "


Cen Li berpura-pura ketakutan


"hahahhahahaha apa kau pikir aku akan melepas kan mu setelah kau mengusik keluarga ku? " jawab Mou Yan Zi dengan wajah dingin.


" aa.... aaa ... apa maksud semua ini? " Jawab Cen Li berpura-pura gagap.


Mou Yan Zi melesat ke arah Cen Li dan memukul dada Cen Li


"brukkkkkkk" Cen Li terhempas beberapa meter


"kau tidak akan bisa lari kemana pun, aku akan membunuh mu sekarang" kata Mou Yan Zi


mendengar perkataan Mou Yan Zi , Cen Li yang tergeletak berlahan bangkit dan tersenyum ke arah Mou Yan Zi.


Mou Yan Zi heran melihat raut wajah Cen Li


"ooohh , kau seperti nya menjadi gila karena sudah dekat kematian mu" kata Mou Yan Zi


"baiklah, apa kau punya pesan terakhir? aku akan mengabulkan nya " kata Mou Yan Zi lagi


"benarkah? aku hanya ingin bertanya , ku harap tuan bisa menjawab nya " kata Cen Li


"baiklah " kata Mou Yan Zi


"mengapa pecundang seperti mu bisa menjadi kepala desa? apa kau membunuh kepala desa yang lama? " tanya Cen Li sembari tertawa


wajah Mou Yan Zi menjadi merah, aura pembunuh bocor dari tubuh nya


"seperti nya kau ingin aku membunuh mu dengan satu gerakan ya " kata Mou Yan Zi


"benarkah? pecundang seperti mu tidak akan bisa membunuh ku " kata Cen Li lagi


Mou Yan Zi langsung melesat ke arah Cen Li dan menyerang nya dengan telapak tangan nya.


Kedua telapak tangan itu beradu, dan Mou Yan Zi mundur 20 langkah. tangan Mou Yan Zi seperti menabrak Tembok besi.


"apaaaaaaa, bagaimana bisa kauuuuuu" belum selesai Mou Yan Zi bicara, Cen Li langsung memukul Mou Yan Zi dan membuat nya terbang 100 meter kebelakang.


"ahhhhh, bagaimana mungkin " ucap Mou Yan Zi


Mou Lei dan para pengawal langsung bergerak ke arah Mou Yan Zi dan membantu nya.


"kita sudah di tipu oleh nya ayahh," ucap Mou lei.

__ADS_1


selamat membaca


__ADS_2